Menikahi Putri Kaya

Menikahi Putri Kaya
BAB. 43 Mengantar Sarapan


__ADS_3

Karina bangun lebih awal dari biasanya dan kemudian turun kedapur meminta pelayan untuk menyiapkan sarapa yang akan dibawa Larissa ke rumah kost Reyhan.


Bukan hanya Karina yang bangun lebih awal melainkan Larissa juga, semenjak tinggal dirumah Reyhan yang disemarang ia sedikit terbiasa bangun pagi hingga terbawa dirumahnya.


Larissa sudah siap dengan dandannya dan ia bergegas mendatangi dapur. Gadis itu perlahan menuruni anak tangga dan dilihat olehnya Karina sudah berada didapur tengah menyiapkan sarapan yang hendak ia bawa kerumah kost Reyhan.


"Mom" panggil Larissa.


Karina segera menoleh pada Larissa.


"Ooh kamu sudah siap rupanya. Tunggu sebentar lagi selesai dimasak makanan untuk Reyhan" ucap Karina kemudian meminta Larissa menunggu.


"Iya mom, apa ada yang bisa aku bantu?" tanya Larissa.


"Tidak ada nak, kamu duduk saja disitu" titah Karina.


"Iya mom" jawab Larissa.


Gadis itu duduk dikursi meja makan dan menunggu Karina selesai menyiapkan makanan.


"Ini Rissa sudah selesai" ucap Karina kemudian menyerahkan paper bag berisi makanan pada putrinya.


"Iya mom, kalau begitu aku langsung saja antarkan ini ya" ucap Larissa.


"Apa kamu tidak sarapan dulu?" tanya Karina.


"Tidak mom, aku sarapannya dirumah Reyhan saja" jawab Larissa.


"Ya sudah kamu hati-hati ya nak" ucap Karina kemudian diangguki oleh Larissa.


Gadis itu bergegas menuju mobilnya dan bersiap melaju menuju rumah kost Reyhan.


Jalanan dipagi hari masih terlihat melenggang sehingga tidak membutuhkan waktu lama Larissa tiba dirumah kost Reyhan.


Tok tok tok


Larissa mengetuk pintu rumah tersebut namun tidak ada yang menjawab apa lagi membukakan pintunya. Gadis itu memegang handle pintu dan mencoba membukanya.


Ceklek.


"Tidak dikunci" gumam Larissa heran karena pintu rumah tersebut tidak dikunci tanda ada orang didalam rumah tetapi tidak ada yang menyahut saat ia mengetuk pintu.


Larissa melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah tersebut.


"Akhh!" teriak Larissa bersamaan dengan teriakan pria didepannya.


"Nona Rissa ngapain pagi-pagi kesini?" tanya Edwin sembari menutup dadanya.


"Kalian? Kalian sedang apa?" tanya Larissa sembari menutup matanyanya menggunakan telapak tangannya.


Terlihat olehnya sekilas Edwin yang menggunakan handuk karena baru keluar kamar mandi dan Adam hanya menggunakan kolor yang sangat pendek. Hanya Reyhan yang sudah menggunakan pakaian, pria itu segera merangkul Larissa agar tidak melihat pemandangan tersebut.


"Cepatlah kalian pakai baju" titah Reyhan pada kedua temannya.

__ADS_1


"Iya iya" jawab Edwin dan Adam bersamaan.


Edwin kemudian masuk kedalam kamar dan Adam masuk kedalam kamar mandi, setelah melihat kedua sahabatnya tidak ada lagi disitu Reyhan perlahan mengurai rangkulannya pada Larissa.


"Ada apa kamu datang pagi sekali?" tanya Reyhan.


"Apa kamu sudah baik-baik saja Rey?" tanya Larissa.


"Aku memang baik-baik saja" jawab Reyhan kemudian duduk dikursi meja makan.


Larissa mengikuti Reyhan dan ia juga ikut duduk disalah satu kursi disitu.


"Aku membawakan makanan untuk kamu dan yang lainnya sarapan" ucap Larissa kemudian meletakan paper bag tersebut dimeja makan.


Larissa membuka paper bag tersebut dan mengeluarkan isinya.


"Apa kamu sudah akan berangkat kerja Rey?" tanya Larissa.


"Tentu saja, memangnya kenapa?" tanya Reyhan.


"Ti-tidak apa-apa, kamu hati-hati lah bila berangkat kerja" jawab Larissa.


"Katakan lah bila ada yang ingin kamu katakan padaku" pinta Reyhan.


