Menikahi Putri Kaya

Menikahi Putri Kaya
BAB. 59 Jalan-jalan


__ADS_3

Larissa dan Reyhan memulai jalan-jalannya dengan mendatangi Rosengarten taman bunga dengan koleksi bunga mawarnya yang luar biasa indah.


Sepasang pengantin baru itu melewati pintu masuk taman bunga mawar itu dan langsung disuguhkan dengan keindahan bunga mawar disana yang tentunya disukai oleh banyak wanita.


Sejujurnya Reyhan tidak menyukainya namun ia mencoba untuk menyukai apa yang Larissa sukai. Pria itu mengikuti istrinya dari belakang yang berjalan lebih dulu didepan sana sembari memotret apa yang menurutnya bagus ia potret.


"Rey fotokan aku disini" pinta Larissa pada Reyhan.


Pria itu tak menjawab namun ia menerima kamera potret yang diberikan Larissa padanya.


Reyhan mengarahkan istrinya untuk mengambil posisi yang bagus dan cocok saat dipotret.


"Seperti ini?" tanya Larissa.


"Iya betul, aku hitung sampai tiga ya 1,2,3" ucap Reyhan.


Cekrek cekrek.


Kamera tersebut memotret Larissa yang cantik dengan suasana taman yang cantik juga hingga beberapa kali.


"Mana aku lihat" pinta Larissa.


Wanita itu merebut kamera potret yang dipegang Reyhan dan melihat foto hasil jepretan pria itu.


"Bagus sih tapi ko seperti ada yang kurang ya" gumam Larissa pelan sehingga Reyhan tak bisa mendengarnya.


Wanita itu beralih mengarahkan pandangannya kesekeliling taman itu dan ia melihat tak jauh dari tempatnya berdiri ada seorang fhotographer sedang memotret para pengunjung taman itu. Ia kemudian berjalan menghampiri photographer itu dan mengatakan hendak menyewa jasanya.


Reyhan hanya memperhatikan Larissa dari tempatnya berdiri, ia melihat Istrinya menghampiri seorang fhotographer lalu kembali lagi menghampirinya bersana fhotographer itu.


"Ayo Rey kita foto bersama" ajak Larissa.


"Iya" jawab Reyhan.


Photographer tersebut mengarahkan sepasang pengantin baru itu untuk mengambil foto. Lima buah foto berhasil didapatkan dengan hasil yang sangat baik. Fhotographer itu juga sangat senang memotret Reyhan dan Larissa karena ia tak perlu banyak mengarahkan keduanya sudah mendapatkan hasil gambar yang baik.


"Rey fhotonya bagus" ucap Larissa kegirangan.


"Bagus fhotonya atau orangnya?" tanya Reyhan dengan senyum yang menyebalkan bagi Larissa.


"Rey please! Jangan goda aku, nanti moodku rusak" ucap Larissa.

__ADS_1


Cup.


Bukannya menanggapi ucapan Larissa, Reyhan justru mengecup bibir wanita itu.


"Rey!" ucap Larissa sembari mendelikan matanya.


Suaminya ini benar-benar tidak tahu tempat, ia malu dicium ditempat umum seperti itu walaupun suaminya sendirilah yang menciumnya.


"Sudah tidak usah marah, ayo kita kesana" ajak Reyhan.


Pria itu kemudian menggandeng tangan Larissa dan mengajaknya untuk berkeliling melihat taman bunga mawar yang berada dilereng bukit dan sebrang sungai. Reyhan membawa kamera potretnya sembari merekam perjalanaan mereka berkeliling taman bunga mawar itu.


Seperti biasa ia kerap kali menggoda istrinya itu, bila tak membuat Larissa kesal rasanya Reyhan belum puas.


"Aww, sakit Rey" ucap Larissa.


Wanita itu dicubit pipinya oleh Reyhan karena sedari tadi dirinya direkam oleh Reyhan tidak mau tersenyum.


"Senyum mangkanya" ucap Reyhan.


"Begini" ucap Larissa sembari tersenyum lebar.


Kedua orang itu melanjutkan jalannya hingga mereka telah mengelilingi seluruhnya taman itu.


Reyhan melirik jam tangannya yang ternyata masih pukul 10 pagi waktu setempat.


Reyhan berinisiatif mengajak istrinya kesuatu tempat yang memang ingin ia datangi saat berlibur diswiss. Pria itu tidak memberi tahukan tujuan tempat yang akan didatangi mereka, a hanya mengatakan akan mengajak Larissa kesuatu tempat yang indah dan menenangkan.


