
Keesokan harinya.
Cristian mengajak Reyhan untuk menemui Jhonatan dan Marisha di kantor polisi, sebelum mereka berangkat kekantor.
Proses hukum tetap berjalan, ketiga orang yang telah mencelakai Larissa kini sudah mendekam di penjara.
Cristian bukan hanya mengajak Reyhan melainkan mengajak Karina dan Larissa juga.
Namun anak dan ibu itu menolak ajakan Cristian. Larissa masih kecewa dengan pamannya itu. Sedangkan Karina ia tak membenci Jhonatan dan Marisha tapi, untuk perduli pada mereka ia tak bisa lagi.
Karina tak ingin melihat mereka lagi. Bila ia melihat Jhonatan dan Marisha pasti selalu terbayang penderitaan dirinya karena ulah kedua orang itu.
Cristian dan Reyhan hanya pergi berdua, dengan Reyhan yang mengemudikan mobilnya. Mereka sudah berangkat sejak tadi, kini mereka sudah tiba dikantor polisi dan sedang melapor pada petugas bila hendak mejenguk Jhonatan dan Marisha.
"Tunggu sebentar, saya akan panggilkan mereka kesini," ucap petugas tersebut.
Petugas itu kemudian meminta penjaga yang ada di sana membawa Jhonatan dan Marisha keluar, karena ada orang yang ingin bertemu dengannya.
Meski tahu bila ada tamu yang ingin menjenguknya Jhonatan tetap penasaran dengan seseorang yang menjenguknya.
"Apa Dion yang datang kemari pak?," tanya Jhonatan pada petugas itu.
"Anda bisa lihat sendiri diluar," jawab petugas itu.
Jhonatan sangat berharap bila seseorang yang menjenguknya itu adalah Dion. Pasalnya selama lebih dari dua minggu ia ditahan, Dion sama sekali tidak menemuinya.
Baik Jhonatan maupun Marisha sama-sama tidak dijenguk oleh putranya itu. Dion benar-benar kecewa pada kedua orang tuannya. Ia tak habis pikir bila orang tuanya akan setega itu pada saudara sendiri.
Meski Dion pria yang tergolong nakal dan selalu membuat masalah, namun ia tidak akan menyakiti saudaranya sendiri seperti orang tuanya.
Jhonatan yang ditempatkan terpisah dengan istrinya, akhirnya setelah dua minggu lebih mereka dipertemukan kembali, namun dengan situasi yang berbeda.
Tentu saja situasinya berbeda, kini mereka sama-sama dijaga oleh petugas lappas yang mengantarkan mereka berdua bertemu dengan Reyhan dan Cristian.
Jhonatan melangkahkan kakinya bersama dengan Marisha untuk bertemu dengan tamu yang menjenguk mereka.
Setibanya disana, sepasang suami-istri itu dikejutkan dengan kehadiran Reyhan dan Cristian.
Dalam benak Jhonatan 'ternyata bukan Dion yang menjenguknya'.
Meski begitu, namun ia merasa senang karena kakaknya masih sudi untuk menjenguk dia dan istrinya.
__ADS_1
"Mas," sapa Jhonatan setelah ia tiba disana.
"Mas?," tanya Cristian tersenyum miring.
"Maafkan aku dan Marisha mas," ucap Jhonatan sembari menundukan kepalanya.
"Iya mas, maafkan kami" ucap Marisha.
"Aku tidak menyangka kalian setega itu pada keluarga ku," ucap Cristian.
Jhonatan tak menjawab, ia hanya menundukan kepalanya. Bukan hanya Jhonatan yang menundukan kepalanya, melainkan Marisha juga.
Mereka berdua benar-benar telah menyesali perbuatannya.
Kedua orang itu juga berharap Cristian dan Reyhan mau mencabut laporannya dan membebaskan mereka.
Namun harapan mereka pupus setelah Cristian kembali bicara dan mengutarakan tujuannya ia dan Reyhan berkunjung.
"Aku maupun Reyhan tidak akan mencabut laporan kasus kalian. Meski kalian sudah menyesal namun kalian tetap harus dihukum," ucap Cristian.
"Lalu bagaimana dengan Dion bila kami dipenjara mas?," tanya Marisha yang selalu terpikirkan pada putra semata wayangnya.
"Kalian tidak perlu khawatir. Dion sudah dewasa, dia juga akan dibimbing oleh Reyhan agar mampu mengelola Royal Darwin," ucap Cristian.
"Aku harap setelah ini kalian bisa berubah" ucap Cristian.
