
Reyhan makan siang seorang diri, tadi ia meminta Larissa untuk menemaninya tapi wanita itu justru mual dan muntah saat mencium bau masakan jadi Larissa diminta Reyhan untuk beristirahat saja.
Melihat majikannya makan seorang diri bi Lia yang sedang mengepel segera menghampiri Reyhan.
"Non Rissa nggak makan lagi den?" tanya bi Lia.
"Apa makanan tadi pagi yang aku siapkan dikamar tidak dimakan Larissa bi?" tanya Reyhan.
"Sama sekali tidak ada yang dimakan den, tuh makanannya" ucap bi Lia sembari menunjuk makanan yang masih berada dinampan dan diletakkan dimeja dapur.
Reyhan mengangguk, setelah selesai makan siangnya ia akan membawa makanan untuk Larissa ke kamarnya. Pria itu kemudian melanjutkan kembali makan siangnya hingga habis dan bergegas menyiapkan makanan untuk Larissa kemudian ia bawa kekamar.
Ceklek.
Reyhan membuka pintu kamar dan melihat Larissa yang sedang duduk bersandar diranjang sembari melihat ponselnya.
"Kata bi Lia sarapan yang aku siapkan tadi pagi tidak kamu makan" ucap Reyhan sembari melangkah masuk kedalam.
Larissa yang tadinya duduk tenang sembari melihat ponselnya segera menutup hidungnya karena mencium bau masakan yang Reyhan bawa.
"Bawa pergi makanan itu Rey, aku tidak suka baunya" Titah Larissa.
"Kamu belum makan Rissa, ayo makan dulu" ucap Reyhan.
"No! Aku tidak mau. Kamu bawa makanan itu pergi atau aku yang pergi dari kamar" ucap Larissa.
"Oke aku akan bawa makanan ini untuk pergi, tapi katakan dulu kamu ingin makan apa" ucap Reyhan.
Larissa terdiam sebenarnya ia ingin makan rujak tapi bila ia mengatakannya maka ia akan ketahuan bila sedang mengandung dan akhirnya ia menjawab tidak ada. Larissa akan memesan makanan melalu ojol nanti setelah Reyhan tidak ada dirumah.
Reyhan mengalah ia membawa makanannya kembali kedapur tak lupa juga ia berpamit pada Larissa kalau dirinya akan kembali kekantor dan pulang terlambat karena ada meeting.
"Huhh, akhirnya pergi juga si Reyhan" ucap Larissa.
Wanita itu berdiri disebelah jendela balkon dan melihat mobil Reyhan keluar dari pagar rumah.
Larissa kemudian memesan makanan melalui ojol dan membeli beberapa buku panduan kehamilan secara online.
Tak lama kemudian barang pesanan Larissa telah tiba.
Ting tong.
Bell rumah berbunyi karena ditekan oleh ojol dan kurir pengantar pesanan buku Larissa.
__ADS_1
"Cari siapa pak?" tanya bi Lia karena ia yang membukakan pintunya.
"Ini ada paket atas nama Larissa" ucap kurier tersebut.
Bi Lia kemudian menghampiri Reyhan yang baru saja menutup panggilan telepon. Rupanya Reyhan tidak jadi kembali kekantor, ia juga membatalkan meetingnya karena ingin merawat Larissa yang sedang sakit. Pria itu meminta Herman untuk menservice mobilnya kebengkel.
"Den ini ada paket atas nama non Larissa dan ada pesanan makanan juga" ucap bi Lia.
Mendengar perkataan bi Lia, Reyhan segera menghampiri kurier tersebut. Ia lebih dulu mengambil makanan yang dipesan oleh Larissa kemudian membayarnya. Pria itu membuka kantong keresek itu dan dilihatnya ada rujak didalamnya.
Setelah itu barulah ia dihampiri oleh kurier dari toko buku.
"Silahkan tanda tangan disini pak" ucap kurier buku.
Reyhan mengangguk kemudian menandatangani serah terima paket tersebut.
"Ini isinya apa pak?" tanya Reyhan.
"Isinya buku pak, silahkan dibuka saja. Kalau begitu saya permisi pak" ucap kurier tersebut kemudian pergi.
Reyhan penasaran dengan isi paket itu tapi ia mamilih untuk tidak membukanya khawatir itu hal privasi istrinya. Pria itu bergegas mengantarkan makanan dan paket tersebut menuju kamar.
