Menikahi Putri Kaya

Menikahi Putri Kaya
BAB. 57 Persiapan Cristian


__ADS_3

"Hai Larissa, apa kamu tidak merindukan aku?"


"Apa kamu tidak mengingat kalau kamu mencintai aku?"


Itulah isi pesan yang dikirimkan Marcell pada Larissa.


Rupanya Marcell belum menyerah meski ia tahu kalau sekarang Larissa sudah menjadi istri orang lain. Ia tidak tahu saja kalau Reyhan tidak akan membiarkan satu orangpun menjadi penghalang rumah tangganya. Reyhan menghapus pesan tersebut kemudian memblokir nomor Marcell diponsel Larissa juga.


Hahhh.


Reyhan menghela nafasnya kasar, bulan madunya jadi terganggu oleh Marcell yang menghubunginya.


"Benar-benar mengganggu" ucap Reyhan.


Reyhan kemudian meletakan kembali ponsel milik Larissa diatas nakas. Pria itu beralih memesan makanan untuknya dan untuk istrinya nanti saat makan malam tiba.


Reyhan merebahkan tubuhnya disisi Larissa yang sedang terlelap memunggunginya, ia kemudian mendekap wanita itu dari belakang dan mengusap perut istrinya itu.


"Ku harap kamu segera hamil" ucap Reyhan.


Pria itu memejamkan matanya kemudian ikut terlelap.


...****************...


Dijakarta.


Cristian sudah mempersiapkan segalanya agar saat Reyhan menjabat CEO tidak akan kerepotan. Ia juga sudah menyampaikan pada seluruh pemegang saham diperusahaannya bahwa ia akan digantikan oleh Reyhan.


Pro dan Contra tentu saja terjadi, ada sebagian pemegang saham yang setuju dan ada juga yang tidak setuju oleh sebab itu Cristian Darwin berinisiatif mengambil voting suara dan hasilnya lebih dari 55% syarat voting untuk memimpin yakni 60% pemegang saham setuju bahwa CEO PT. DARWIN PROPERTIES akan dipegang oleh Reyhan Anggara.


Cristian akan mempercayakan sepenuhnya pada Reyhan ia bahkan sudah memberikan perusahaan itu pada menantunya itu sesuai dengan apa yang telah ia katakan pada Larissa sebelumnya.


Ceklek.


"Permisi pak didepan ada pak Jhonatan dan putranya ingin bertemu dengan anda" ucap Gunawan sekretarisnya.


'Mau apa dia datang kemari?' batin Cristian namun ia memilih mempersilahkannya untuk masuk.


"Suruh dia masuk" titah Cristian.


"Baik pak" ucap Gunawan.


Gunawan kemudian keluar dari ruangan Cristian ia segera menghubungi bagian Resepsionis untuk mempersilahkan Jhonatan dan Dion masuk.


Jhonatan yang tadinya dilarang untuk menemui Cristian sebelum membuat janji tentunya senang saat ia dan putranya dipersilahkan menemui Cristian diruangannya. Jhonatan bergegas mengajak putranya untuk menemui sang kakak, ia bahkan tidak mengherani karyawan yang bertemu dengannya dan menyapanya. Pria itu sangat berbeda dengan sang kakak yang mau membalas sapaan bahkan anggukan kepala dari karyawannya.

__ADS_1


Ceklek.


Pintu Ruangan Cristian dibuka lagi oleh Gunawan yang mempersilahkan Jhonatan dan Dion masuk.


"Mas" panggil Jhonatan.


"Ada perlu apa kamu jauh-jauh datang kemari?" tanya Cristian to the point.


Ia sudah tahu kalau Jhonatan datang menemuinya maka ada sesuatu yang tidak ia sukai dengan keputusannya.


"Aku tidak setuju bila Reyhan yang akan menjadi CEO diperusahaan ini" ucap Jhonatan.


Tepat seperti dugaan Cristian kalau Jhonatan menemuinya karena ada sesuatu yang akan ia protes.


"Aku tidak butuh pendapatmu Jhon" ucap Cristian.


Jhonatan tak mau menyerah ia kembali berbicara panjang lebar mengenai Reyhan yang hanya staff tidak akan mampu mengelola perusahaan sebesar Darwin Properties.


"Lalu siapa yang menurutmu mampu mengelolanya?" tanya Cristian.


"Tentu saja aku mas, Dion akan mengelola perusahaan mendiang daddy dan aku akan mengelola perusahaanmu mas" ucap Jhonatan.


Cristian tersenyum miring ia sudah menduga Jhonatan akan menunjuk dirinya sendiri untuk menggantikannya namun ia lebih memilih diam untuk mendengarkan semua perkataan yang Jhonatan lontarkan.


