
Tidak terasa empat hari sudah keluarga Cristian berada dirumah Reyhan dan kini saatnya mereka kembali kejakarta. Selama empat hari itu Larissa banyak belajar kesederhanaan keluarga calon suaminya itu.
Kini Larissa sudah bisa memasak, meski hanya masak nasi goreng yang ia bisa. Saat pertama kali masak nasi goreng ia tahu kalau masakannya itu tidak enak tapi orang tuanya dan Reyhan tetap memakannya dan mengatakan kalau itu enak demi untuk membuat Larissa tidak kecewa.
"Ini makanannya dibawa ya mba buat makan siang nanti" ucap Mayang sembari memberikan rantang pada Karina.
"Terimakasih ya mba Mayang kami sudah disambut dengan baik dirumah ini dan terimakasih juga bekal makan siangnya" ucap Karina.
"Iya mba sama-sama" ucap Mayang.
"Kalau begitu kami pamit ya mba, sampai jumpa dijakarta dua minggu lagi" ucap Karina.
"Iya mba" ucap Mayang kemudian beralih menghampiri putranya.
"Nak" panggil Mayang kemudian memeluk Reyhan.
"Iya bu" jawab Reyhan.
"Jangan lupa untuk datang ke psikiater lagi ya" bisik Mayang tepat ditelinga putranya.
Ia memperhatikan putranya selama empat hari berada dirumah, trauma Reyhan tidak kambuh sama sekali sepertinya karena fokus Reyhan teralihkan dengan keberadaan keluarga Cristian dirumahnya. Tapi Mayang tetap merasa khawatir, ia takut bila traumanya kambuh saat putranya sedang bersama Larissa, ia takut Reyhan akan menyakiti calon menantunya itu pasalnya bila trauma Reyhan sudah kambuh ia sulit untuk menguasai dirinya.
"Aku baik-baik saja bu" ucap Reyhan kemudian mengurai pekukan pada ibunya.
Mayang tidak bisa berkata-kata lagi, ia benar-benar kesulitan untuk membujuk Reyhan agar mau mendatangi Psikiater. Wanita paruh baya itu beralih memeluk Larissa yang hendak berpamitan padanya.
"Rissa, ibu percaya padamu tolong bujuk Reyhan agar mau menemui psikiater ya" bisik Mayang pada Larissa.
"Iya bu" jawab Larisaa.
"Terimakasih nak" ucap Mayang yang diangguki oleh Larissa.
Akhirnya kesemuanya telah selesai berpamitan dan segera masuk kedalam mobil. Mobil Cristian melaju menuju jakarta untuk kembali menjalani aktifitas seperti biasanya dan mulai mempersiapkan pernikahan Reyhan dan Larissa.
Tujuh jam waktu yang mereka tempuh karena mengisi bahan bakar mobil, berganti supir dan makan siang. Mobil Cristian berbelok masuk kedalam halaman rumah yang luas, diluar gerbang tadi Reyhan melihat ada sebuah mobil terparkir dan entah siapa pengemudinya.
Masing-masing orang turun dari mobil dan Reyhan mengulurkan tangan untuk membantu Larissa turun. Larissa menyambut uluran tangan Reyhan tanpa ragu dan kemudian turun.
Karina sudah masuk lebih dulu kedalam rumah sedangkan Larissa, Reyhan dan Cristian jalan beriringan.
__ADS_1
"Pak didepan ada pak Jhonatan mau bertemu bapak" lapor satpam penjaga pos pintu gerbang.
Cristian yang berjalan sudah sampai teras rumah menghentikan langkah kakinya kemudian menyuruh Larissa dan Reyhan masuk lebih dulu.
"Apa dia mengatakan keperluannya datang kemari?" tanya Cristian.
"Tidak pak" jawab Satpam tersebut.
"Suruh dia masuk, aku ingin tahu apa tujuannya datang kerumahku" ucap Cristian.
"Baik pak" ucap satpam tersebut dengan patuh.
Cristian masuk kedalam rumah dan duduk disofa ruang tamu sembari menunggu adiknya tiba.
"Mas!" panggil Jhonatan seraya tersenyum dan hendak memeluk Cristian namun secepatnya ditahan olehnya.
"Katakan apa tujuanmu datang kemari?" tanya Cristian to the point.
Senyum diwajah Jhonatan pudar, ia tak menyangka kakaknya menjadi setegas ini pada dirinya.
"Aku dengar Larissa akan menikah?" tanya Jhonatan kemudian duduk disofa tanpa dipersilahkan.
