Menikahi Putri Kaya

Menikahi Putri Kaya
BAB. 36 Mempertahankan Ego


__ADS_3

Reyhan telah duduk lebih dulu dikursi setelah memesan 2 porsi nasi dan juga ayam goreng beserta lalapannya serta 2 gelas es jeruk. Larissa datang menghampirinya dan berdebat dengannya.


"Kenapa kita makan disini Rey?" tanya Larissa dengan kesal.


Lagi-lagi Reyhan sesuka hatinya bila mengajak dirinya makan.


"Memangnya salah bila makan disini?" tanya Reyhan.


"Rey disini tidak cocok dengan seleraku, disini tempatnya juga kotor" ucap Larissa mengecilkan suaranya takut terdengar oleh pemilik warung makan.


"Biasakan dirimu dengan semua ini Rissa karena sebentar lagi kita akan menikah" ucap Reyhan.


"Aku menikah dengan mu itu karena terpaksa Rey, kalau bukan karena daddy aku juga tidak sudi" ucap Larissa masih mempertahankan egonya padahal sebetulnya ia sudah mulai mencintai pria didepannya itu.


"Terserah apapun alasannya kamu tetap akan menjadi istriku dan biasakan lah dengan hal-hal kecil seperti ini" ucap Reyhan dengan tegas.


Larissa mengerucutkan bibirnya meski hatinya tak suka tapi ia tetap menurut, ia duduk dikursi dihadapan Reyhan sehingga posisi mereka saling berhadapan.


Gadis itu masih mempertahankan wajah tak sukanya sembari memainkan ponselnya namun wajah cemberutnya justru membuat perhatian Reyhan tertuju padanya. Larissa terlihat imut bila sedang marah seperti itu.


"Senyum lah" pinta Reyhan membujuk.


Larissa menatap Reyhan sekilas kemudian tatapannya beralih pada ponsel yang sedang ia gunakan.


Tidak lama kemudian datanglah pelayan dengan membawa pesanan dari Reyhan dan meletakan dimeja.


"Silahkan mas, mba" ucap pelayan mempersilahkan.


"Terimakasih mba" jawab Reyhan yang diangguki pelayan tersebut kemudian meninggalkan Reyhan dan Larissa.


"Ini makan lah" ucap Reyhan, ia jadi teringat saat makan mie ayam pertama kali bersama Larissa diwarung mang Agus. Tingkah Larissa sekarang hampir sama seperti saat itu.


Reyhan meletakan satu porsi makanan dan minuman didepan Larissa namun gadis itu tidak mengindahkannya.


"Makanlah disini Rissa, nanti pulang kerumah tidak ada makanan karena ibu dan mommy kan sedang ada ditoko" ucap Reyhan.


"Aku tidak mau" jawab Larissa masih mempertahankan egonya padahal dirinya juga sangat lapar.


"Terserahmu saja lah" ucap Reyhan.


Larissa terperangah kenapa Reyhan tidak melanjutkan membujuknya untuk makan dan justru mengatakan terserah, namun ia pura-pura tak perduli, ia masih melanjutkan memainkan ponselnya dengan asal. Sebenarnya sedari tadi ia memainkan ponselnya itu hanya memainkan asal agar terlihat mengacuhkan Reyhan.


"Mba!" panggil Reyhan pada pelayan.


"Iya mas" jawab pelayan itu dan segera menghampiri.


"Makanan yang ini tolong bungkuskan saja mba" pinta Reyhan sembari menunjuk makanan dihadapan Larissa.

__ADS_1


"Baik mas" ucap pelayan tersebut dan mengambil makanan Larissa yang sama sekali belum ia sentuh.


Mendengar permintaan Reyhan pada pelayan untuk membungkuskan makanannya, Larissa tersenyum namun cepat-cepat ia tahan senyumannya itu agar tidak terlihat oleh Reyhan.


Ia senang meski tadi sempat kecewa karena Reyhan tidak lagi membujuknya untuk makan namun Reyhan tetap perhatian dengan meminta pelayan membungkuskan makannannya. Ia akan memakannya saat nanti tiba dirumah ucapnya dalam hati.


Meski senyuman Larissa sekuat tenaga ia tahan namun masih bisa dilihat oleh Reyhan kalau gadis didepannya sedang tersenyum-senyum sendiri.


"Kamu kenapa senyum-senyum begitu?" tanya Reyhan kemudian menyuapkan makanannya kedalam mulut.


"A-aku? Senyum-senyum, mana ada" elak Larissa gugup karena tertangkap basah dirinya sedang tersenyum.


"Itu buktinya" jawab Reyhan.


"Tidak" elak Larissa tetap tidak mau mengakuinya pada Reyhan.


