
Mendengar pemandu acara berbicara, Larissa dan Reyhan segera menghentikan tariannya.
Wajah Reyhan terlihat datar karena ia merasakan biasa saja saat menari dengan Larissa karena saat menari mereka justru membicarakan hal yang sangat tidak disukai oleh Reyhan. Berbeda dengan Reyhan yang memasang wajah datar, Larissa justru tersenyum manis seolah-olah yang dikatakan pemandu acara itu benar kalau dirinya menikmati dansa tersebut.
Larissa dan Reyhan dipersilahkan untuk kembali duduk oleh pemandu acara dan segera dilakukan oleh keduanya. Reyhan menggandeng tangan Larissa turun dari panggung dan kembali duduk dikursi tamu undangan.
Kini saatnya acara sumbangan dari para tamu undangan yang bersedia menyumbang, seperti lagu, tarian atau pertunjukan lainnya. Berbagai lagu dilantunkan oleh beberapa tamu undangan yang sedia menyumbang diacara tersebut.
Ketiga sahabat Reyhan sudah memiliki kejutan sendiri untuk sahabatnya itu, mereka menyiapkannya sudah sejak lama disaat setelah mengetahui tanggal pernikahan Reyhan dan Larissa akan dilaksanakan. Ketiga sahabat Reyhan itu akan menunjukan kejutan terebut disaat acara hampir selesai yakni saat ini.
"Ini ada kejutan dari ketiga sahabat mempelai pria. Mari kita semua saksikan bersama-sama" ucap pemandu acara.
Klip.
Semua lampu di taman itu padam dan kemudian terlihat gambar dilayar lebar yang menampilkan Reyhan yang sedang bekerja dari duduk didepan komputer, saat meeting, saat presentasi dan kemudian beralih menjadi foto Larissa yang sedang belajar diparis, sedang berlibur, sedang bersantai dengan orang tuanya dan Larissa yang sedang menarik Reyhan saat dikantor DARWIN PROPERTIES.
"Apa ini?" tanya Larissa dengan bergumam.
Dijelaskan dilayar tersebut Reyhan Anggara yang bekerja sebagai staf marketing dengan kegeniusannya mampu menghasilkan segudang prestasi yang membuat seorang Cristian Darwin kagum padanya dan menjadikan Reyhan sebagai menantu.
Gambar dilayar lebar tersebut kemudian diakhiri dengan tulisan selamat untuk Reyhan karena telah "Menikahi Putri Kaya" dilayar tersebut.
Reyhan tercengang, teman-temannya itu benar-benar membuat dia terkejut, namun ia mengerti maksud dari itu semua. Layar lebar itu kemudian padam, dan beralih ia dikejutkan oleh pertunjukan berikutnya yakni semua para tamu undangan memegang lilin dan berbaris membentuk sebuah kalimat "Menikahi Putri Kaya".
Bukan hanya Reyhan saja yang tercengan melainkan dengan Larissa juga, wanita itu tidak mengerti dengan maksud ini semua.
"Reyhan apa maksudnya ini?" tanya Larissa.
"Ini lah diriku Rissa, Reyhan Anggara seorang staff marketing Menikahi Putri Kaya bernama Larissa Darwin" ucap Reyhan.
Sepasang pengantin itu saling diam dengan pikiran masing-masing, Reyhan menatap Larissa dengan lekat dan dibalas juga tatapan tersebut oleh Larissa sehingga membuat jantung wanita itu berdegup kencang.
Deg. deg. deg.
Larissa merasakan dirinya tak karuan hati dan pikirannya bertolak belakang, gadis itu memutuskan tatapan itu lebih dulu kemudian bergegas pergi dari pesta yang memang sudah berakhir.
Reyhan menatap nanar Larissa yang melangkah menjauh darinya hingga ia dikejutkan oleh sapaan dari sahabatnya.
"Rey selamat ya semoga kalian selalu diberi kebahagiaan" ucap Edwin.
"Thank's Win" ucap Reyhan.
__ADS_1
"Selamat ya Rey, do'ain aku semoga setelah kamu nikah aku yang nyusul duluan" ucap Adam.
"Pasti Dam, aku akam mendo'akan kamu dan Rani bisa secepatnya menikah" ucap Reyhan.
"Ini masih diusahakan Rey" ucap Adam.
"Selamat ya Rey, pokoknya do'a terbaik untuk kamu" ucap Satria.
Reyhan tersenyum, kehadiran teman-temannya ini cukup membuat dirinya terhibur.
