Menikahi Putri Kaya

Menikahi Putri Kaya
BAB. 85 Perkara Lontong Sayur


__ADS_3

"Apa mas Reyhan diberitahu?," tanya Larissa pada Reyhan.


Reyhan mengangguk, ia memang diberitahu oleh Cristian dan Karina, saat mereka hendak pulang kejakarta.


Mendapati anggukan dari Reyhan tentu saja Larissa merasa kesal. Dalam benaknya anak kandung daddy dan mommy kan dia, lalu kenapa Reyhan yang diberitahu bukannya dirinya.


Alasan surprise itu tak masuk akal. Memang ia terkejut dengan kedatangan orang tuanya. Tapi bila ia diberitahu juga ia akan merasa lebih senang.


Merasa kesal dengan Reyhan, ia kemudian mencubit pinggang pria itu kuat-kuat.


"Aww. Aww sakit sayang" ucap Reyhan.


"Kamu ini benar-benar ya mas, masa daddy dan mommy pulang aku tidak diberitahu," ucap Larissa kesal.


Reyhan tak mengelak, ia mengakui kalau dirinya salah karena tidak memberi tahu istrinya bila Cristian dan Karina akan pulang kejakarta.


Bukan tanpa alasan ia tidak memberi tahu Larissa. Ia melakukan itu karena permintaan dari mertuanya.


"Maaf sayang kamu tidak aku beritahu," ucap Reyhan sembari mencium pipi Larissa.


Wanita itu hanya terdiam, ia kemudian berfikir. Dalam pikirannya ia harus memanfaatkan situasi seperti ini.


"Baiklah akan aku maafkan, asalkan mas Reyhan mau masakin aku lontong sayur" ucap Larissa.


Reyhan mengernyit, ia heran dengan istrinya. Semenjak wanita itu hamil, selera makanannya benar-benar berubah menjadi sederhana.


Beda seperti sebelum hamil, Larissa tidak menyukai makanan kampung seperti itu. Meski heran namun ia menyanggupinya.


"Dengan senang hati sayang. Cup," ucap Reyhan kemudian mengecup lagi pipi istrinya.


"Sudah cepat, buatkan aku lontong sayur yang enak. Bila tidak ada lontong sayur, maka tidak ada maaf juga dariku untuk mas Reyhan," ucap Larissa pura-pura ketus.


"Iya sayang" ucap Reyhan kemudian bangkit dari tempat duduknya.


Setelah kepergian Reyhan Larissa segera tersenyum puas. Ia puas sekali bisa memerintah suaminya untuk masak.


Sebenarnya ia tidak mempermasalahkan dirinya tidak diberi kabar atas kepulangan orang tuanya. Memang ia merasa kesal, namun ia tidak marah pada Reyhan dan pria itu tidak seharusnya minta maaf.


Semua itu ia lakukan karena ingin makan lontong sayur buatan Reyhan. Sehingga hal itu ia jadikan alasan.


Sejak tadi Cristian dan Karina hanya mengamati interaksi anak dan menantunya itu. Kedua orang tua itu turut merasakan kebahagiaan yang tengah dirasakan oleh Larissa dan Reyhan.


Karina kemudian bertanya pada Larissa, dari mana tadi putri dan menantunya pergi. Pertanyaan itu dijawab oleh Larissa, kalau mereka sehabis dari dokter untuk memeriksakan kandungannya.

__ADS_1


"Lalu apa kata dokter setelah memeriksa kandunganmu?," tanya Karina.


"Aku lagi hamil bayi kembar mom," jawab Larissa kegirangan.


Wanita itu kemudian mengeluarkan hasil USG dari dalam tasnya, lalu menunjukan pada Karina dan Cristian.


"Wahh, ia sayang janinnya ada dua," ucap Karina berbinar setelah menerima hasil USG lalu dilihat olehnya.


Cristian juga ikut melihat hasil USG tersebut.


Ia sampai berkaca-kaca mengetahui putrinya sedang mengandung janin kembar.


Ia teringat dengan Larissa yang mengalami pendarahan dua minggu yang lalu. Semua itu ulah Jhonatan dan Marisha adik kandung serta adik iparnya yang tidak punya hati.


Bila saat itu Larissa keguguran, maka dua janin sekaligus yang akan tiada. Ia tidak bisa membayangkan itu terjadi pada putrinya.


Cristian harus bertemu Jhonatan dan Marisha dikantor polisi. Ia juga sudah tahu bahwa kecurigaan dirinya dan Karina pada adik dan adik iparnya selama ini adalah benar.


