Menikahi Putri Kaya

Menikahi Putri Kaya
BAB. 51 Tampannya Suamiku


__ADS_3

Larissa pasrah karena Reyhan tidak mengindahkan permintaannya untuk mengenakan pakaian terlebih dahulu tapi pria itu justru menggendongnya masuk kedalam kamar mandi dan disiapkannya air hangat didalam bathtub.


"Berendamlah dulu nanti kalau sudah selesai panggil aku" titah Reyhan.


"Iya" jawab Larissa kemudian memasukan dirinya pada bathtub itu.


Sedangkan Reyhan, pria itu kemudian berjalan menuju pintu keluar dari kamar mandi dan menuju ruang ganti. Reyhan mengenakan pakaian yang memang sudah disiapkan oleh mertuanya, apapun yang ia butuhkan sudah tersedia disana.


Setelah selesai berpakaian dengan pakaian rumahan Reyhan bergegas keluar dari ruang ganti kemudian menuju ranjang dimana ia dan Larissa menghabiskan malam panas diranjang itu. Reyhan bergegas melepas seprai meletakannya dikranjang pakaian kotor dan menggantinya dengan seprai baru setelahnya ia membersihkan kelopak bunga yang berhamburan dilantai kamar tersebut.


Ceklek.


Pintu kamar mandi dibuka oleh Larissa dan keluarlah wanita itu dengan tubuh segar yang berbalut baju handuk.


"Kamu sudah selesai mandinya, kenapa tidak memanggil aku?" tanya Reyhan.


"Aku sudah bisa sendiri" ucap Larissa dengan wajah yang memerah.


Sungguh dirinya benar-benar malu dan gugup saat berhadapan dengan Reyhan. Larissa kemudian bergegas keruang ganti untuk berpakaian, Ia mengenakan dres berwarna nude dengan panjang selutut.


Kruuk kruuk.


Perut wanita itu berbunyi tanda minta diisi makanan. Memang benar Larissa merasakan perutnya sangat lapar karena mereka melewatkan sarapan dipagi hari, ia kemudian keluar dari ruang ganti tersebut dan masuk kedalam kamar. Dilihat olehnya Reyhan sedang bersandar disofa sembari memainkan ponselnya.


'Tampannya suamiku' batin Larissa.


Larissa melihat Reyhan mengenakan celana pendek berwarna coklat dan baju kaos berwarna putih, serta jam tangan yang melingkar dipergelangan tangan kiri pria itu. Larissa terus memperhatikan Reyhan. Penampilan seperti itu membuat pria tersebut jadi terlihat semakin tampan dan enak untuk ia pandangi.


"Kenapa menatapku seperti itu?" tanya Reyhan.


Deg.


Larissa terkejut pasalnya ia ketahuan menatap pria yang sekarang sudah menjadi suaminya.


"Tidak" elak Larissa sembari menggeleng.


Wanita itu kemudian melangkahkan kakinya menuju meja rias, ia duduk didepan cermin besar dimeja itu mengoleskan skincare pada wajahnya, mengoleskan tipis-tipis lipstik berwarna nude dibibirnya dan menyisir rambut panjangnya.


"Sini aku bantu mengeringkan rambutmu" ucap Reyhan yang menghampiri Larissa.


"Tidak usah Rey aku bisa sendiri" tolak Larissa.


"Tidak ada penolakan" ucap Reyhan.


Reyhan kemudian mengambil alat pengering rambut yang sedang dipegang oleh istrinya itu. Dengan telaten Reyhan menyisir, mengeringkan dan memberikan vitamin pada rambut panjang Larissa.

__ADS_1


"Sudah nih" ucap Reyhan kemudian mengembalikan alat pengering rambut pada Larissa.


Larissa tidak menjawab ia menerima alat tersebut dan meletakannya dimeja rias.


Kruuk kruuk


Suara perut Larissa berbunyi lagi.


"Ayo kita makan ini sudah jam 11 siang" ajak Reyhan.


"Hah! Jam sebelas siang? Pantas saja aku sudah sangat lapar" ucap Larissa.


"Mangkanya itu ayo kita makan" ajak Reyhan lagi.


"Iya Rey" jawab Larissa.


Reyhan meraih tangan Larissa kemudian digenggamnya dan diajaknya wanita itu menuju meja makan.


Larissa dan Reyhan keluar dari kamar dengan penampilan yang berbeda dengan pancaran kebahagiaan dari keduanya tapi mereka tidak menyadari itu.


"Larissa, Reyhan kalian sudah bangun?" tanya Karina yang baru keluar dari kamarnya.


"Sudah mom" jawab Reyhan.


