
Acara pengangkatan Reyhan menjadi CEO telah selesai. Karina pamit pulang lebih dulu karena ada acara arisan dengan teman-teman sosialitanya, sedangkan Larissa ia pamit hendak kebutik RIRIS karena sudah lama tidak mengungunjungi butik itu. Kedua wanita beda usia itu meninggalkan kantor dengan diantarkan oleh supir masing-masing.
Kini hanya tinggal Reyhan, Cristian, dan Gunawan yang berada diaula kantor sedangkan para direksi dan karyawan perusahaan sudah kembali ketempatnya masing-masing untuk melanjutkan pekerjaan mereka yang tertunda karena menghadiri acara penting perusahaan yakni pengangkatan CEO baru. Ketiga orang iti keluar dari aula kantor dan berkeliling untuk melihat semua isi gedung karena selama tiga tahun Reyhan bekerja dikantor itu, ia hanya tahu beberapa ruangan saja.
"Kita berkeliling saja untuk hari ini Rey" ucap Cristian.
"Baik dad" ucap Reyhan.
Ketiga orang tersebut kemudian berkeliling melihat isi ruangan-ruangan yang ada dikantor tersebut. Gunawan berjalan lebih dulu didepan Cristian dan Reyhan sembari menjelaskan ruangan-ruangan yang mereka datangi.
"Ini ruangan direktur keuangannya pak, ruangan ini diisi oleh pak Ridho sebagai direktur keuangan dan sekretarisnya Ayu yang berada diluar" ucap Gunawan.
Reyhan mengangguk, ia cukup mengenal pak Ridho karena tadi berkenalan dengannya dan beberapa kali bertemu saat meeting bersama.
"Apa kita perlu masuk Rey?" tanya Cristian.
"Tidak perlu dad kita lanjut saja" jawab Reyhan.
Cristian pun setuju, mereka akhirnya melanjutkan untuk berkeliling kantor menyapa karyawan yang dijumpainya hingga jam istirahat tiba. Cristian mengajak menantunya itu untuk makan siang bersama direstorant sekalian mereka menemui klien.
Kedua pria beda usia itu telah tiba di restorant, rupanya mereka sudah ditunggu klien sejak tadi.
"Maaf pak kami datang terlambat" ucap Cristian pada klien itu.
"Tidak apa-apa pak Cristian, pasti anda sibuk ya dengan pengangkatan menantu anda hari ini" ucap klien itu bernama Wira.
"Betul sekali pak, hari ini menantu saya sudah resmi menjadi CEO Darwin Properties dan saya baru saja mengajaknya berkeliling kantor utama untuk memperkenalkan perusahaan padanya. Perkenalkan juga ini Reyhan Anggara, menantu saya pak" ucap Cristian.
Wira mengangguk tanda mengerti dengan ucapan Cristian. Reyhan mengulurkan tangan lebih dulu pada Wira dan langsung disambut oleh pria paruh baya itu. Baru sekali Wira bertemu dengan Reyhan, ia sudah bisa merasakan jiwa kepemimpinan dari menantu Cristian itu.
Ketiganya kemudian makan siang bersama sembari membicarakan bisnis yang akan mereka sepakati.
__ADS_1
...****************...
Dikantor Royal Darwin.
Kantor itu adalah kantor dari perusahaan mendiang ayah Cristian dan Jhonatan yang sekarang dikelola oleh Jhonatan dan dipimpin oleh Dion.
Disana Jhonatan marah besar saat tau kalau dirinya tidak diundang dalam acara pengangkatan Reyhan, Jhonatan merasa dirinya sudah tidak dianggap saudara lagi oleh Cristian.
Padahal Cristian tidak mengundangnya karena Jhonatan bukan bagian dari perusahaan dan sama sekali tidak memiliki saham disana.
"Di!" panggil Jhonatan sedikit meninggikan suaranya padahal Dion berada diruangan yang sama dengannya.
"Iya dad" jawab Dion sembari menghampiri Jhonatan.
"Buat janji dengan om kamu kalau kita akan makan malam dirumahnya" titah Cristian.
"Baik dad" ucap Dion patuh.
"Maaf tante kalau Dion mengganggu" ucap Dion.
"Iya Di ada apa?" tanya Karina.
