Menikahi Putri Kaya

Menikahi Putri Kaya
BAB. 92 YEAY, AKU BISA MASAK!


__ADS_3

Pagi ini Alena dan Elena ikut kekantor Reyhan. Sedangkan Larissa, ia bersama ibu mertuanya dirumah sembari belajar memasak.


Larissa akan memanfaatkan keberadaan ibu mertuanya, untuk membantu belajar memasak.


Reyhan dan dua adiknya tiba dikantor bertepatan dengan datangnya Adam dan Edwin. Kedua orang itu menyapa Reyhan. Tak lupa juga mereka menyapa Alena dan Elena.


Teman-teman Reyhan sudah mengenal Elena dan Alena saat pesta pernikahannya dengan Larissa saat itu.


Setelah menyapa adik dan kakak itu, Adam dan Edwin segera berlalu lebih dulu, masuk kedalam kantor untuk absen masuk kerja.


"Itu yang tadi teman-temannya mas Reyhan ya,?" tanya Elena.


"Iya El. Yang tadi itu namanya Adam sama Edwin. Kalau Satria sudah resign," jawab Reyhan.


"Ooh, pantesan aku nggak lihat dia," gumam Elena pelan, sehingga Alena dan Reyhan tidak bisa mendengar gumamannya.


"Kamu bicara apa El," tanya Reyhan.


"Eh, nggak ko mas, nggak ada" jawab Elena.


Ketiga orang itu kemudian melanjutkan langkah kakinya.


Reyhan melihat pada Alena. Gadis itu tidak seantusias Elena saat diajak kekantor oleh Reyhan. Berbeda sekali dengan Elena yang antusias pada perusahaannya.


Alena memang tidak menyukai dunia bisnis, karena cita-citanya sejak dulu adalah seorang pengajar.


Ketiga orang itu kini sudah tiba diruang kerja Reyhan. Alena dan Elena duduk disofa sedangkan Reyhan duduk dikursi kerjanya memulai apa yang sudah menjadi pekerjaannya.


"Teman mas Reyhan yang satunya kenapa resign,?" tanya Elena.


Sontak saja pertanyaan Elena, menghentikan tangan Reyhan yang sedang memeriksa laporan. Reyhan lalu menoleh pada Elena sembari mengernyitkan keningnya.


'Apa yang Elena maksud itu Satria? tapi kenapa dia menanyakan Satria?' batin Reyhan, namun tidak ia utarakan.


Bukan hanya Reyhan yang menoleh, melainkan Alena juga ikut menoleh pada saudara kembarnya itu.


"Maksud kamu Satria?," tanya Reyhan.


"Iya mas," jawab Elena.


"Dia nerusin bisnis keluarganya,"


Jawaban itu bukan Reyhan yang melontarkan melainkan Alena.


Saudara kembar Elena itu bisa tahu karena ia memang dekat dengan Satria.


Iyaa.. Seseorang yang sedang dekat dengan Alena itu Satria, sahabat dari Reyhan.


Jawaban dari Alena tentu saja mengejutkan Reyhan dan Elena. Dalam benak mereka bagaimana bisa Alena tahu tentang Satria.


Menyadari dirinya keceplosan, Alena segera mengklarifikasi.


"Ehemm. Maksudku, mungkin. Iya mungkin saja ngelanjutin bisnis keluarganya," ucap Alena, salah tingkah.

__ADS_1


Kedua saudara Alena itu menganggukan kepalanya. Mereka tidak menaruh curiga sama sekali pada jawaban Alena yang pertama.


"Iya memang benar El, Satria resign untuk melanjutkan bisnis keluarganya," ucap Reyhan.


"Oohh," jawab Elena.


Reyhan kemudian melanjutkan pekerjaannya, sedangkan Alena dan Elena mereka melihat-lihat isi ruangan kerja kakaknya. Salah satuny membaca buku yang ada disana.


Setelah puas melihat-lihat, kedua gadis kembar itu masuk kedalam kamar. Kamar itu adalah kamar dimana tempat Larissa beristirahat saat datang kekantor.


Kedua gadis kembar itu merebahkan tubuhnya diranjang kamar. Alena dan Elena sama-sama menatap langit-langit kamar tersebut.


"Al," panggil Elena.


"Iya El," jawab Alena.


"Aku menyukai seseorang," ucap Elena.


Ucapan Elena tentu saja mengejutkan Alena. Pasalnya selama ini, saudara kembarnya tidak terlihat menyukai seseorang.


"Siapa?," tanya Alena.


"Aku tidak bisa menyebutkan namanya. Hanya saja aku ingin sedikit cerita pada mu," jawab Elena.