Reyhan mengangguk ia sedikit banyaknya sudah tau sifat dan sikap Larissa. Reyhan kemudian menghabiskan makanannya dan meminum minumanya hingga habis dan bertepatan dengan pelayan yang mengantarkan makanan Larissa yang ia minta dibungkus.


Reyhan bangkit dan membayar semua makanan dan minuman yang ia pesan tadi kemudian mengajak Larissa untuk pulang.


"Ayo pulang" ajak Reyhan dan diangguki oleh Larissa.


Keduanya kembali menaiki motor matic yang sejak tadi Reyhan kendarai. Larissa tidak lagi memeluk Reyhan dengan erat seperti tadi, ia hanya memegang pinggang Reyhan untuk pegangan.


Tidak terasa mereka sudah memasuki halaman rumah Reyhan dan pria itu segera mematikan sepeda motornya.


Larissa membuka pintu rumah Reyhan karena memang dialah yang memegang kuncinya.


"Mas Reyhan!" panggil gadis itu.


Larissa yang sudah membuka pintu dan hendak masuk langkahnya terhenti saat ada seseorang memanggil Reyhan yang membuat dirinya sedikit panas.


"Iya" jawab Reyhan.


"Mas Reyhan kapan datang?" tanya gadis itu lagi.


Larissa semakin kepanasan karena cemburu, ia juga penasaran siapa gadis itu kenapa menyapa Reyhan begitu akrab seolah-olah mereka cukup dekat.


"Kamu siapa ya?" tanya Reyhan.


"Ppttt" Larissa menahan tawanya, ia sepontan ingin menertawakan gadis yang menyapa Reyhan dengan sok dekat jangankan dekat Reyhan bahkan tidak mengenalnya.


Gadis yang menyapa Reyhan itu melirik sinis pada Larissa yang ingin menertawainya.


"Saya Dewi mas adik kelas mas Reyhan satu tahun" ucap Dewi.


"Dewi?" tanya Reyhan sembari mengingat-ingat namun tetap tidak mengenalnya.

__ADS_1


"Iya mas aku Dewi" jawab Dewi.


"Maaf tapi aku tidak ingat" ucap Reyhan.


"Hahaha" Larissa tertawa kencang menertawai Dewi yang sok kenal sok akrab dengan Reyhan namun tidak diakui oleh pria itu.


Dewi semakin kesal dengan Larissa karena dirinya seperti diejek oleh gadis itu.


"Iya mas tidak apa-apa. Mas Reyhan kapan datang?" tanya Dewi.


"Kemarin" jawab Reyhan singkat.


"Lalu dia siapa mas?" tanya Dewi menunjuk pada Larissa yang berdiri diambang pintu.


Pandangan Reyhan mengikuti arah telunjuk Dewi yang mengarah pada Larissa.


"Dia calon istriku" ucap Reyhan.


Larissa tersenyum mengejek kearah Dewi. Baru kali ini dia merasa senang saat Reyhan mengklaim dirinya sebagai calon istrinya.


"Mas Reyhan mau nikah?" tanya Dewi dengan tercekat dia kecewa mendengar kabar itu bahkan ia dengar sendiri langsung dari mulut Reyhan.


"Iya tiga minggu lagi" ucap Reyhan.


"Kalau begitu selamat ya mas semoga nanti mas Reyhan dan calon istrinya menjadi keluarga yang SAMAWA" ucap Dewi.


"Amin" jawab Reyhan.


"Kalau begitu saya permisi ya mas" pamit Dewi.


"Iya" jawab Reyhan.


Dewi kemudian pergi dari rumah Reyhan dan pria itu bergegas masuk kedalam rumah.


"Yang tadi itu siapa kamu Rey?" tanya Larissa saat keduanya sudah sama-sama masuk kedalam rumah.


"Aku tidak mengenalnya tapi dia bilang adik kelasku mungkin saja iya" jawab Reyhan.


"Sepertinya dia menyukaimu Rey" ucap Larissa.


"Biarkan saja, lagi pula aku sudah akan menikah denganmu" ucap Reyhan kemudian berjalan menuju sofa panjang dan merebahkan tubuhnya disana.


"Rey aku tadi melihatmu memperhatikan keluarga Arka anak kecil yang tadi bersamaku dipantai" ucap Larissa.


"Lalu?" tanya Reyhan.


"Apa kamu menginginkan saat kita menikah bisa memiliki anak dan bahagia seperti mereka?" tanya Larissa.

__ADS_1


Reyhan tersenyum getir, pertanyaan Larissa tepat sekali mengenai tujuannya untuk menikah namun ia lebih memilih tak menjawab dan kemudian memejamkan matanya.


...****************...


__ADS_2