Jhonatan dan Marisha adalah orang yang menyebabkan Karina sulit hamil, pendarahan, lalu geguguran dan kehilangan rahimnya.


Ia tidak akan membebaskan Jhonatan dan Marisha. Biarlah mereka dihukum sesuai dengan hukuman yang seharusnya mereka dapatkan. Ia tidak akan memberi kesempatan lagi untuk kedua orang itu.


Cukup lama mereka membahas kehamilan kembar Larissa, hingga dihentikan oleh Reyhan yang membawa nampan berisi 4 mangkuk lontong sayur, serta Bi Lia yang berada dibelakang Reyhan membawakan air minum.


"Waahhh lontong sayur," ucap Larissa dengan mata berbinar.


"Iya sayang, sesuai dengan pesananmu," ucap Reyhan.


"Ini untuk mommy dan ini untuk daddy juga," ucap Reyhan lagi, sembari menyodorkan mangkuk berisi lontong dan sayur.


Karina dan Cristian mengangguk. Kedua orang tua itu mulai memakannya.


Larissa juga sudah siap hendak memakan lontong sayur tersebut, ia sudah hendak menyuapkan kedalam mulut, namun segera dihentikan oleh Reyhan.


"Tunggu dulu sayang," ucap Reyhan.


"Apa sih mas?," tanya Larissa.


"Lontong sayurnya sudah ada apa aku sudah dimaafkan?," tanya Reyhan.


"Tergantung rasanya," jawab Larissa kemudian melahap lontong sayur itu.


Emm, rasanya lezat sekali sesuai dengan lidah Larissa dan ia akan memaafkan suaminya. Namun ia baru tersadar, bila Reyhan hanya memasak sebentar, padahal bila memasak lontong hingga matang, butuh waktu 3 jam lamanya.

__ADS_1


Tapi apa ini, Reyhan hanya menghabiskan waktu setengah jam. Larissa teringat tadi pagi dirinya melihat bi Lia sedang merebus lontong, dan artinya lontong itu bukan Reyhan yang buat.


Ting.


Larissa meletakan kembali mangkuk lontong sayurnya kemeja. Ia juga meletakan sendoknya dengan kasar.


"Ini lontong bukan mas yang bikin kan?," tanya Larissa.


"Hahh?" ucap Reyhan bingug.


Dalam benaknya bagaimana bisa Larissa tahu, bila lontong itu bukan ia yang buat, melainkan bi Lia.


Susah payah Reyhan menelan salivanya. Ia bingung hendak menjawab apa. Bila ia jawab bukan dirinya yang buat, Larissa pasti akan kecewa dan semakin marah padanya, namun bila ia jawab dirinya yang buat, Larissa sudah tahu kalau bukan ia yang buat.


"Ini aku yang buat ko" jawab Reyhan terpaksa berbohong.


"Bohong! kalau kamu yang buat kenapa cepat sekali" ucap Larissa.


Bila sudah seperti itu, maka Reyhan tidak bisa berbohong. Ia terpaksa harus jujur.


"Iya sayang maaf. Tadi aku hanya memasak sayurnya saja" ucap Reyhan.


"Kalau begitu aku tidak mau maafin kamu mas. Aku juga tidak mau makan lontong sayurnya" ucap Larissa.


Wanita itu kemudian bangkit dari duduknya, dan pergi kekamar dengan wajah yang pura-pura marah.


Hufftt.


"Salah lagi" gumam Reyhan namun masih bisa didengar oleh Cristian dan Karina.


Kedua orang tua itu hanya tertawa melihat pertikaian kecil didepan matanya.


Cristian dan Karina memberi semangat untuk Reyhan. Semangat membujuknya serta meminta maaf pada Larissa, dan semangat bikin lagi lontong sayurnya.


Reyhan memilih menyusul Larissa. Ia lama-lama gemas juga dengan tingkah ibu hamil itu. Terkadang manja dan terkadang emosian.


Setibanya didalam kamar ia tidak menemukan keberadaan Larissa. Pria itu beralih berjalan menuju balkon yang sudah terbuka pintunya.


Ia melihat Larissa disana yang sedang memakan lontong sayur seorang diri.


Makin tercenganglah Reyhan. Tadi saat diruang keluarga Larissa marah padanya, karena tidak membuatkan lontong untuknya, sehinga ia tidak ingin memakan lontong sayur yang ia siapkan.


Tapi apa ini, Larissa yang berada dibalkon justru sedang makan lontong sayur.

__ADS_1


__ADS_2