Namun langkah kakinya terhenti didepan pintu kamar karena sayup-sayup ia bisa mendengar suara Larissa yang sedang berbicara disambungan telepon dengan seseorang. Reyhan memilih untuk tidak melanjutkan langkah kakinya, ia ingin mendengarkan istrinya yang sedang berbicara.
"Iya Rissa dulu kamu sangat mencintai aku tapi kamu justru dijodohkan oleh orang tuamu dengan si Reyhan. Ini aku baru saja tiba diapartement yang dulu kamu berikan padaku. Apa bisa kita bertemu?" ucap seseorang disebrang telepon.
"Aku tidak yakin akan ada waktu, tapi sepertinya besok kita bisa bertemu" ucap Larissa.
"Oke Larissa besok kita bertemu direstoran Cempaka" ucap seseorang disebrang telepon.
"Iya Marcell" ucap Larissa kemudian mengakhiri sambungan teleponnya.
Iya, memang benar yang menghubungi Larissa itu adalah Marcell. Pria itu menghubungi Larissa menggunakan nomor baru, karena nomor lamanya sudah diblokir oleh Reyhan.
Tanpa Larissa sadari sejak tadi Reyhan mendengarkan percakapannya dengan Marcell.
Pria itu membuka pintu kamar yang sudah sedikit terbuka.
Deg.
Larissa terkejut dengan keberadaan Reyhan, ia takut bila suaminya itu mendengarkan pembicaraannya dengan Marcell.
"Jadi kamu dan Marcell masih sering berhubungan?" tanya Reyhan.
__ADS_1
Larissa bingung hendak menjawab apa, hingga pada akhirnya ia menjawab iya walau baru sekali ini ia mendapat telepon dari mantan kekasihnya itu.
"Aku tidak akan melarang kamu berhubungan dengan siapapun bahkan mencintai siapapun tapi itu setelah kita bercerai jadi untuk sekarang tolong hargai aku sebagai suami kamu Larissa, selama kamu masih menjadi istriku kamu tetap milikku dan kamu aku larang untuk memiliki hubungan dengan siapapun" tegas Reyhan.
Brukkk.
Reyhan meletakan paket Larissa dengan sedikit membantingnya diatas ranjang. Pria itu kemudian bergegas pergi dari kamar. Reyhan masuk keruang kerjanya dan memilih menyibukan dirinya dengan bekerja.
...****************...
Ditempat yang berbeda tepatnya diapartement Marcell.
Pria itu mengirim kabar digrup pertemanannya kalau dirinya baru saja kembali kejakarta dan mengajak teman-temannya itu untuk berkumpul diapartementnya dan tak lama kemudian ketiga teman Marcell itu datang.
"Gimana kaki lo Cell?" tanya Andre.
"Sudah sembuh" jawab Marcell yang dibalas anggukan kepala oleh Andre.
"Mana oleh-olehnya?" tanya Liam.
"Nihh" ucap Marcell kemudian meletakan makanan disana.
"Yaahh nggak asik nih makanan beginian" ucap Andre.
"Maklum lah gue baru aja sembuh. Lo kenapa sih Di dari tadi diam aja?" ucap Marcell kemudian beralih bertanya pada Dion.
Dion yang sejak tadi diam saja kini membuka suaranya, ia menceritakan masalah keluarganya dan perusahaannya pada ketiga temannya itu tapi tetap saja tidak mendapatkan solusinya.
"Oiya Cell lo sudah tahu belum kalau Larissa sekarang ini lagi hamil?" tanya Dion.
"Apa! Larissa hamil?" tanya Marcell termejut.
"Iya Cell gue lihat sendiri kalau dia datang kedokter kandungan" jawab Dion.
"Yang benar aja, berarti Larissa dia udah_" ucap Marcell, ia diam sejenak.
"Akkhh!, gue nggak bisa bayanginnya" lanjut Marcell.
Dua bulan yang lalu ia merasa kecewa dengan kabar Larissa yang sudah menikah, dan sekarang ia kecewa dengan fakta kalau wanita yang ia cintai itu sedang mengandung anak dari pria lain.
"Sabar Cell" ucap Liam dan Andre.
"No! gue nggak bisa diam aja, gue akan rebut Larissa dari si Reyhan dan nyingkirin anaknya" ucap Marcell.
__ADS_1