Menikahi Putri Kaya

Menikahi Putri Kaya
BAB. 90 Kebetulan Bertemu


__ADS_3

Srekk.


Reyhan membuka gorden jendela kamar.


Bukan hanya gorden yang ia buka melainkan pintu balkon juga. Udara pagi yang sejuk, serta sinar matahari seketika masuk kedalam kamarnya.


Meski sinar matahari sudah masuk kedalam kamar, namun tidak dapat membangunkan Larissa yang sedang terlelap.


Wanita itu masih tertidur nyenyak dibalik selimut, tidak terusik sama sekali oleh silauan cahaya matahati.


Sedangkan Reyhan, ia sudah mandi dan berpakaian rapih. Rambut gondrongnya sengaja tidak ia cukur karena Larissa menyukai penampilan dirinya yang seperti itu.


Cup.


Reyhan mengecup bibir Larissa untuk membangunkan wanita itu.


"Sayang ayo bangun," ucap Reyhan.


Namun Larissa bahkan tidak terusik sama sekali oleh pergerakan dari Reyhan.


Digoyangkan lah tubuh Larissa oleh Reyhan, namun wanita itu tetap tidak terusik.


Cup.


Dikecup lagi bibir Larissa dan ia lumatt sedikit dalam.


"Eemm, aku masih ngantuk," ucap Larissa.


"Ini sudah jam 7, ayo kita sarapan," ajak Reyhan.


Larissa mengerjapkan matanya lalu perlahan ia duduk dan menyingkapkan selimut.


"Ya ampun aku lupa," ucap Larissa kemudian menutupi lagi tubuh polosnya dengan selimut.


"Mangkanya ayo mandi," ucap Reyhan.


"Iya mas" ucap Larissa.


Wanita itu kemudian turun dari tempat tidur dan segera masuk kedalam kamar mandi.


Rencananya hari ini mereka akan membeli baju hamil untuk Larissa.


Meski Larissa memiliki butik sendiri, namun dibutiknya belum menyediakan baju hamil. Jadi mereka akan pergi kemall untuk membeli baju tersebut.


Reyhan keluar dari kamar lebih dulu, ia menunggu Larissa diruang keluarga sembari menikmati secangkir kopi dan siaran televisi.


Ting


Suara notif diponsel Reyhan berbunyi. Pria itu segera membukanya dan ia lihat ada pesan dari ibunya.


Dibukanya pesan itu. Mayang memberi tahukan Reyhan kalau dirinya dan adik kembar Reyhan akan berkunjung. Menghabiskan waktu liburan sekolah dijakarta.


Mayang juga meminta agar Reyhan mulai mencarikan rumah untuk mereka. Karena setahun lagi adik kembarnya akan lulus sekolah dan rencananya akan berkuliah dijakarta.

__ADS_1


"Mas," panggil Larissa yang menghampiri Reyhan.


"Ayo sarapan," ajak Reyhan.


Larissa mengangguk. Kedua orang itu kemudian berjalan bersama menuju meja makan.


Sesampainya disana, kedua orang itu duduk dan mulai memakan sarapannya.


"Ibu dan adik-adiku akan kesini," ucap Reyhan disela-sela mereka menikmati sarapannya.


"Kapan mas?," tanya Larissa.


"Hari ini, dan mungkin sore ini mereka sudah sampai dirumah," ucap Reyhan.


"Benarkah mas. Waahh senangnya. Kalau ada ibu dan adik-adik mu dirumah, aku tidak ikut kamu kekantor ya mas," ucap Larissa.


"Iya sayang terserahmu saja," ucap Reyhan.


Kedua orang itu kemudian menghabiskan sarapannya yang terlambat hampir satu jam lamanya.


Setelah menghabiskan sarapan, keduanya kembali kekamar dan bersiap untuk pergi kemall.


10 menit waktu yang mereka habiskan untuk bersiap, dan akhirnya mereka berangkat menuju mall terbesar dikota itu.


Butuh waktu satu jam untuk mereka tiba dimall terbesar itu. Larissa mulai melangkahkan kakinya masuk kedalam mall bersama Reyhan yang mendampinginya.


Baru masuk kedalam mall ia sudah dipertemukan dengan Edwin yang bersama seorang wanita cantik.


"Win disini juga?," tanya Reyhan.


Larissa dan Reyhan kemudian berkenalan dengan Mona. Larissa tidak mengenal wanita itu, namun Mona mengenal Larissa karena memang rumah mereka berada dikompleks yang sama hanya jaraknya cukup berjauhan.


"Kamu tinggal dikompleks itu juga?," tanya Larissa.