Alena tak menjawab namun dirinya mendengarkan apa yang diceritakan oleh Elena.


Elena mulai menceritakan dirinya menyukai pria itu sejak pertama kali mereka bertemu. Saat ini ia hanya merasakan rasa suka pada pria itu.


Mendengar Elena mau berbagi cerita padanya, Alena akhirnya bercerita, bila dirinya juga menyukai seseorang yang tidak bisa ia sebutkan namanya.


Sama dengan Elena, Alena juga menyukai orang itu sejak pertama kali mereka bertemu. Namun berbeda dengan Elena yang harus berusaha mendekatkan diri pada pria itu.


Alena sudah dekat dengan pria yang ia sukai, hanya saja belum menjalin hubungan. Mungkin saja nanti setelah dirinya lulus sekolah.


"Al, kita ko jadi curhat ya. Kalau mas Reyhan dengar, bisa-bisa kita dijewer," ucap Elena.


Ha ha ha


Kedua gadis kembar itu tertawa bersama, hingga suara tawanya bisa didengar oleh Reyhan yang sedang bekerja.


Reyhan hanya menggelengkan kepalanya mendengar tawa dari adik-adiknya.


Ditempat berbeda, tepatnya didapur rumah Cristian.


Larissa sedang belajar memasak dengan Mayang. Ia akan membuat makanan kesukaan suaminya yakni seafood asam manis.


Wanita itu ingin mengerjakan seorang diri. Jadi ia meminta ibu mertuanya untuk duduk dan hanya mengarahkan dirinya untuk memasak.


Larissa sudah memotong semua bahan yang harus ia potong, lalu menumisnya.


"Tumis sampai harum ya nak," ucap Mayang.


"Nanti kalau sudah harum, baru kamu masukin seafoodnya," ucap Mayang lagi.

__ADS_1


Mayang hanya duduk dikursi sembari mengarahkan Larissa masak.


Sedangkan Larissa yang diberi arahan, menganggukan kepalanya kemudian mengikuti apa yang ibu mertuanya arahkan.


Sesekali juga ia bertanya pada Mayang, bila ia tidak mengerti dengan apa yang harus ia lakukan.


"Saos tiramnya berapa sendok bu?," tanya Larissa.


"Saos tiramnya nanti nak, kalau seafoodnya sudah dimasukan," jawab Mayang.


Larissa mengangguk lagi. Semua yang diarahkan Mayang sudah ia kerjakan sesuai dengan arahan.


Hingga akhirnya seafood asam manis buatan Larissa sudah matang. Wanita itu memasukan makanannya kedalam kotak bekal, lalu ia letakan diatas meja.


"Bu aku ganti baju dulu ya," ucap Larissa.


"Iya nak," ucap Mayang.


Wanita hamil itu bergegas menuju kamar dan berganti pakaian. Rencananya ia hendak mengantarkan makan siang untuk Reyhan kekantornya.


Cukup lama ia bersiap, dan akhirnya selesai juga dengan dandannya. Wanita itu kembali kedapur untuk mengambil bekal makan siang lalu segera berangkat kekantor Reyhan.


Setibanya didapur, Larissa bisa melihat Reyhan sudah duduk dimeja makan.


"Loh mas, sudah pulang?," tanya Larissa heran.


"Sudah sayang. Aku mau makan siang dirumah, sekalian ngantar Alena dan Elena pulang," jawab Reyhan.


"Aku padahal mau kekantor nganterin makan siang buat kamu mas," ucap Larissa.


"Tidak usah kekantor, aku makan disini aja," ucap Reyhan.


Larissa segera menyiapkan makanan untuk Reyhan. Menyendokan nasi dan seafood asam manis yang sudah masuk ketempat bekal.


Wanita hamil itu kemudian menyerahkan makanan yang ia siapkan untuk Reyhan, lal ikut duduk disebelah pria itu.


Reyhan yang mendapatkan makanan dari Larissa segera memakan dan mengunyah.


"Bagaimana mas rasanya?," tanya Larissa.


Reyhan menganggukan kepalanya sembari masih terus mengunyah makanan didalam mulutnya.


"Enak sayang," jawab Reyhan.


"Beneran?," tanya Larissa.


"Benar sayang, nih cobain," ucap Reyhan kemudian menyuapkan nasi dan seafood asam manis.


Larissa menerima suapan itu, lalu mengunyahnya.


Mengunyah perlahan sembari merasa-rasa lalu tersenyum merekeh.


"YEAY, AKU BISA MASAK!" teriak Larissa kegirangan.

__ADS_1


__ADS_2