
Berbeda dengan ketiga teman Reyhan yang sudah bebas, Marcell dan kawan-kawan justru masih ditahan.
Liam dan Andre sedang diurus kebebasannya oleh keluarga masing-masing sedangkan Marcell dan Dion kedua orang itu masih menunggu keluarganya datang.
"Kami duluan ya Marcell, Dion" ucap Liam dan Andre bersamaan namun tidak ditanggapi oleh kedua orang yang dipamiti itu.
"Gimana Di, apa om Jhon belum datang juga" tanya Marcell.
"Belum Cell" ucap Dion.
"Om Jhon mau bebasin gue juga kan?" tanya Marcell.
"Nggak tahu Cell" ucap Dion.
Dion sudah menduga kalau dirinya akan dimarahi oleh daddynya itu karena selalu membuat masalah.
"Daddy pasti marah besar" gumam Dion.
"Maaf ya Di gara-gara bantuin gue, lo jadi kena masalah" ucap Marcell yang diangguki oleh Marcell.
Keduanya masih duduk dilantai sel sembari bercerita. Marcell mengatakan pada Dion kalau dirinya berencana ingin membawa pergi Larissa dari sisi Reyhan tapi tentu saja ia perlu bantuan teman-temannya termasuk Dion.
"Gue nggak tau bisa bantu lo apa nggak Cell. Gue juga nggak yakin itu akan berhasil" ucap Dion.
"Gue harap akan berhasil dan gue akan bawa Larissa kesingapura buat gue nikahin dia disana" ucap Marcell.
"Yang bener aja lo Cell, Larissa itu udah nikah dan sekarang lagi hamil. Mana bisa lo nikahin begitu" ucap Dion.
Dion geleng-geleng ia tak habis pikir, bisa-bisanya Marcell punya pikiran seperti itu.
"Lo jangan khawatir Di, pokoknya lo bantuin gue aja buat bawa Larissa pergi" ucap Marcell.
Dion tak menjawab ia tak mau membuat masalah lagi. Masalah dirinya ditahan saja belum selesai dan sekarang Marcell sudah membicarakan rencana lainnya.
"Ada yang ingin bertemu dengan kalian" ucap polisi yang menjaga Dion dan Marcell sehingga keduanya menghentikan pembicaraan.
"Iya pak" jawab Dion.
Kedua orang itu dibukakan pintu sel oleh polisi yang menjaganya dan diantarkan menemui seseorang yang ingin bertemu dengan mereka.
Rupanya yang ingin bertemu dengan Dion dan Marcell adalah Jhonatan yang datang bersama dengan pengacara keluarga Marcell. Pengacara tersebut diminta oleh Marco untuk membebaskan Marcell.
"Kenapa kalian bisa ditahan?" Tanya Jhonatan.
__ADS_1
"Maaf dad_" jawab Dion namun terpotong karena Marcell lebih dulu berbicara.
"Maaf om, ini salah saya. Dion hanya membantu saya melawan teman-teman Reyhan" ucap Marcell.
"Memangnya apa masalahmu dengan teman-teman Reyhan itu?" tanya Jhonatan.
Marcell kemudian menceritakan kalau dirinya itu mantan kekasih Larissa dan masih mencintai wanita itu. Ia juga menceritakan kalau tadi dirinya sedang makan siang bersama Larissa dan ketiga temannya namun datang Reyhan dan kawan-kawan sehingga terjadi keributan disana.
"Baiklah daddy terima alasan temanmu itu Di" ucap Jhonatan.
Pria itu dan pengacara keluarga Marcell kemudian mengurus kasus tersebut dan akhirnya selesai. Kini Marcell dan Dion sudah bebas dan diperbolehkan untuk pulang.
Meski Jhonatan mengatakan menerima alasan Marcell namun rasa kesalnya pada Dion tetap ada.
Bugh.
"Akkhh" ucap Dion.
Setibanya dirumah Jhonatan memukul Dion diwajah putranya itu.
"Mass!" panggil Marisha.
"Selalu saja bikin masalah!" ucap Jhonatan.
"Maaf dad" ucap Dion sembari memegangi rahangnya yang dipukul Jhonatan.
Dion terkejut selama ini ia merasa terpaksa mengelola perusahaan tapi mendengar perusahaannya akan dikelola oleh orang lain ia juga tidak terima.