"Ya sudah kalian makan sana, sekalian juga makan siang jadi dirangkap ya" ucap Karina.


"Iya mom" ucap Reyhan.


Sepasang pengantin baru itu kemudian berlalu dari hadapan Karina dan menuruni anak tangga satu persatu. Reyhan dan Larissa sudah tiba di meja makan dan mereka segera memulai sarapan yang dirangkap dengan makan siang.


"Kamu mau ini?" tanya Reyhan sembari menunjuk pada makanan yang ada dipiringnya.


"Seafood asam manis?" tanya Larissa.


"Iya ini seafood asam manis" jawab Reyhan.


Larissa tidak menanggapi lagi, entah kenapa dirinya merasa pernah membahas seafood asam manis, tapi dimana, kapan dan dengan siapa ia tidak mengingatnya.


"Larissa" panggil Reyhan karena gadis itu malah melamun.


"Ehh, iya Rey" ucap Larissa.


"Cepat makan, bukannya tadi perutmu sudah bunyi" titah Reyhan.


"Iya Rey" jawab Larissa.

__ADS_1


Kedua orang itu kini melanjutkan makannya. Larissa sesekali melirik kearah Reyhan, memperhatikan pria itu sembari menyuapkan makanan kedalam mulutnya. Wanita itu berfikir ingin membenci pria didepannya itu karena alasan untuk membencinya sangat kuat yakni membuatnya terpaksa menikah dan mengambil harta yang harusnya menjadi miliknya. Tetapi ia merasakan ada sesuatu yang lain dihatinya.


Reyhan lebih dulu menghabiskan makanannya, ia kemudian menyendokan lagi makanan kepiring Larissa agar dimakan oleh wanita itu.


"Makan yang banyak" ucap Reyhan sembari menyendokan makanan.


"Ini saja belum habis Rey, bagaimana aku bisa menghabiskannya" ucap Larissa.


Belum sempat Reyhan menjawab, kedua orang itu diberitahu oleh bi Lia untuk segera mendatangi ruang keluarga karena sudah ditunggu oleh Cristian, Karina dan Mayang.


Reyhan mengangguk namun tidak dengan Larissa ia masih butuh waktu lama untuk menghabiskan makanannya.


"Sini aku bantu menghabiskan" ucap Reyhan kemudian menarik piring yang ada dihadapan Larissa.


Reyhan menyuapkan makanan tersebut kemulutnya menggunakan sendok Larissa, pria itu juga menyuapi istrinya hingga makanan itu habis.


"Ayo kita temui daddy, mommy dan ibu" ajak Reyhan.


Pria itu bangkit lebih dulu dari kursi yang ia duduki kemudian membantu Larissa bangkit dan jalan bersama menuju ruang keluarga.


Setibanya disana ia melihat kedua mertuanya dan juga ibunya sudah menunggu kedatangan mereka.


"Duduk dulu Reyhan, Larissa" titah Cristian.


"Baik daddy" ucap Reyhan dan Larissa bersamaan.


Reyhan kemudian duduk disofa panjang bersama Larissa disebelahnya tanpa melepaskan genggaman tangannya.


Cristian melirik pada Reyhan yang menggenggam tangan Larissa, ia tersenyum melihat kedekatan mereka, ia juga berharap semoga mereka bisa saling mencintai.


Cristian kemudian mengutarakan maksud dari memanggil anak dan menantunya keruangan keluarga itu.


"Larissa Reyhan, daddy dan mommy sudah menyiapkan tempat bulan madu kalian keswiss dan kalian akan berangkat nanti malam jam 9" ucap Cristian.


"Bulan madu dad?" tanya Larissa dengan terkejut.


Wanita itu spontan melepas tangannya dari genggaman tangan suaminya. Reyhan yang mendengar pertanyaan Larissa segera menoleh pada wanita itu, ia mengernyit kenapa sepertinya Larissa terkejut dengan itu, bukannya hal yang wajar kalau pengantin baru menikmati bulan madu.


"Iya Rissa kalian akan bulan madu keswiss selama enam hari dan setelah kalian pulang dari bulan madu daddy berharap kamu segera hamil" ucap Cristian.


"Hamil?" tanya Larissa lagi dengan terkejut.


Ia jadi terpikirkan kalau dirinya dan Reyhan hanya menikah kontrak lalu kalau dia hamil dan memiliki anak kemudian mereka bercerai, lalu bagaimana dengan nasib anaknya. Larissa menggelengkan kepala sembari terus memikirkan itu, ia tidak bisa membayangkannya kalau hal itu sampai terjadi pada dirinya.


"Kenapa kamu sepertinya kaget begitu?" tanya Cristian.

__ADS_1


__ADS_2