Setidaknya Cristian bisa melihat penyesalan dari kedua orang itu. Ia berharap semoga saja kasus ini benar-benar membuat mereka sadar.
Mau bagaimanapun Jhonatan dan Marisha adalah adik dan adik iparnya. Ia juga ingin yang terbaik untuk kedua orang itu.
Pertemuan mereka tidak berlangsung lama, karena mereka hanya diberikan waktu 15 menit. Waktu berkunjung sudah habis, Jhonatan dan Marisha segera dibawa kembali kedalam sel.
Sedangkan Cristian dan Reyhan segera menuju kantor Royal Darwin. Cristian ingin melihat perusahaan yang susah payah dibangun oleh ayahnya.
Setibanya disana, mereka bergegas menuju ruangan CEO yang kini diduduki oleh Reyhan.
Sembari berjalan menuju ruangan CEO, Cristian bertanya pada Reyhan, dimana ia menempatkan Dion. Dengan santainya Reyhan menjawab dibagian staff marketing.
Cristian tidak mempermasalahkan itu. Ia yakin bahwa Reyhan sudah mempertimbangkan semuanya sebelum memutuskan sesuatu.
Karena terus berbicara, tidak terasa mereka sudah tiba didepan pintu ruangan CEO. Keduanya segera masuk kedalam ruangan itu. Dikantor itu Reyhan juga memiliki sekretaris.
__ADS_1
Reyhan meminta sekretarisnya memanggil Dion untuk datang menemuinya diruangan CEO.
"Dion kamu diminta menemui pak Reyhan diruangannya," ucap sekretaris itu melalui sambungan telepon.
"Baik pak, saya akan segera kesana," ucap Dion.
Dalam benaknya, ia bertanya-tanya. Ada apa ia dipanggil oleh Reyhan. Setau Dion, ia tidak lagi membuat masalah baik dikantor maupun diluar sana.
Meski tak mengerti ia dipanggil untuk apa, namun Dion akan tetap pergi keruangan Reyhan.
Dan disinilah Dion berdiri, tepat didepan pintu ruangan CEO yang dulu pernah ia tempati.
"Silahkan masuk Dion," ucap sekretaris Reyhan.
Dion tak menjawab, namun ia menganggukan kepalanya. Pria itu, kemudian melanjutkan langkah kakinya untuk masuk kedalam ruangan itu.
Disana ia bisa melihat kalau bukan hanya Reyhan yang ada diruangan itu, melainkan Cristian juga.
"Duduk Di," titah Cristian.
"Iya om," ucap Dion.
Dion menghampiri Reyhan dan Cristian yang sedang duduk disofa. Ia kemudian ikut duduk disana, disofa panjang bersama Reyhan. Sedangkan Cristian duduk disofa single seorang diri, namun menghadap kearah Reyhan dan Dion.
"Ehemm" dehem Cristian untuk menetralkan perasaannya.
Meski orang tua Dion sangat jahat pada keluarganya namun ia yakini Dion tidak terlibat dengan orang tuanya.
"Apa kabar Di?," tanya Cristian basa basi.
"Kabar ku baik om," jawab Dion.
"Om dengar dari Reyhan, sekarang ini kamu ditempatkan dibagian staff?," tanya Cristian memastikan.
"Benar om. Pak Reyhan menempatkan aku disana," jawab Dion.
"Om harap kamu bisa mengambil pelajaran dari yang sudah kita alami. Kamu yang lalai dan Jhonatan yang korupsi mengakibatkan perusahaan ini nyaris bangkrut. Berhentilah main-main dalam bekerja. Perbanyaklah kamu belajar mengenai bisnis pada Reyhan. Perusahaan ini nantinya tetap kamu yang akan memimpin. Reyhan tidak mungkin selamanya memimpin karena ia juga memiliki perusahaan yang harus ia pimpin" ucap Cristian.
Sejak tadi Dion hanya diam mendengarkan apa yang Cristian sampaikan. Ucapan Cristian itu benar-benar menyentil hatinya.
Ia tak menyangka, meski dirinya pernah gagal namun tetap diberi kesempatan untuk memimpin lagi perusahaan. Ia tak akan menyia-nyiakan kesempatan itu lagi.
__ADS_1
"Kamu dengar kan Di apa yang om bilang?," tanya Cristian pada Dion, pasalnya Dion hanya diam saja.
"Iya om, aku dengar. Terimakasih karena om masih percaya padaku dan mau memberi kesempatan lagi untukku" ucap Dion.