"Aku dengar calon suami Larissa hanya seorang staff marketing yang bekerja diperusahaanmu?" tanya Jhonatan memastikan.
"Iya benar. Aku rasa kamu juga sudah mengenalnya, namanya Reyhan Anggara, usia 25 tahun, pekerjaan staf marketing Darwin Properties" ucap Cristian.
"Apa Mas tidak salah pilih menantu? Masa iya keluarga terpandang seperti kita ini memiliki menantu orang biasa-biasa saja, malu lah mas, mau ditaruh dimana wajah kita nanti" ucap Jhonatan berusaha meracuni pikiran Cristian agar membatalkan pernikahan Larissa dan Reyhan.
"Aku tidak malu, justru aku akan bangga bisa memiliki menantu seperti Reyhan Anggara dan setelah nanti dia menjadi menantuku aku akan menjadikannya CEO di DARWIN PROPERTIES" ucap Cristian dengan yakin.
"Tapi mas_" ucapan Jhonatan terpotong oleh suara dari Karina.
"Pergilah Jhon kami tidak membutuhkan pendapatmu" ucap Karina.
Jhonatan beralih menatap Karina.
"Mba, Reyhan itu tidak sebanding dengan keluarga kita, pikirkan lagi lah mas mba" ucap Jhonatan masih berusaha mempengaruhi Reyhan dan Karina.
"Pulang lah Jhon kami tidak akan terpengaruh dengan ucapanmu" ucap Cristian.
__ADS_1
Jhonatan menatap keduanya dengan nyalang, pendapatnya benar-benar tidak diterima oleh Cristian dan Karina. Ia kemudian memilih keluar dari rumah itu dan bergegas pulang.
"Mas Crist jangan terpengaruh ya dengan ucapan Jhonatan. Keputusan kita untuk menikahkan Larissa dengan Reyhan itu sudah tepat, jadi jangan berfikir untuk membatalkan pernikahan mereka" ucap Karina.
"Tidak sayang, aku sama sekali tidak terpengaruh oleh ucapan Jhonatan" ucap Cristian.
Disisi yang berbeda tepatnya dikamar Reyhan.
Setelah masuk kedalam kamar Reyhan segera membersihkan diri, ia mandi dibawah guyuran air shower. Reyhan teringat dengan satpam yang mengatakan kalau ada Jhonatan hendak bertemu dengan Cristian.
Sedikit banyaknya Reyhan tahu cerita dari keluarga calon mertuanya itu, apa Jhonatan mempermasalahkan pernikahannya dengan Larissa atau ada hal lain yang hendak Jhonatan bicarakan dengan Cristian.
Reyhan telah selesai dengan mandinya dan mematikan keran shower. Ia bergegas keluar dan berganti pakaian, Reyhan akan kembali kerumah kostnya saja sebelum resmi menjadi bagian keluarga itu.
Reyhan keluar dari kamar dengan membawa tas ransel miliknya.
"Kamu mau kemana Rey?" tanya Cristian.
"Kebetulan daddy dan mommy ada disini. Aku mau pamit pulang kerumah kost dulu dad mom" jawab Reyhan.
"Kenapa mau kembali kesana Rey? Kamu mulai lah tinggal disini saja" ucap Karina.
"Maaf mommy tapi aku tidak enak bila tinggal disini tapi belum menikah dengan Larissa" ucap Reyhan.
Karina dan Cristian saling pandang, mereka ingin Reyhan tetap tinggal dirumah mereka meski belum menjadi suami Larissa, namun mereka juga tidak bisa memaksa Reyhan dan akhirnya mereka setuju dengan syarat Reyhan harus membawa salah satu mobil digarasi Cristian.
Reyhan kembali kerumah kostnya dengan mengunakan mobil porsce milik Cristian.
Kedatangannya membuat Edwin dan Adam terkejut pasalnya mereka tidak tahu kalau Reyhan akan kembali kerumah kostnya.
"Loh Rey kamu ko balik lagi kesini?" tanya Adam yang sedang duduk diteras bersama dengan Edwin karena hari ini hari minggu jadi mereka berdua bisa bersantai disore itu.
"Iya Dam aku akan tinggal disini dulu sebelum benar-benar menikah dengan putri pak Cristian" jawab Reyhan.
"Apa hubungan kamu dan putri pak Cristian sudah ada perkembangan?" tanya Edwin.
Reyhan berfikir sejenak dan kemudian mengangguk.
"Iya Win sudah ada perkembangan" ucap Reyhan.
__ADS_1
...****************...