"Emm" ucap Larissa tertahan ia masih ragu untuk membicarakannya pada Reyhan.


"Katakan saja" pinta Reyhan.


"Kamu ingin aku antar?" tanya Reyhan balik.


"Eh?" ucap Larissa kikuk ia jadi malu dengan pertanyaan Reyhan.


"Tidak usah kamu jawab, aku akan mengantarmu" ucap Reyhan.


"Iya Rey" ucap Larissa setuju.


Setelahnya kedua orang tersebut tidak ada yang berbicara hingga Edwin dan Adam datang kemeja makan.


"Ayo kita sarapan bersama" ajak Reyhan pada Edwin dan Adam yang sungkan memakan makanan bawaan Larissa.


Adam dan Edwin menoleh pada Larissa meminta persetujuan gadis itu.


"Makanlah, aku bawa makanan banyak yang cukup untuk kita semua" ucap Larissa.


"Baik non" ucap Adam dan Edwin.


Mereka memulai makanannya dengan Reyhan yang mengambilkan makanan untuk Larissa, mereka terlihat sebagai pasangan yang serasi.


Kedua teman Reyhan jadi malu melihat kedekatan Larissa dan Reyhan, namun tidak diutarakannya. Mereka memilih fokus pada sarapannya.


Sarapan telah selesai mereka bekerja sama membersihkan bekas makannya dan berangkat kerja. Adam dan Edwin berangkat kerja lebih dulu dan meninggalkan Reyhan yang masih bersama Larissa.


Reyhan berjalan menuju tempat dimana ia memarkirkan mobilnya.

__ADS_1


"Rey pakai mobilku saja" pinta Larissa.


"Baiklah" ucap Reyhan mengurungkan niatnya membuka mobil, pria itu beralih menuju mobil Larissa dan menerima kunci dari gadis itu.


"Aku akan mengantarmu lebih dulu kebutik" ucap Reyhan.


"Iya Rey" ucap Larissa setuju.


"Apa kamu juga bawa suratnya?" tanya Reyhan.


Larissa terdiam sejenak, pasti surat yang Reyhan maksud itu adalah surat perjanjian nikah kontraknya, dengan berat hati ia menjawab.


"Iya Rey aku bawa" ucap Larissa yang diangguki oleh Reyhan.


Reyhan terus melajukan mobil Larisaa menuju butik Riris.


Mobil Larissa tiba di parkiran butik tersebut dan langsung disambut oleh Marcell yang sejak tadi menunggunya.


Marcell yang sejak tadi menunggu Larissa datang tersenyum merekeh melihat mobil Larissa memasuki parkiran butik. Namun senyuman pria itu memudar pasalnya Larissa datang bersama dengan Reyhan.


"Larissa!" panggil Marcell sesaat Larissa turun dari mobil.


Larissa mengacuhkan panggilan Marcell, ia dan Reyhan tetap berjalan beriiringan.


"Larissa tunggu!" panggil Marcell kemudian mencekal tangan Larissa untuk menghentikan langkah kaki gadis itu.


"Jangan sentuh dia!" ucap Reyhan tegas.


Ia tidak suka melihat Larissa disentuh pria lain. Bukannya melepaskan tangan Larissa, Marcell justru menarik gadis itu supaya mengikutinya.


Marcell terus menarik tangan Larissa menuju mobilnya tidak perduli dengan gadis itu yang merasakan kesakitan dan terus memberontak.


Bugh.


Reyhan tidak tahan melihat Marcell yang memperlakukan Larissa seperti itu sehingga ia menendang perut Marcell dari arah samping, dan spontan cekalan tangan Marcell pada tangan Larissa terlepas.


"Sudah aku katakan jangan sentuh dia!" ucap Reyhan dengan marah kemudian mengamankan Larissa.


Marcell yang merasa kesal pada Reyhan segera membalasnya namun secepatnya di hindari oleh Reyhan.


Prang.


Pukulan dari Marcell justru mengenai kaca jendela mobilnya sendiri.


"Belum kapok juga ya kamu berurusan denganku. Apa mau aku buat lehermu patah dulu baru kamu berhenti berurusan denganku?" tanya Reyhan.


"Ck!, jangan sok jagoan lo ya" ucap Marcell sembari tersenyum menyeringai.


Marcell kemudian memberikan isyarat pada anak buahnya yang sedang bersembunyi untuk keluar.


Terhitung ada sepuluh orang pria bertubuh tinggi dan kekar mendekati Marcell berbaris dibelakang tubuh pria itu.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2