Pesta pernikahan akhirnya berakhir dengan ditutup ucapan terimakasih dari Cristian diatas panggung untuk tamu undangan yang sudah bersedia datang diacara pesta pernikahan putrinya.
Reyhan masih berbincang dengan ketiga temannya dikursi tamu undangan, ia kemudian dihampiri oleh ibunya yang sedari tadi mencarinya.
Mayang tadi melihat Larissa masuk kedalam rumah namun ia tidak melihat Reyhan ikut menyusulnya, ia bertanya-tanya sendiri ada apa dengan Larissa dan Reyhan.
"Reyhan" panggil Mayang yang masih berjalan menghampiri putranya itu.
"Iya bu" jawab Reyhan.
"Ayo iku ibu sebentar nak, ada yang ingin ibu bicarakan denganmu" ucap Mayang.
Reyhan segera berpamitan pada ketiga temannya dan ia juga berpesan agar mereka pulang dengan hati-hati. Pria itu mengikuti Mayang dari belakang untuk menuju ruang keluarga dirumah Cristian.
"Ada apa bu?" tanya Reyhan.
"Ibu tadi melihat Larissa masuk kedalam rumah sendirian dan kamu tidak menyusulinya, kenapa?" tanya Mayang.
"Tidak ada apa-apa bu, Larissa tadi kelelahan dan dia hanya ingin beristirahat" ucap Reyhan.
"Lalu kamu kenapa tidak menyusulnya?" tanya Mayang.
Reyhan terdiam, ia tidak mampu menjawab pertanyaan dari ibunya itu.
"Nak" ucap Mayang kemudian meraih tangan Reyhan.
"Larissa sekarang ini sudah menjadi istri kamu. Ibu minta cintailah dia dan lupakan tentang rasa bersalahmu pada Nayla agar kalian bisa bahagia. Ibu tahu kalian menikah itu tidak karena saling mencintai tapi cobalah cintai dia dengan tulus maka Larissa juga akan perlahan mencintai kamu" ucap Mayang.
"Iya bu" ucap Reyhan.
"Ya sudah sekarang kamu istirahat" ucap Mayang.
__ADS_1
Reyhan mengangguk dan ia bangkit dari tempat duduknya kemudian berjalan menaiki anak tangga dan mengetuk pintu kamar Larissa.
Tok tok tok
Ketukan pintu dari Reyhan tidak ditanggapi oleh Larissa pasalnya gadis itu masih terdiam melamun duduk didepan meja rias dengan masih menggunakan gaun pengantin. Sekilas bayangan muncul lagi diingat olehnya saat itu mereka sedang berada ditepi pantai dengan Reyhan yang menarik tangannya pelan dan Larissa mengikuti pria itu, mereka membicaralan alasan menyukai pantai.
"Apa aku dulu mencintainya atau membencinya?" gumam Larissa bertanya pada dirinya sendiri.
Tok tok tok
Ketukan pintu dari Reyhan akhirnya terdengar oleh Larissa dan gadis itu segera membukakannya.
Ceklek.
"Reyhan?" tanya Larissa.
"Iya aku Reyhan" jawab Reyhan.
"Mau apa kamu kesini?" tanya Larissa.
"Tentu saja untuk menghabiskan malam pengantin denganmu" jawab Reyhan.
Mendengar jawaban dari Reyhan membuat mata Larissa seketika mendelik, ia tidak tahu kalau Reyhan akan mengatakan itu, ia takut perkataan pria didepannya itu sungguh-sungguh kalau pria itu datang untuk menghabiskan malam pengantin dengannya.
Reyhan menggeser tubuh Larissa dari ambang pintu ia kemudian melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam kamar tersebut.
"Bukannya kita ini menikah kontrak ya?" tanya Larissa setelah menutup pintu kamarnya.
"Iya memang benar" jawab Reyhan.
"Kalau begitu mana kontraknya aku ingin lihat" pinta Larissa.
Reyhan tersenyum miring, ia kemudian merogoh saku jaketnya dan mengambil selembar kertas bermaterai yang sudah ditandatangani oleh kedua belah pihak. Pria itu kemudian memberikan kertas kontrak tersebut pada Larissa dan langsung diterima oleh gadis itu.
"Karena kamu amnesia, maka sebaiknya kamu baca lagi isi kontrak tersebut" ucap Reyhan.
Larissa membuka kertas yang diberikan Reyhan padanya, ia membaca satu per satu isi dari kontrak itu.
"Tidak, ini tidak mungkin" ucap Larissa sembari menggelengkan kepalanya.
...****************...
__ADS_1