
Keluarga Jhonatan datang kerumah Cristian tepat saat makan malam tiba. Mereka langsung dipersilahkan masuk kedalam rumah dan menuju meja makan.
"Ayo makan Jhon" ajak Cristian.
"Iya mas" ucap Jhonatan.
Jhonatan, Marisha dan Dion duduk dimeja makan bersama dengan Cristian, Karina dan Larissa. Makan malampun dimulai tanpa ada Reyhan diantara mereka karena pria itu masih ada urusan.
Jhonatan yang sudah memulai makan malamnya mengedarkan pandangannya mencari keberadaan menantu dari kakaknya itu tapi ia tak melihatnya, ia kemudian bertanya pada Cristian kemana Reyhan berada.
"Kemana Reyhan mas?" tanya Jhonatan.
"Dia sedang ada urusan" jawab Cristian.
Jhonatan mengangguk senang karena tidak ada Reyhan disana, itu adalah kesempatan untuknya berbicara pada Cristian. Mereka kemudian melanjutkan makan malamnya tanpa ada yang berbicara hingga makanan mereka habis.
Cristian tidak bersuara, ia hanya menantikan apa yang akan dibicarakan oleh Jhonatan, atau memang adiknya itu datang hanya ingin makan malam bersama. Namun tidak lama kemudian penantian Cristian terbayarkan karena Jhonatan mengeluarkan suaranya lebih dulu.
"Mas Cristian, mba Karina saya ingin membicarakan sesuatu" ucap Jhonatan.
"Iya Jhon katakan saja" pinta Cristian.
"Aku ingin hubungan kita sebagai saudara tepatnya adik dan kakak bisa seperti dulu lagi, saling menyayangi satu sama lain mas mba" ucap Jhonatan.
Cristian tersenyum masam adiknya ini benar-benar tidak tahu diri padahal selama ini hanya Cristian saja yang menganggap mereka bersaudara sedangkan Jhonatan menganggapnya sebagai rival tapi sekarang justru adiknyalah yang meminta untuk memperbaiki hubungan mereka. Cristian sudah menduga pasti karena ada yang diinginkan oleh adiknya itu.
"Apa kamu tidak salah bicara Jhon?" tanya Cristian.
"Maksudnya mas?" tanya Jhonatan.
__ADS_1
Cristian malas sekali menjawab pertanyaan dari Jhonatan, beruntung saat ia hendak bicara Reyhan datang menghampiri mereka dan menyapa semua orang yang masih berada dimeja makan.
"Apa kamu sudah makan Rey?" tanya Karina.
"Belum mom" jawab Reyhan.
Karina beralih melirik Larissa yang hanya diam saja, ia menyenggol siku putrinya itu agar menyiapkan makanan untuk Reyhan. Larissa yang mendapatkan kode dari mommynya mau tidak mau ia melayani Reyhan untuk makan malam.
Reyhan duduk disebelah Larissa dan berhadapan dengan Dion yang terus menatapnya. Reyhan heran dengan tatapan Dion itu pasalnya tatapan itu mengartikan sesuatau tapi bukan tatapan benci melainkan tatapan kagum pada dirinya. pria itu memakan makan malamnya seorang diri karena yang lainnya sudah makan malam.
"Kita lanjut bicaranya diruang kerjamu saja ya mas" ucap Jhonatan.
"Bicara saja disini Jhon, bila kamu sungkan untuk bicara karena ada Reyhan maka biasakanlah karena Reyhan adalah bagian dari keluarga kita dan akan selalu ada disaat keluarga besar kita berkumpul" ucap Cristian.
Jhonatan diam saja ia merasa kesal karena kedatangan Reyhan itu membuatnya mengurungkan niat untuk berbicara dengan Cristian. Tadinya Jhonatan hendak meminta bantuan suntikan dana untuk perusahaannya yang nyaris bangkrut itu.
"Iya mas, tapi sebaiknya kami pamit pulang saja" ucap Jhonatan.
Padahal Dion hendak mengingatkan daddynya untuk mengutarakan tujuan mereka datang kerumah itu karena ingin meminta bantuan suntikan dana pada Cristian untuk perusahaan yang ia pimpin.
"Ooh kalian mau pulang? Ya sudah hati-hati dijalan" ucap Cristian.
Jhonatan mengangguk sembari bangkit kemudian diikuti oleh Marisha dan Dion untuk menuju mobilnya dan segera pulang kerumahnya.
