Menikahi Putri Kaya

Menikahi Putri Kaya
BAB. 54 Menggoda Larissa


__ADS_3

Tepat setelah makan malam Larissa dan Reyhan berangkat kebandara dengan di antar oleh supir dirumah Cristian yakni pak Kusno. Sedari tadi Larissa masih saja mendiami Reyhan, ia sama sekali tak bicara bila Reyhan tak mengajaknya bicara.


Wanita itu sedang menghindari banyak interaksi dengan Reyhan, namun justru membuat Reyhan tertantang untuk terus menggoda istrinya itu.


Reyhan meraih tangan Larissa kemudian hendak dikecupnya namun buru-buru ditarik oleh wanita itu. Reyhan tak mau kalah ia selalu memiliki cara agar wanita disampingnya itu tak menolaknya.


"Ingat Larissa surat perjanjian nikah kontrak kita kalau kita diperbolehkan untuk bersentuhan" bisik Reyhan sembari menyeringai.


Lagi-lagi Reyhan membicarakan itu, tadi juga saat mereka hendak berangkat Reyhan menggandeng tangannya, namun Larissa menolak dan langsung saja pria itu mengatakan kalimat tersebut sehingga Larissa mau tidak mau pasrah dengan Reyhan yang menggandengnya.


"Nih" ucap Larissa ketus.


Wanita itu memberikan tangan kanannya pada Reyhan dan langsung diraih oleh pria itu kemudian dikecupnya punggung tangan istrinya itu.


"Aku mencintaimu" bisik Reyhan tepat ditelinga kanan Larissa.


Wanita itu menoleh kearah Reyhan dan menatap mata pria itu. Larissa melihat dimata Reyhan tidak ada kebohongan saat mengucapkannya.


"Coba ulangi" pinta Larissa.


"Aku mencintaimu Larissa!" ucap Reyhan sedikit teriak.


Mulut Reyhan langsung dibekap oleh wanita disebelahnya pasalnya Kusno yang sedang menyupiri mereka mendengarnya dan langsung melirik kearah spion yang memperlihatkan sepasang pengantin baru itu.


"Lanjut saja pak jangan herani dia" ucap Larissa pada Kusno.


"Baik non Rissa" ucap Kusno.


Larissa masih membekap mulut Reyhan sembari melototi pria itu. Reyhan yang mendapat pelototan dari istrinya itu justru ingin tertawa bila mulutnya tak dibungkam oleh wanita itu.


"Dengar ya Rey kita ini hanya menikah kontrak, kamu jangan sekali-sekali membicarakan cinta padaku" bisik Larissa ditelinga Reyhan.


"Aww!" teriak Larissa.


Reyhan menggigit kecil telapak tangan Larissa yang membekapnya karena ia ingin mengatakan sesuatau.


Namun teriakan Larissa justru membuat Kusno terkejut dan kemudian menghentikan mobilnya dipinggir jalan.


"Kenapa non?" tanya Kusno.


"Bapak fokus aja nyetirnya jangan heranin kami dibelakang, sekarang lanjut aja lagi" ucap Reyhan.

__ADS_1


"Tapi non Rissa kenapa tadi teriak?" tanya Kusno.


"Saya tidak apa-apa pak, sudah jalan lagi aja mobilnya" ucap Larissa.


Kusno geleng-geleng, ada-ada saja majikannya itu membuat dia terkejut tapi ditanyai jawabnya tidak apa-apa. Pria paruh baya itu kemudian melanjutkan perjalanannya ia mengemudikan mobil itu menuju bandara.


"Tuh kan gara-gara kamu gigit telapak tanganku" ucap Larissa.


"Itu salahmu karena sudah membekap mulutku" ucap Reyhan.


Larissa kesal sekali dengan pria disebelahnya itu, ia kemudian mencubit pinggang Reyhan dan melintirnya.


"Aawww, Rissa Rissa sakit Rissa" ucap Reyhan.


Pria itu merasakan sakit karena cubitan dari istrinya itu. Larissa tidak langsung melepaskan cubitannya ia bernegosiasi dulu dengan pria yang masih ia cubit. Ia tak mau bila Reyhan terus-terusan menggodanya seperti itu.


"Masih terus mau menggoda ku hah?" tanya Larissa.


"Iya iya Rissa aku tidak menggodamu lagi" jawab Reyhan.