"Iya Riss, papah aku beli rumah dikompleks itu. Itu kompleks properti milik pak Cristian kan?," ucap Mona, kemudian bertanya.


"Iya Mon. Itu milik daddyku," ucap Larissa.


Keduanya tidak banyak bercerita, hanya saling sapa dan bertukar nomor ponsel.


Mereka kemudian berpencar, karena yang dicarinya berbeda. Larissa mencari pakaian hamil sedangkan Mona mencari pakaian kantoran.


Larissa mengajak Reyhan untuk memasuki butik pakaian ibu hamil. Disana ada banyak pilihan baju hamil. Dari mulai harga 200 ribuan hingga harga 2 jutaan.


"Pilih mana saja yang kamu suka," ucap Reyhan.


Larissa mulai memilih baju tersebut. Ia ambil satu dari semua model baju hamil dan kemudian membayarnya.


"Bajunya kirimkan langsung kerumah ya mba," ucap Larissa yang disetujui oleh karyawan butik itu.


Cukup lama mereka dibutik itu, karena banyaknya pakaian yang dibeli oleh Larissa.


Larissa kemudian mengajak Reyhan ketoko buku untuk mencari buku yang berkaitan dengan kehamilannya.

__ADS_1


"Buku apa yang ingin kamu cari?," tanya Reyhan sembari mereka berjalan menuju toko buku.


"Aku mau nyari buku cara menjadi ibu yang baik," jawab Larissa.


Reyhan seketika tersenyum mendengar jawaban Larissa. Ia beranggapan Larissa benar-benar menantikan kehadiran anak mereka hingga segala sesuatunya dipersiapkan lebih dulu.


Sepasang suami istri itu akhirnya tiba ditoko buku. Larissa masuk lebih dulu dan Reyhan mengikuti dari belakangnya.


Dicarilah buku tersebut oleh Larissa. Wanita itu bahkan menyusuri setiap rak buku yang ada ditoko buku itu. Banyaknya buku disana membuat Larissa kesulitan mencarinya.


"Dimana ya mas bukunya?," tanya Larissa pada Reyhan.


"Sebentar, aku tanyakan sama penjaganya," ucap Reyhan.


Pria itu kemudian menghampiri penjaga toko buku dan segera mengatakan buku apa yang ia cari.


Penjaga toko tersebut menunjukan Reyhan dimana letak buku yang ia cari dan akhirnya ditemukan juga.


"Apa buku ini yang lagi kamu cari?," tanya Reyhan.


"Iya mas benar," jawab Larissa dengan senang.


Di rak buku sebelah Reyhan dan Larissa berada rupanya ada Rani dan Adam yang sedang mencari buku mata kuliah yang dibutuhkan olehbRani.


Kedua orang itu mendengar suara Reyhan dan Larissa lalu berinisiatif menghampiri sepasang suami istri itu.


"Rey kamu disini juga?," tanya Adam.


"Eh, Adam. Iya nih, aku lagi nemanin Larissa nyari buku. Kalau kamu?," jawab Reyhan, kemudian gantian bertanya.


"Ini aku lagi nganter Rani," jawab Adam.


Tidak lama kemudian Rani muncu dari balik punggung Adam. Rani menganggukan kepalanya pada Reyhan dan Larissa.


Reyhan dan Larissa membalas anggukan kepala dari Rani. Mereka akhirnya menuju kasir dan membayar buku masing-masing yang mereka beli.


Adam dan Rani pamit untuk pulang lebih dulu. Sedangkan Larissa dan Reyhan menuju restorant yang ada dimall itu untuk makan siang.


Restorant tersebut berada dilantai paling dasar bagian mall itu. Reyhan menggandeng tangan istrinya untuk menaiki eskalator dan turun kelantai 1.


Setibanya disana mereka segera menuju restorant itu dan mencari tempat duduk yang kosong disana.


Reyhan dan Larissa sama-sama mengedarkan pandangannnya mencari tempat kosong, hingga mereka melihat Risty dan Dion sedang makan bersama.


Dihampirilah Dion dan Risty oleh sepasang suami istri itu.


"Hai Di, hai Ris. Kalian disini juga?," tanya Larissa.


"Eh Rissa, Reyhan. Ayo duduk, kita makan siang bersama," ucap Dion.


Sepasang suami istri itu ikut duduk bersama Dion dan Risty yang kebetulan bertemu dimall.


Dion menceritakan pada Reyhan dan Larissa bila dirinya sudah kembali dengan Risty, alias balikan.

__ADS_1


Hal itu tentu saja membuat sepasang suami istri itu turut senang.


__ADS_2