Menikahi Putri Kaya

Menikahi Putri Kaya
BAB. 77 Membujuk Larissa


__ADS_3

Tiga hari Larissa berada dirumah sakit dan hari ini sudah diperbolehkan untuk pulang namun tetap harus bad rest.


Saat ini Larissa baru saja tiba dirumah tepatnya dikamar. Wanita itu sudah merasa lebih tenang. Ia sudah tidak mengkhawatirkan janinnya lagi.


Selain itu ia juga merasa tenang karena ada Reyhan disisinya.


Ingatan yang sudah kembali justru membuat Larissa menyesal telah menyakiti pria itu.


Ia juga menyesali kenapa sedari awal ia merasakan mencintai Reyhan selalu diabaikannya dan malah menanamkan kebencian dalam dirinya untuk pria itu.


Berbeda dengan Larissa yang merasa lebih tenang. Sedari tadi Reyhan yang memeluk Larissa merasakan sedih dan bahagia sekaligus.


Ia sedih karena dirinya sempat lengah yang mengakibatkan Larissa dan calon anaknyalah nyaris jadi korban.


Namun Reyhan bahagia karena sekarang istrinya sudah mencintainya dan berkomitmen untuk menjalani hidup baru bersamanya bersama anak mereka dan membatalkan perjanjian kontrak mereka.


Cup.


Reyhan mengecup bibir Larissa sejenak.


"Tidurlah" titah Reyhan pada Larissa setelah membaringkan wanita itu.


"Temenin" pinta Larissa manja.


Kini Larissa sudah tidak lagi mempertahankan egonya. Ia sudah mengakui kalau dirinya mencintai pria itu dan ingin selalu bersama.


Reyhan kemudian Reyhan naik keatas ranjang dan merebahkan tubuhnya disebelah Larissa.


Pria itu merapikan selimut untuk keduanya kenakan dan Reyhan memeluk Larissa yang tidur terlentang. Reyhan mengusap perut istrinya itu.


Usap, usap, dan terus mengusap sehingga membuat Larissa semakin nyaman.


"Bagaimana hasil periksa kemarin?" tanya Reyhan.


"Usia kandunganku saat periksa sudah tujuh minggu berarti sekarang sudah sembilan minggu Rey. Dia sudah berusia dua bulan lebih. Dia ada disini Rey" ucap Larissa sembari menatap suaminya dan ikut mengusap perutnya juga.


"Apa kamu bahagia?" tanya Reyhan.


"Iya. Aku bahagia Rey. Andai saja aku tidak amnesia aku sudah merasakan kebahagiaan ini sejak lama" lirih Larissa.


Reyhan hanya mendengarkan Larissa yang bicara. Kini pria itu menjadi pendengar dadakan.


Larissa menceritakan kalau dirinya mulai mencintai Reyhan saat pergi kepantai sewaktu disemarang.


"Benarkah? Berarti diantara kita yang cinta duluan adalah kamu" ucap Reyhan meledek Larissa.


Larissa mengangguk. Kini ia tak malu lagi mengakuinya, bila perlu ia ingin berteriak sekencang-kencangnya agar semua orang tahu kalau dirinya mencintai Reyhan.


"Kalau kamu kapan merasakan cinta padaku?" tanya Larissa balik.


"Aku?" tanya Reyhan.

__ADS_1


"Iya kamu Rey. Sejak kapan kamu mencintai aku?" tanya Larissa.


Reyhan terdiam sejenak. Ia mengingat-ingat mulai kapan dirinya mencintai Larissa.


Pria itu kemudian mengatakan. Ia merasakan cinta pada Larissa saat wanita itu kecelakaan. Ia seperti bisa merasakan apa yang Larissa rasakan.


Reyhan juga menceritakan kalau dirinya sengaja membuat ulang surat perjanjian kontrak dengan merubah beberapa poin didalamnya dengan tujuan agar bisa membuat Larissa mencintainya juga.


Mendengar itu Larissa segera mencubit tangan Reyhan yang sedang mengelus perutnya.


"Aww" rintih Reyhan pasalnya cubitan Larissa benar-benar menyakitkan.


"Ternyata kamu licik ya Rey" ucap Larissa.


"Bila tidak seperti itu aku tidak bisa mendapatkan hakku sebagai suamimu dan tidak akan ada dia disini" ucap Reyhan kembali mengelus perut istrinya.


Larissa tertawa, ia tak menyangka Reyhan akan berkata jujur seperti itu. Larissa merasa benar-benar bahagia saat ini dan ia ingin kebahagiaan itu berlanjut untuk hari esok dan seterusnya.


Cukup lama mereka saling bercerita hingga Larissa diminta Reyhan agar beristirahat.