Larissa kemudian melepaskan cubitannya dipinggang Reyhan dan menggeser tempat duduknya agar tidak terlalu dekat dengan pria itu.


Larissa juga melihat bekas cubitannya itu memerah dipinggang Reyhan. Wanita itu sedikit merasa bersalah, ia tak tahu akan jadi seperti itu bekas cubitannya.


"Pinggang mu merah Rey maaf ya" ucap Larissa menyesal.


"Aku mau kamu mengobatinya" ucap Reyhan menyeringai lagi.


"Obati? Oke nanti kita beli salep untuk pinggangmu yang merah itu" ucap Larissa.


"No! Aku maunya obat itu dari kamu" ucap Reyhan.


Namun secepat mungkin Reyhan menolaknya, ia memiliki rencana yang bisa menguntungkan untuknya dan juga hubungan mereka nantinya.


"Hah? Maksudnya?" tanya Larissa tak mengerti.


"Kiss me now" ucap Reyhan.


Larissa mendelik, ia benar-benar tak habis fikir dengan Reyhan bisa-bisanya meminta hal seperti itu disaat ada orang lain bersama mereka.


"No Rey! Aku tidak mau" ucap Larissa.

__ADS_1


Larissa secepat mungkin menolaknya ia tahu kalau dirinya itu sedang dimanfaatkan oleh Reyhan.


"Kalau begini namanya tidak sesuai dengan perjanjian" ucap Reyhan.


Pria itu juga tak mau kalah dengan istrinya itu, ia lagi-lagi membahas perjanjian yang membuat Larissa jengah. Larissa memutar bola matanya, ia jengah dengan Reyhan yang selalu megucapkan 'perjanjian' ia terpaksa menyetujui permintaan suaminya itu.


"Iya iya aku akan menciummu tapi tidak saat kita sedang bersama orang lain" ucap Larissa.


"Oke kalau begitu aku akan tagih saat kita sudah dihotel" ucap Reyhan.


Larissa tidak menanggapi ucapan Reyhan ia justru mencebikan bibirnya kemudian mengalihkan pandangannya menuju luar jendela, ia lebih memilih memperhatikan jalanan dibandingkan menanggapi Reyhan yang membuat dirinya menjadi kesal.


"Non Rissa den Reyhan kita sudah sampai" ucap Kusno.


Sepasang suami istri itu serentak menjawab 'iya pak' pada Kusno dan keduanya bergegas turun dari mobil.


Kusno menurunkan dua koper majikannya dan kemudian ia hendak membantu membawa masuk kedalam bandara namun secepatnya dicegah oleh Reyhan.


Reyhan meminta Kusno untuk segera kembali pulang kerumah mertuanya lalu ia dan Larissa masuk kedalam bandara dengan Reyhan yang menarik dua koper disisi kiri dan kanannya.


Mereka melewati serangkaian prosedur keberangkatan menuju swiss dan saat ini mereka tengah berada dipesawat yang akan menempuh waktu kurang lebih 14 jam hingga tiba di Bern Swiss.


"Tidurlah" titah Reyhan pada Larissa.


"Kamu juga tidur Rey" titah Larissa pada Reyhan.


Pria itu mengangguk kemudian memejamkan matanya untuk terlelap. Larissa belum mengantuk ia tidak bisa memejamkan matanya. Wanita itu terus memperhatikan wajah Reyhan yang sedang terlelap disebelahnya.


'Kamu memang tampan Rey, kamu baik aku pasti akan mudah jatuh cinta padamu. Tapi aku tidak akan membiarkan itu terjadi, aku akan mencegah hatiku untuk jatuh cinta padamu' batin Larissa.


Wanita itu kemudian mengalihkan pandangannya kesebelah kirinya ia melihat ada seorang ibu yang sedang menidurkan anaknya tepat disebelah kursi yang ia duduk.


Larissa merasa pernah melihat pemandangan seperti itu namun kapan, dimana dan dengan siapa ia tidak ingat.


Balita tersebut berusia sekitar dua tahun ia terus saja melihat pada Larissa yang berada disebelahnya seperti ingin ikut dengannya.


Larissa tak paham dengan bahasa balita itu tapi ia paham kalau balita tersebut ingin ikut dengannya, ia berinisiatif untuk menyapanya.


"Hai adik kecil" sapa Larissa sembari melambaikan tangannya.


Ibu dari anak tersebut mendengar sapaan dari Larissa dan segera menoleh pada wanita itu.

__ADS_1


__ADS_2