
Hari keenam Larissa koma.
Larissa masih terbaring lemah dibrankernya ia perlahan membuka matanya melihat sekeliling ruangan tersebut dan ia melihat ada seorang pria berdiri didekat brankernya, pria itu adalah Reyhan.
"Rissa kamu sudah sadar?" tanya Reyhan, ia senang Larissa sudah membuka matanya dan sepontan mencium kening gadis itu.
"A-aku dimana?" tanya Larissa pelan.
"Kamu dirumah sakit. Sebentar ya aku panggilkan dokter dulu" ucap Reyhan kemudian memencet sebuah tombol yang terhubung keruangan dokter Daniel.
"Kamu siapa?" tanya Larissa.
Deg.
Reyhan terkejut Larissa tidak mengenalinya, ia jadi berfikir yang tidak-tidak.
"Rissa apa kamu tidak mengenaliku, aku ini Reyhan calon suamimu" ucap Reyhan.
Larissa terdiam ia sama sekali tidak mengingat pria didepannya.
Tidak lama kemudian pintu ruangan Larissa dibuka oleh dokter Daniel dan dua orang perawatnya.
"Kapan pasien membuka matanya?" tanya dokter Daniel pada Reyhan.
"Baru saja dok" ucap Reyhan.
"Apa dia sudah berbicara?" tanya dokter Daniel.
"Sudah dok, tapi dia tidak mengingat saya" ucap Reyhan.
"Baiklah, tolong anda tunggu diluar saya akan memeriksa kondisi pasien terlebih dahulu" ucap dokter Daniel.
"Baik dok" ucap Reyhan kemudian keluar dari ruangan itu.
Setiba diluar ia segera mengabari Cristian dan Karina kalau Larissa sudah sadar. Kedua orang tua Larissa segera datang kerumah sakit untuk melihat kondisi Larissa.
Tidak hanya orang tua Larissa yang diberi tahu kalau gadis itu telah sadar melainkan Mayang juga. Mayang sempat datang kejakarta untuk membesuk Larissa dihari kedua gadis itu kecelakaan. Mendengar calon mrnantunya sudah sadar tentu saja membuat Mayang senang pasalnya hari pernikahan Reyhan dan Larissa semakin dekat.
"Bagaimana kondisi Larissa Rey?" tanya Karina sesaat ia tiba dirumah sakit.
"Larissa masih diperiksa dokter mom" jawab Reyhan.
Tidak lama kemudian pintu ruangan tersebut dibuka oleh dokter Daniel.
"Bagaimana dok kondisi Larissa" tanya Karina.
"Kondisi pasien sudah sangat baik, Larissa telah sadar dari komanya hanya saja ia mengalami amnesia dan itu sebabnya Larissa tidak mengenali Reyhan bahkan orang-orang disekitanya" ucap dokter Daniel menjelaskan.
"Lalu kami harus bagaimana dok?" tanya Karina.
__ADS_1
"Pelan-pelan saja pihak keluarga bila ingin memperkenalkan dirinya pada Larissa" ucap dokter.
"Baik dok kami akan pelan-pelan memperkenalkan diri kami pada Larissa" ucap Karina.
Dokter Daniel mengangguk.
"Pasien akan kami pindahkan keruang rawat terlebih dahulu baru boleh dibesuk lagi" ucap dokter Daniel.
"Iya dok" ucap Karina sedangkan Reyhan dan Cristian sedari tadi hanya mendengarkan saja.
"Baiklah bila tidak ada yang ditanyakan lagi saya permisi" ucap dokter Daniel.
Dokter Daniel kemudian kembali keruangannya.
Larissa dipindahkan keruang rawat VVIP karena permintaan Cristian.
Reyhan beserta Karina dan Cristian masuk keruangan dimana Larissa dirawat. Dilihat oleh ketiganya Larissa sedang terbaring setengah duduk sembari melihat sekeliling kamar tersebut.
"Rissa" panggil Karina sembari mendekati Larissa dan ikut duduk dibranker gadis itu.
Larissa benar-benar tidak merasa dirinya bernama Larissa jadi ia hanya diam saja, sedangkan Karina ia kemudian menggenggam kedua tangan Larissa.
"Nama kamu Larissa Darwin, kamu biasa dipanggil Larissa kadang juga hanya dipanggil Rissa" ucap Karina dan sebelah tangannya membelai rambut panjang putri semata wayangnya.
"Saya ibu kamu Rissa, nama saya Karina Darwin, kamu biasa manggil saya dengan sebutan mommy" ucap Karina.
"Ini daddy kamu namanya Cristian Darwin dan ini calon suami kamu namanya Reyhan Anggara Kalian akan menikah sepuluh hari lagi" ucap Karina memperkenalkan Cristian dan Reyhan pada Larissa.
