Menikahi Putri Kaya

Menikahi Putri Kaya
BAB. 56 Hujan


__ADS_3

Larissa membeli banyak pakaian, ia memilih ini dan itu hingga tidak terasa hari sudah gelap.


Gelap bukan karena malam tiba melainkan gelap karena akan turun hujan.


Saat ini mereka tengah berjalan untuk kembali pulang kehotel. Mereka sengaja tidak menggunakan taksi karena ingin menikmati indahnya kota itu.


Rintik hujan mulai berjatuhan semakin lama semakin lebat. Reyhan menggandeng tangan Larissa, keduanya berlari sembari bergandengan tangan dibawah guyuran hujan.


"Rey hujannya semakin lebat" ucap Larissa.


"Tidak apa-apa Rissa, sebentar lagi kita sampai dihotel" ucap Reyhan.


"Tapi aku lelah Rey" ucap Larissa.


Reyhan segera menghentikan larinya, ia kemudian beralih berjongkok didepan Larissa dan meminta istrinya naik dipunggungnya.


"Ayo naik biar kamu tidak kelelahan" ucap Reyhan.


Larissa ragu untuk naik kepunggung Reyhan ia hanya diam berdiri dibawah guyuran hujan.


"Ayo Rissa naik" ucap Reyhan.


Dengan ragu-ragu ia naik dipunggung pria itu dan Reyhan kemudian melanjutkan langkah kakinya.


Hujan yang lebat serta dinginnya suhu disana tidak membuat mereka mengeluh. Keduanya benar-benar menikmati momen itu, untuk pertama kalinya mereka pergi bulan madu dan membuat mereka sebahagia itu. Keduanya juga menyadari rasa bahagia didiri mereka masing-masing namun tidak ada yang mau mengungkapkannya.


Percuma bila Reyhan yang mengungkapkannya maka Larissa tak akan menanggapinya karena yang dipikirkan oleh wanita itu yakni pernikahan kontraknya saja.


Reyhan terus melangkahkan kakinya dibawah guyuran hujan hingga tidak terasa mereka tiba didepan hotel dimana tempat mereka akan menginap.


"Sudah sampai Rey, ayo turunkan aku" pinta Larissa saat mereka tiba dilobi hotel.


"Aku akan menurunkanmu dikamar" ucap Reyhan.


Larissa tidak menjawab dan tidak menolak hingga akhirnya langkah kaki Reyhan memasuki lift. Pria itu meminta Larissa untuk memencet tombol angka 21 dan langsung dilakukan oleh wanita itu.


Ting.


Pintu lift terbuka, Reyhan melangkahkan kakinya keluar dari lift dan menuju kamar hotel.


Setibanya disana, ia segera menurunkan Larissa dan meminta wanita itu untuk mandi lebih dulu.


"Kamu tidak mandi?" tanya Larissa.


"Apa kamu meminta aku untuk mandi bersamamu?" tanya Reyhan.


"Tidak Rey, aku ha_" ucap Larissa terhenti karena dirinya segera dibopong oleh Reyhan.


"Akkhh, Rey turunkan aku" pinta Larissa.


Reyhan tidak menanggapi permintaan Larissa, ia segera melangkahkan kakinya menuju kamar mandi kemudian menurunkan wanita itu disebelah bathtub. Pria itu mengisi bathtub dengan air hangat kemudian meminta agar sang istri masuk kedalam bathtub lebih dulu.

__ADS_1


"Kamu keluar dulu Rey, aku mau mandi sendiri" ucap Larissa.


"Bukannya kamu bertanya padaku aku tidak mandi" ucap Reyhan.


"Aku kan hanya bertanya Rey" ucap Larissa.


"Ya ini lah jawabannya aku akan mandi bersamamu" ucap Reyhan.


Pria itu kemudian melepaskan seluruh pakaiannya dan masuk kedalam bathtub.


Larissa yang melihat Reyhan masuk kedalam bathtub mengurungkan niatnya untuk mandi berendam, ia akan menunggu Reyhan selesai mandi barulah dia yang akan mandi.


Wanita itu membalikan tubuhnya hendak menjauhi bathtub dan keluar dari kamar mandi namun tangannya ditarik oleh Reyhan.


Byuurrr.


Larissa tercebur kedalam bathtub bersama Reyhan yang sudah lebih dulu masuk kedalamnya.


"Reyhan!" teriak Larissa.


"Sstt. Jangan teriak-teriak ayo cepat mandi, sini aku bantu melepaskan bajumu" ucap Reyhan.