"Lalu siapa yang akan menjadi CEO nya dad?" tanya Dion.
"Tentu saja Reyhan Di" jawab Jhonatan.
"Apa! mana bisa seperti itu dad" ucap Dion tidak terima.
"Semuanya sudah terlambat Di, karena hanya Om kamu yang bisa membantu dan dia maunya seperti itu" ucap Jhonatan
Pria itu kemudian menceritakan semuanya pada Dion dan Marisha perihal kemarin setelah mengadakan rapat dengan para pemegang saham dan ditinggal pergi oleh Dion, Jhonatan segera menghubungi Cristian. Ia terpaksa menceritakan kondisi perusahaan pada sang kakak dan meminta bantuannya untuk menanam saham diperusahaannya.
"Lalu om Crist setuju tapi dengan syarat perusahaan dikelola oleh Reyhan begitu dad?" tanya Dion.
Jhonatan mengangguk untuk menanggapi pertanyaan Dion.
"Kita akan bekerja dibawah mereka untuk sementara waktu Di, tapi itu tidak akan lama karena kita akan merebut kembali perusahaan itu agar menjadi milik kita lagi. Jadi daddy minta kerja samanya denganmu, kamu jangan lagi buat ulah dan mengecewakan daddy!" ucap Jhonatan tegas.
__ADS_1
Dion mengangguk, ia jadi teringat dengan Larissa yang sedang hamil dan kemudian pria itu memberitahukan mommy dan daddynya.
"Apa! Larissa hamil?" tanya Jhonatan dan Marisha bersamaan.
"Iya daddy mommy, aku kemarin lihat sendiri dia datang kerumah sakit dan menemui dokter kandungan untuk memeriksakan kehamilannya" ucap Dion.
Jhonatan dan Marisha saling pandang. Ia tak menyangka kalau keponakannya akan hamil secepat itu, dan pasti kehamilan Larissa akan menjadi penghalang untuk mereka mengambil alih perusahaan.
"Bagaimana ini mas Larissa hamil dan kakakmu itu akan mempunyai penerus?" tanya Marisha dengan khawatir.
"Entahlah aku pusing" jawab Jhonatan.
Pria itu memilih untuk pergi dari ruang tamu dan menuju kamarnya karena merasa kepalanya begitu sakit.
"Apa aku harus jalankan rencana itu ya" gumam Marisha sendiri setelah kepergian Jhonatan.
"Mommy bicara apa?" tanya Dion karena dia tidak mendengar gumaman dari Marisha.
"Eh, tidak. Mommy mau nyusul daddy kamu kekamar" ucap Marisha.
Wanita itu berlalu meninggalkan Dion yang belum menjawab dan segera masuk kedalam kamar
Ceklek.
Marisha masuk kekamar dan lansung melihat suaminya itu sedang memijit kepalanya yang terasa sakit, belum selesai satu masalah tapi sudah datang masalah lainnya.
"Mas Jhon jangan khawatir, aku punya untuk menyingkirkan Larissa dan calon anaknya" ucap Marisha.
"Apa itu?" tanya Jhonatan.
Marisha kemudian membisikan sesuatu ditelinga Jhonatan dan membuat pria itu tersenyum menyeringai.
Cup.
"Istriku benar-benar pintar" ucap Jhonatan setelah memberi kecupan dikening Marisha.
Jhonatan dan Marisha sejak dulu ingin menguasai seluruh harta keluarganya termasuk perusahaan yang dibangun oleh Cristian sendiri.
Jhonatan senang saat tahu kalau Larissa tidak ingin meneruskan bisnis Cristian oleh sebab itu Jhonatan menjadikan Dion sebagai penerus perusahaan Royal Darwin sedangkan dia akan merayu sang kakak agar menjadi penerus perusahaan Cristian.
"Kita kerjakan rencana ini mulai besok mas" ucap Marisha.
"Oke sayang" ucap Jhonatan setuju.
__ADS_1
Kedua orang itu benar-benar serakah, mereka ingin menguasai segalanya hingga menganggap Reyhan dan Larissa adalah penghalang tujuannya.
Tadinya bila Reyhan berkenan bekerja dengannya maka dianggap kawan namun Reyhan dengan tegas menolaknya sehingga kini Jhonatan menganggapnya sebagai lawan.