Dimeja makan tinggalah Reyhan yang sedang makan dan Larissa yang sedang menemani Reyhan, sedangkan Cristian dan Karina mereka telah masuk kedalam kamarnya.
Keduanya itu tidak ada yang saling berbicara hingga Reyhan menyelesaikan makan malamnya dan kembali kekamar mereka.
Setibanya didalam kamar, pria itu segera menarik istrinya agar duduk dipangkuannya ia ingin membicarakan sesuatu dengan Larissa. Awalnya Larissa menolak duduk dipangkuan Reyhan tapi setelah pria itu mengajukan pertanyaan padanya membuat ia melupakan penolakan itu.
__ADS_1
"Apa maumu sekarang Larissa?" tanya Reyhan.
Wanita itu terdiam ia juga bingung dengan dirinya sendiri, apa mau dirinya itu ia tidak mengerti ia justru melontarkan kalimat yang menyakitkan untuk suaminya itu.
"Aku mau kamu menjauh dari ku Rey" ucap Larissa.
Deg.
Reyhan tersentak, ia tak menyangka Larissa akan mengatakan kalimat itu. Tapi apa boleh buat, ia juga tidak bisa memaksa istrinya untuk mencintainya.
Pria itu memilih untuk tidak menanggapi perkataan istrinya itu, ia kemudian mendorong tubuh Larissa dari pangkuannya agar ia bisa bangkit dan kemudian berlalu kekamar mandi meninggalkan Larissa yang masih terdiam disana.
Didalam kamar mandi Reyhan menyiram tubuhnya dibawah guyuran air shower tanpa melepaskan pakaian terlebih dahulu. Ia memegangi kepalanya karena terasa sakit banyak hal yang ia pikirkan namun ia harus terlihat baik-baik saja didepan semua orang karena tidak ingin melihat mereka semua khawatir.
Ia mengingat apa yang dikatakan psikiater tadi saat berkonsultasi bahwa traumanya akan hilang dengan sendirinya bila ia bisa mengalihkan fokus pada sesuatu hal dan inilah fokus Reyhan sekarang ia sedang menjalani rumah tangga yang rumit.
Cukup lama Reyhan mengguyur tubuhnya hingga ia merasakan kedinginan dan barulah ia mematikan keran shower tersebut. Reyhan keluar dari kamar mandi dan ia melihat istrinya sudah terlelap. Ia bergegas masuk keruang ganti untuk berpakaian dan kemudian merebahkan tubuhnya disebelah Larissa yang sedang memunggunginya.
'Harus pakai cara seperti apa lagi agar kamu bisa menerimaku Rissa? Apa aku harus menuruti perkataanmu?' batin Reyhan.
Pria itu menatap wanita yang sedang terlelap memunggunginya, tak lama kemudian Reyhan juga memejamkan matanya dan terlelap.
Keesokan harinya Reyhan terbangun dari tidurnya tanpa Larissa disebelahnya. Rupanya Larissa bangun lebih dulu dan pamit pada Karina untuk pergi kebutik pagi-pagi sekali. Wanita itu benar-benar menghindari Reyhan, ia tak mau lama-lama berada didekat suami kontraknya itu.
"Apa ini mau kamu Rissa, meminta aku untuk menjauhimu dan kamu juga berusaha menjauh dariku?" tanya Reyhan pada dirinya sendiri sembari menatap foto pernikahan mereka yang berada diatas nakas.
Pria itu bergegas untuk bersiap pergi kekantor, karena hari ini adalah hari pertamanya menjadi CEO.
Reyhan pergi kekantor dengan menggunakan mobil sendiri, sedangkan Cristian ia disupiri oleh Kusno namun mobil mereka melaju beriringan hingga tiba dikantor. Setibanya disana Reyhan sudah disambut oleh ketiga sahabatnya yang mengucapkan selamat pada Reyhan karena sudah menjadi CEO, sedangkan Cristian ia berlalu lebih dulu masuk kedalam kantor dan menunggu Reyhan diruangannya dulu.
__ADS_1
Setelah saling menyapa dengan sahabatnya Reyhan bergegas menyusul Cristian diruangan CEO yang sudah menjadi ruangannya sekarang. Pria itu sedikit diajari oleh Cristian menjadi pemimipin yang bijak, dan beberapa pekerjaan lainnya yang belum diketahui oleh Reyhan.