"Aku belum mau tidur Rey, aku masih kangen kamu" ucap Larissa.


Reyhan tersenyum mendengar ucapan Larissa. Tapi Reyhan tetap membujuk wanita itu agar mau beristirahat.


"Kamu istirahat ya, aku temenin disini" ucap Reyhan kemudian memeluk Larissa masih dengan berbaring.


"Aku mau dicium dulu" ucap Larissa manja.


Cup. Reyhan mengecup kening Larissa.


Cup. Reyhan mengecup pipi Larissa.


"Bukan disitu juga Rey" ucap Larissa.


Larissa segera menarik tengkuk suaminya dan mencium bibir pria itu lebih dulu.


Dari ciuman yang diberikan Larissa padanya Reyhan bisa merasakan kalau istrinya itu sangat merindukan dirinya.


Reyhan membiarkan Larissa menciumnya sesuka hati wanita itu. Reyhan juga membalas ciuman Larissa yang mendominasi itu.


1 menit.


2 menit.


3 menit.


Ciuman itu tak dilepas oleh Larissa dan entah menit keberapa barulah dilepaskan oleh wanita itu hingga nafas keduanya tersengal.


"Rey aku menginginkanmu" ucap Larissa.


Tangan Larissa yang semula berada ditengkuk Reyhan beralih meraba dada suaminya. Makin lama rabaan itu makin kebawah, kebawah dan kebawah kemudian meremas sesuatu dibalik celana Reyhan.

__ADS_1


Reyhan tentu saja mendelikan matanya. Ia terkejut dengan aksi istrinya itu. Dalam benaknya bertanya 'apa Larissa semenginginkan itu?'.


Reyhan ingat sekali kalau mereka tidak melakukannya sudah satu bulan. Padahal saat bersama dirumah, keduanya melakukan hampir setiap malam.


Pria itu mencekal tangan Larissa agar tidak meremas sesuatu dibalik celananya lagi.


"Kenapa?" tanya Larissa.


"Ehemm" dehem Reyhan.


Bukannya menjawab pertanyaan tersebut tapi ia justru berdehem. Aksi Larissa tentu saja berefek padanya namun Reyhan teringat dengan tubuh istrinya yang lemah.


"Larissa, nanti saja ya. Kondisi kamu sangat lemah dan tidak dianjurkan untuk kita melakukannya" ucap Reyhan.


"Yaahh" ucap Larissa lesu.


"Sebagai gantinya aku cium kamu" ucap Reyhan.


Larissa berfikir sejenak.


"Emmm, baiklah. Tapi aku mau ciuman yang panas" ucap Larissa.


Tanpa menjawab lagi Reyhan langsung menyambar bibir Larissa.


Mencium Larissa dengan lembut. Mata keduanya saling terpejam, tangan Reyhan memegang tengkuk wanita itu namun tangan pria itu justru diarahkan Larissa kebagian dadanya dan ia gerakan tangan pria itu untuk merematnya.


Sekuat tenaga Reyhan menahan diri untuk tidak melakukannya karena tubuh Larissa yang lemah, dan akan melakukannya disaat kedua orang yang ia sayang benar-benar sudah kuat.


Namun tidak dengan Larissa, wanita itu benar-benar menginginkannya sehingga ia membuka kancing bajunya dan meminta Reyhan untuk mengulum puncak dadanya.


Ciuman tersebut benar-benar panas hingga mengeluarkan ******* yang lolos dari mulut Larissa.


Namun Reyhan tersadar dan akhirnya ia menyudahi cimuman yang berubah menjadi cumbuan itu.


Reyhan membenahkan baju Larissa dan meminta wanita itu untuk istirahat.


"Aku tidak akan bisa tidur Rey, aku masih kangen kamu" ucap Larissa manja.


"Sekarang kamu istirahat dulu biar cepat kuat nanti kita lakukan sampai 10 ronde" ucap Reyhan merayu.


Hahaha.


Larissa justru tertawa merasa lucu dengan ucapan Reyhan.


"Tidur ya" bujuk Reyhan lagi dan akhirnya Larissa mengangguk.


Larissa tidur dengang ditemani Reyhan. Wanita itu memeluk Reyhan erat dengan membenamkan wajahnya didada pria itu.


Merasa istrinya sudah terlelap, Reyhan segera melepas tangan Larissa yang memeluknya.


Pria itu perlahan turun dari ranjang dan berjalan kearah balkon.

__ADS_1


Reyhan mengeluarkan ponsel dari saku celananya kemudian menghubungi seseorang.


"Apa mereka sudah ditangkap?" tanya Reyhan pada seseorang disambungan telepon.


__ADS_2