Pria itu langsung menarik keatas baju kaos yang Larissa kenakan membuat wanita itu tak memakai baju atasnya, pria itu hendak membantu melepaskan yang lainnya namun secepatnya dicegah oleh Larissa.


"Stop! Aku bisa melepasnya sendiri" ucap Larissa.


Wanita itu kemudian melepaskan pakaiannya sembari merendamkan tubuhnya. Sepasang pengantin baru itu berendam dengan saling berhadapan.


"Ehem, aku ingin menagih janjimu" ucap Reyhan.


"Janji? Janji apa?" tanya Larissa.


"Kiss me now" ucap Reyhan.


"Tapi Rey_" Larissa tidak melanjutkan ucapannya.


Wanita itu mana bisa menolak Reyhan, kalau ia menolaknya maka pria itu akan membahas lagi surat perjanjian nikah kontrak itu yang membuat dirinya muak.


"Tapi hanya ciuman ya" ucap Larissa.


Reyhan mengangguk, ia mengerti dengan ucapan Larissa. Ia juga tahu kalau istrinya itu sedang kelelahan maka dari itu ia menyetujuinya.


Cup.


Larissa mengecup bibir Reyhan sejenak kemudian melepasnya.


"Sudah ya Rey, aku ingin cepat-cepat istirahat" ucap Larissa.


"Oke, lumayan" ucap Reyhan.


Keduanya segera menyelesaikan mandi bersamaya kemudian kembali kekamar. Larissa mengenakan pakaian yang ia beli tadi sedangkan Reyhan ia mengenakan pakaian rumahan.

__ADS_1


Larissa merebahkan tubuhnya diranjang hotel tidak lama kemudian ia terlelap karena tubuhnya benar-benar merasa lelah.


"Kamu pasti sangat lelah" ucap Reyhan srmbari mengamati Larissa yang sudah terlelap.


Pria itu kemudian menarik selimut Larissa dan menutupkannya hingga bagian perut wanita itu. Reyhan hendak merebahkan tubuhnya namun ponselnya berdering.


Kring. Kring.


Diraihnya ponsel itu oleh Reyan dan ia melihat ada nomor baru masuk memanggilnya diponsel.


"Hallo, dengan siapa ini" tanya Reyhan.


"Kembalikan Larissa padaku kamu tidak pantas untuknya!" ucap seseorang yang berada disebrang telepon.


Reyhan mengerutkan keningnya ia bertanya-tanya siapa sebenarnya yang menelponnya itu. Tapi ia baru teringat dengan seseorang yang selalu mengganggu Larissa dan dirinya.


"Maaf ini dengan siapa ya?" tanya Reyhan.


"Jangan pura-pura nggak tahu kamu Rey, aku ini Marcell" ucap Marcell disebrang telepon.


"Ooh rupanya sipecundang yang menyewa 10 orang preman tapi kalah telak" sindir Reyhan.


"JAGA UCAPAN KAMU!" Teriak Marcell disebrang sana karena tidak terima.


Marcell baru saja sembuh beberapa hari yang lalu, ia ingin kembali kejakarta namun dicegah oleh ayahnya. Ia diminta menetap disingapura, namun tentu saja Marcell menolak. Ia kemudian menghubungi Dion untuk menanyakan kondisi Larissa yang mengalami kecelakaan bersamanya.


Dion memberitahukan Marcell kalau sepupunya itu mengalami amnesia dan sekarang sudah menikah dengan Reyhan. Kabar itu tentu saja membuat Marcell marah, ia tidak terima wanita yang ia cintai menikah dengan orang lain.


Berbeda dengan Larissa yang amnesia, Marcell hanya mengalami patah dibagian kaki kanannya dan harus menjalani pengobatan disingapura namun saat ini kakinya sudah jauh lebih baik.


"Apa maumu Marcell!" ucap Reyhan penuh dengan tekanan.


"Aku akan mengambil Larissa kembali menjadi milikku!" ucap Marcell.


"Aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi!" ucap Reyhan.


Tuth tuth


Pria itu segera memutuskan panggilan telepon kemudian ia blokir nomor tersebut agar tidak menghubunginya lagi, namun setelahnya justru terdengar bunyi pesan masuk.


Ting


Ting


Suara pesan masuk itu bukan berasal dari ponselnya melainkan dari ponsel Larissa. Pria itu kemudian beralih mengambil ponsel Larissa yang diletakan diatas nakas. Dilihat olehnya ternyata Marcell yang mengirimi pesan keponsel Larissa.


"Hai Larissa, apa kamu tidak merindukan aku?"


"Apa kamu tidak mengingat kalau kamu mencintai aku?"


...****************...

__ADS_1


__ADS_2