"Iya sayang, kamu pelan-pelan saja ya mengingatnya" ucap Karina.
Larissa mengangguk.
"Maaf bapak ibu, pasien harus segera istirahat" ucap perawat yang sedari tadi memang ada diruangan tersebut.
"Baik suster" ucap Karina.
"Nak kamu istirahat ya, mommy daddy dan Reyhan nunggu diluar" ucap Karina pada Larissa.
Larissa mengangguk kemudian ia dibantu oleh perawat untuk beristirahat.
Reyhan, Karina dan Cristian duduk dikursi tunggu diluar ruang rawat Larissa.
"Syukurlah Larissa sudah sadar, jadi kita tetap bisa melangsungkan pernikahan Reyhan dengan Larissa" ucap Karina.
"Tapi mom Larissa kan amnesia, apa dia tidak apa-apa menikah saat ia tidak mengingat apa-apa?" tanya Reyhan.
"Tidak apa-apa Rey lagi pula sebelum Larissa amnesia dia sudah setuju menikah denganmu" jawab Karina.
Reyhan mengingat sesuatu, sebelum Larissa mengalami kecelakaan Reyhan datang kebutik Riris bersama gadis itu untuk menandatangani surat perjanjian nikah kontrak antara dirinya dengan Larissa. Ia tidak bisa menyembunyikannya, hal itu akan ia beri tahu pada Larissa kalau dirinya dan gadis itu menikah kontrak selama 1 tahun.
__ADS_1
"Iya benar Rey Larissa sudah setuju" ucap Cristian meyakinkan Reyhan.
"Baiklah kalau begitu kita lanjutkan pernikahan ini mom, dad" ucap Reyhan.
"Oiya Rey, tadi kami dari kantor WO. Kami sudah memesan dekorasi untuk kalian menikah. Karena kemarin Larissa koma dan kamu menyerahkan persiapan pernikahan pada mommy, jadi mommy mengambil tema out door dan acara pernikahannya akan dilaksanakan dirumah saja dan untuk cateringnya mommy serahkan pada pihak WO karena ia bekerja sama dengan jasa catering untuk pesta pernikahan" ucap Karina.
"Iya mom, aku menurut saja " ucap Reyhan.
"Untuk gaun pengantin mommy memakai ukuran tubuh Larissa yang lama dan untuk tuxedonya sedang tahap pengerjaan mungkin tiga hari lagi selesai dan untuk cincin kawinnya sudah mommy pesan sesuai lingkar jari manis kamu dan Larissa" ucap Karina.
"Iya mom terimakasih, maaf kami yang mau menikah tapi mommy dan daddy yang direpotkan" ucap Reyan.
"No Rey! Kami senang bisa melakukannya untuk kalian, ya kan mas" ucap Karina kemudian bertanya pada Cristian.
"Iya Rey" ucap Cristian.
"Terimakasi mommy, daddy" ucap Reyhan
...****************...
Dirumah Jhonatan.
Dion baru pulang kerja karena seminggu terakhir ini diberi hukuman oleh Jhonatan mengerjakan pekerjaan dirinya dan juga pekerjaan direktur keuangan yang sedang cuti.
Ia menerima laporan dari salah satu temannya yang bekerja sebagai dokter dirumah sakit bahwa Larissa telah sadar dari koma. Laporan tersebut langsung ia sampaikan pada Jhonatan dan Marisha saat ia tiba dirumah.
"Mommy, daddy!" teriak Dion memanggil Marisha dan Jhonatan saat masuk kedalam rumah.
"Apa sih Di teriak-teriak?" tanya Marisha
"Mommy dan daddy sudah tahu belum kalau Larissa sudah sadar dari komanya?" tanya Dion.
"Apa! Larissa sudah sadar?" tanya Jhonatan dan Marisha bersamaan.
"Iya mommy daddy, Larissa sudah sadar ini aku dapat laporan dari temanku yang bekerja dirumah sakit itu" ucap Dion.
"Yahh mas, bagaimana ini pasti pernikahan Larissa dan Reyhan akan dilanjutkan" ucap Marisha.
"Kenapa sih anak itu pakai sadar segala, kenapa tidak koma selamanya atau sekalian saja meninggal" ucap Jhonatan.
"Daddy jangan bicara seperti itu, bagaimanapun Larissa itu tetap keponakan daddy" ucap Dion.
"Diam kamu Di! Urus saja perusahaan yang hampir bangkrut karena kinerja kamu yang buruk" ucap Jhonatan.
"Maaf dad" ucap Dion.
"Pikirkan bagaimana caranya agar pernikahan Larissa dan Reyhan batal" ucap Jhonatan pada Dion.
"Iya dad akan Dion pikirkan" ucap Dion.
__ADS_1
...****************...