Reyhan mengemudikan mobil yang disewanya khusus untuk mereka jalan-jalan selama ada di swiss.


"Kita mau kemana Rey?" tanya Larissa sesaat srltelah mereka sudah berada didalam mobil.


"Kamu akan tahu nanti" jawab Reyhan.


Sudah Larissa duga kalau pria itu tidak akan memberitahunya. Ia memilih mengeluarkan ponselnya kemudian membuka ponsel tersebut dan hendak melihat aplikasi hijau namun lebih dulu ponsel itu direbut oleh Reyhan.


"Ingat kita lagi bulan madu, jangan mainan ponsel" ucap Reyhan mengingatkan.


"Kamu ini menyebalkan sekali Rey" ucap Larissa dengan ketus.


Wanita itu kemudian mengalihkan pandangannya untuk melihat keluar jendela seolah-olah pemandangan dipinggir jalan itu lwbih menarik dibandingkan wajaj Reyhan. Selain mengalihkan pandangannya ia juga memilih diam dan tak berbicara dengan Reyhan.

__ADS_1


"Rissa, model rumah apa yang menjadi impianmu" tanya Reyhan.


Mendengar pertanyaan dari Reyhan wanita itu segera mengalihkan pandangannya menghadap pria tersebut. Ia bertanya-tanya dalam hati, kenapa Reyhan menanyakan hal itu padanya, apa dia akan membuatkan rumah atau Reyhan akan menyingkirkan dia dari rumah Cristian. Oh no! Itu tidak boleh terjadi, wanita itu segera bertanya balik pada Reyhan untuk mencari tahu alasan pria itu bertanya padanya.


"Memangnya kamu mau membuatkan aku rumah?" tanya Larissa.


Ia mengnggap Reyhan tidak akan mampu membelikan atau membuatkan rumah bila ia mengatakannya.


"Katakan saja rumah seperti apa yang kamu inginkan?" tanya Reyhan lagi.


"Aku mau rumah seperti rumah daddy dan mommy" ucap Larissa.


Reyhan menganggukan kepalanya tanda mengerti dengan ucapan Larissa. Ia akan mewujudkan itu semua pelan-pelan.


"Aku akan membuatkannya untukmu" ucap Reyhan.


"Tidak usah, lagi pula berapa sih gajimu Rey, kamu kan hanya bekerja sebagai staff mana mungkin kamu bisa membuatkan aku rumah seperti itu" ucap Larissa.


"Lihat saja nanti" ucap Reyhan.


Tidak terasa mereka sudah tiba ditujuan yakni air terjun yang terkenal dinegeri itu. Larissa turun lebih dulu barulah disusul Reyhan yang turun. Wanita itu tak menyangka kalau dirinya akan diajak ketempat itu membuatnya sangat bahagia.


Meski tadi sempat merasa keberatan diajak oleh Reyhan dan merasa kesal pada pria itu disepanjang perjalan belum lagi lamanya perjalanan membuat wanita itu semakin bad mood, namun setelah tiba ditempat itu membuatnya merasakan senang ia tak menyangka kalau Reyhan akan mengajaknya ketempat itu.


"Waahhh" ucap Larissa terkagum.


"Kamu suka?" tanya Reyhan.


Larissa tak menjawab namun ia menganggukan kepalanya. Keduanya mulai memasuki area air terju dengan saling bergandengan tangan.


Tak lupa juga mereka mengabadikan moment-moment seperti itu di kamera potret yang Reyhan bawa, mereka mengabadikannya dalam bentuk foto dan vidio.


Larissa dan Reyhan sesekali tertawa bersama karena meraskan kelegaan dihatinya tanpa ada yang mengganjal lagi. Keduanya juga sesekali saling tatap namun Larissa selalu saja lebih dulu memutuskan tatapan tu. Reyhan sudah bisa mencintai wanita disebelahnya itu kini ia tinggal berjuang membuat wanita itu mencintainya.


Cukup lama mereka berada diarea air terjun itu hingga tidak terasa mata hari mulai terbenam dan mereka kemudian memilih kembali kehotel yang tadi malam ia tinggali.


"Kita makan malam dulu ya" ajak Reyhan sesaat setelah melajukan mobilnya meninggalkan air terjun itu.


"Iya Rey" Jawab Larissa setuju.


Reyhan terus melajukan mobilnya dijalanan hingga akhirnya mereka menemukan sebuah restorant.

__ADS_1


__ADS_2