Pria itu beralih melihat Dion yang sedari tadi hanya diam saja, ia tahu kalau perusahaan mendiang daddynya sekarang dipimpin oleh keponakannya itu justru mengalami masalah dan nyaris bangkrut.


Jhonatan terperangah, berarti sejak tadi ia berbicara tidak didengarkan oleh Cristian.


"Sudah mas, ya intinya Reyhan itu tidak akan mampu mengelola perusahaanmu itu" ucap Jhonatan.


"Kenapa kamu disini seperti tidak menyukai Reyhan tapi diluar sana kamu justru sudah berkali-kali menawari Reyhan untuk bekerja diperusahaanmu dan kamu bahkan mendatanginya kerumah kost Reyhan untuk memintanya agar mau bergabung dengan perusahaanmu dan kamu berani memberi jabatan direktur untuknya" ucap Cristian.


Deg.


Jhonatan tersentak, ia tidak menyangka kalau Cristian mengetahui semuanya termasuk ia yang mendatangi Reyhan kerumah kost pria itu.


Jhonatan mati kutu ia tidak mampu menjawabnya.


"Maaf om, daddy meminta Reyhan untuk bergabung dengan perusahaan kami itu karena untuk membantuku mengelola perusahaan" ucao Dion.


"Nah itu, bila seperti itu artinya kamu juga mengakui kemampuan menantuku untuk mengelola perusahaan" ucap Cristian.


Lagi-lagi Jhonatan tak mampu menjawab ia memilih bangkit dan menarik putranya untuk keluar dari ruangan Cristian dengan wajah yang memerah karena menahan marah.


Brakk.

__ADS_1


Pintu ruangan Cristian ditutup kasar oleh Jhonatan yang baru saja keluar dari ruangan itu.


Ia melangkahkan kakinya lebar-lebar agar cepat sampai di parkiran.


Setibanya diparkiran ia segera masuk kedalam mobil dan meminta putranya masuk juga.


Plakk.


Jhonatan menampar Dion, ia menganggap karena anaknya ikut bicara membuat kakaknya sama sekali tidak mendengarkan ucapannya, ia bahkan jadi terpojokan oleh Cristian.


"Sudah aku katakan kamu jangan bicara disana lalu kamu kenapa kamu tadi ikut bicara?" tanya Jhonatan pada Marcell.


"Ma-maaf daddy" ucap Dion.


"Dasar kamu ini bukannya membantu justru mengacaukan" ucap Jhonatan.


"Maaf daddy" ucap Dion lagi.


Dion tidak berani membantah daddynya, termasuk saat ia diminta oleh Jhonatan untuk menjadi CEO. Dengan berat hati pria itu menerima perintah Jhonatan karena sebenarnya Dion tidak menyukai bisnis dan ia lebih menyukai seni lukis. Karena paksaan tersebut justru membuat kepemimpinannya diperusahaan menjadi kacau.


"Maaf daddy aku berjanji akan memperbaiki kepemimpinanku diperusahaan" ucap Dion.


"Tentu saja harus Di, kalau bukan kamu lalu siapa lagi yang akan memimpin perusahaan itu? Apa kamu mau perusahaan itu diambil alih oleh om kamu atau menantunya itu?" ucap Jhonatan kemudian bertanya pada putranya.


"Tidak dad" jawab Dion.


"Ya sudah kita kembali saja kekantor" titah Jhonatan.


Dion mengangguk kemudian ia mulai melajukan mobilnya meninggalkan parkiran perusahaan Cristian.


Diruangan Cristian.


Setelah kepergian adik dan keponakannya, pria itu segera memanggil sekretarisnya agar masuk keruang kerjanya karena ada yang ingin ia bahas.


"Iya pak" jawab Gunawan setelah masuk keruangan Ctistian dan menghadap atasannya itu.


"Berapa persen investor yang keberatan Reyhan menjadi CEO?" Tanya Cristian.


"Tidak banyak pak hanya 40% saja investor yang keberatan" ucap Gunawan.


"Apa alasan mereka keberatan karena menganggap Reyhan tidak layak memimpin?" tanya Cristian.


"15% mengatakan demikian pak tapi yang 25% alasannya karena Reyhan tidak memiliki saham maka ia tidak bisa memimpin" ucap Gunawan.


"Kata siapa Reyhan tidak memiliki saham, mulai sekarang aku sudah memberikan perusahaan ini kepadanya kamu tinggal urus surat-suratnya" ucap Cristian.

__ADS_1


"Baik pak" jawab Gunawan.


Bila seperti itu maka 25% pemegang saham yang keberatan karena Reyhan tidak memiliki saham akan setuju dan menambah voting suara menjadi 85%, hanya tinggal 15% karena mereka beranggapan Reyhan tidak layak maka itu akan dibuktikan sendiri oleh Reyhan


__ADS_2