"Daddy, mommy dan Dion hendak makan malam dirumah tante malam ini" ucap Dion.
"Iya Di datang aja" ucap Karina.
Panggilan telepon akhirnya terputus, tak lupa juga Dion tadi mengucapkan terimakasih karena sudah mengizinkan keluarganya untuk berkunjung. Berbeda dengan Dion yang merasa senang karena keluarganya diperbolehkan untuk datang kerumah Cristian, Karina justru tidak menyukainya pasalnya setiap ia melihat Jhonatan dan Marisha ia jadi teringat dengan penderitaannya selama ini tapi ia tak enak hati untuk menolak keluarga adik dari suaminya itu.
...****************...
Setelah makan siang selesai Reyhan dan Cristian kembali kekantor mereka sudah menyepakati kerja sama yang diajukan oleh Wira tadi saat makan siang direstorant. Karena hari ini agendanya hanya jalan-jalan berkeliling kantor, tepat pukul tiga sore Reyhan memutuskan untuk meminta izin pada Cristian kalau dirinya ada keperluan dan tentu saja diizinkan oleh mertuanya tanpa banyak pertanyaan.
__ADS_1
Reyhan memilih mengendarai mobilnya seorang diri padahal Herman sedari tadi setia menunggunya dikantor. Pria itu melajukan mobilnya menuju rumah sakit besar dikota itu, ia hendak mendatangi psikiater untuk berkonsultasi mengenai traumanya itu. Ia ingin segera sembuh tanpa harus mengingat dengan kejadian tiga tahun yang lalu itu.
Reyhan menghentikan mobilnya diparkiran rumah sakit kemudian melangkahkan kakinya masuk kedalam bangunan itu dan mendaftarkan diri pada resepsionis kalau dirinya hendak berkonsultasi dengan psikiater.
Pria itu kemudian diarahkan oleh seorang perawat menuju ruangan Psikiater dan disinilah ia berdiri, tepat didepan ruangan itu.
Tok tok tok
"Masuk" ucap seseorang dari dalam ruangan itu.
Reyhan bergegas membuka pintu ruangan psikiater itu dan masuk kedalamnya kemudian duduk dikursi berhadapan dengan psikiater.
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya psikiater didepan Reyhan duduk dan bernama Laura.
"Saya ingin berkonsultasi" ucap Reyhan.
"Ceritakan apa yang ingin anda konsultasikan" titah Laura.
"Saya memiliki trauma akibat kecelakaan seseorang tiga tahun yang lalu" ucap Reyhan.
Pria itu kemudian menceritakan semuanya pada Laura mulai dari persahabatannya dengan Nayla lalu Nayla yang mengungkapkan perasaannya, kemudian Reyhan menolaknya dan akhirnya Nayla kecelakaan saat berlari karena kecewa dengan penolakan yang Reyhan ucapkan. Reyhan kemudian merasakan bersalah pada Nayla hingga pria itu kerap kali memimpikan kejadian-kejadian yang baru saja ia ceritakan pada Laura. Reyhan juga menceritakan bila traumanya kambuh ia kesulitan untuk menguasai dirinya. Namun akhir-akhir ini ia tidak lagi memimpikan itu, dan rasa bersalahnya pada Nayla sudah berkurang.
"Hal apa saja yang membuat trauma anda kembali muncul?" tanya Laura.
"Saya tidak bisa memastikannya, tapi bila saya pulang kekampung saya selalu mengingat kejadian itu tapi saya lebih sering memimpikan kejadian yang membuat saya trauma itu" jawab Reyhan.
"Apa saat ini anda sedang fokus pada sesuatu?" tanya Laura.
"Iya, saya baru saja menikah karena perjodohan dan saya sedang fokus membuat istri saya jatuh cinta pada saya" ucap Reyhan.
"Mendengar dari cerita yang anda sampaikan saya bisa menyimpulkan kalau anda sudah sembuh 90%, namun masih ada kemungkinan trauma itu akan kembali datang karena anda belum sembuh total. Saran saya alihkan terus fokus anda pada hal-hal yang anda inginkan seperti anda mencintai istri anda maka fokuslah mencintainya sehingga trauma itu akan menghilang dengan sendirinya karena fokus anda teralihkan" ucap Laura
__ADS_1