
Reyhan membaca lagi email dari Sanjaya Gtoup.
Disana dijelaskan bahwa Sanjaya Group memutus hubungan kerja dengan Darwin Properties.
Alasannya CEO Darwin Properties telah melakukan penganiayaan terhadap CEO Sanjaya Group.
Sehingga tidak memungkinkan untuk kedua perusahaan melanjutkan kerja sama.
Disana juga ditampilkan vidio CCTV saat Reyhan memukul Marcell diruang meeting.
Reyhan mengepal kedua tangannya kuat. Ia geram sekali melihat video CCTV itu. Ia tak menyangka bila saat itu Marcell telah memprovokasinya, dan merencanakan semua ini.
Pemutusan hubungan kerja itu tentu saja membuat perusahaan yang ia pimpin mengalami kerugian.
Ia jadi harus bekerja keras lagi untuk mengembalikan kerugian tersebut. Selain itu Reyhan juga harus mencari pengganti Sanjaya Group sebagai penyedia perlengkapan rumah tangga.
"Gun, buat janji dengan Sanjaya Group. Aku ingin mendengar penjelasan dari mereka," titah Reyhan.
"Maaf Pak. Sanjaya Group sudah membuat pengumuman, bila mereka tidak ingin berurusan dengan perusahaan kita," jawab Gunawan.
"Cih, benar-benar kau Marcell," geram Reyhan.
Masalah ini benar-benar membuat Reyhan sakit kepala. Selama memimpin perusahaan baru kali ini ia mengalami masalah.
Hal itu benar-benar menyita perhatiannya.
Pria itu menghubungi beberapa pengusaha penyedia perlengkapan rumah tangga.
Membuat janji bertemu kemudian berusaha membuat kesepakatan kerja dengan klien tersebut.
Ditempat yang berbeda tepatnya dikantor Sanjaya Group.
Marcell tertawa terbahak-bahak. Ia senang sekali telah membuat perhitungan pada Reyhan.
Namun rencana utamanya bukan itu, melainkan Larissa.
Iyaa.. Marcell hanya mengelabui Reyhan agar membuat pria itu fokus pada perusahaan dan sedikit mengurangi pengawasannya pada Larisaa.
"Jet yang telah anda pesan sudah siap semua Pak," ucap sekretaris Marcell.
Agar membuat rencananya lancar, Marcell idak tanggung-tanggung. Pria itu menyewa 3 jett pribadi dengan rute yang berbeda.
Ia menyewa tidak dengan menggunakan namanya, melainkan nama orang-orang yang tidak Reyhan kenal dan akan sulit dilacak oleh detektif sekalipun.
Hal itu juga untuk mengelabui Reyhan agar tidak bisa menemukan Larissa.
"Bagaimana dengan yang lainnya?," tanya Marcell.
"Sudah siap juga pak. Identitas anda dan nona Larissa akan dirahasiakan," ucap sekretaris Marcell.
Marcell puas sekali dengan kinerja sekretarisnya. Bekerja dengan cepat dan hasilnya selalu memuaskan.
"Baiklah, kamu atur perusahaan dan aku akan menjalankan rencana yang sudah aku susun matang-matang," ucap Marcell.
"Baik Pak," jawab sekretaris Marcell.
__ADS_1
Setelahnya Marcell bergegas pergi dari kantor. Pria itu segera terbang kejakarta dengan menggunakan salah satu jet yang sudah ia sewa.
Tidak lama waktu yang Marcell gunakan dan kini ia sudah tiba dijakarta dan sedang berkumpul disebuah gedung.
Marcell sudah menyewa banyak pengawal untuk melancarkan aksinya. Ia juga sudah mengirim seseorang untuk mengawasi Larissa dan Reyhan.
Saat ini Larissa sedang berada diperjalanan menuju kantor suaminya, untuk mengantar makan siang.
Larissa yang pergi kekantor bukan hanya seorang diri, melainkan bersama Kusno dan Herman.
Kedua supir tersebut diminta langsung oleh Reyhan, untuk mengawal Larissa kemanapun istrinya akan pergi.
"Kita langsung saja kesana. Sebagian bantu aku bawa Larissa pergi dan sebagian kalian amankan pria yang sedang bersama Larissa. Apa kalian mengerti?," titah Marcell kemudian bertanya.
Mereka terdiri dari 30 orang pria berbadan besar, yang artinya 15 orang membantu membawa, Larissa dan 15 orangnya mengamankan kedua supir Larissa.
"Mengerti bos," jawab anak buah Marcell.
Marcell mengangguk. Pria itu kemudian pergi dan diikuti oleh seluruh anak buahnya.
Mereka pergi untuk menyusul Larissa dengan menggunakan 5 mobil. Dalam satu mobil berisi 6 orang anak buah Marcell. Sedangkan pria itu mengemudi seorang diri.
Keenam mobil itu berjalan beriringan. Dipersimpangan jalan Dion dan tiga mobil anak buahnya berbelok kearah kanan untuk memotong jalan, lalu akan menghadang mobil Larissa dari depan.
Mobil Larissa yang sedang melaju dikemudikan Kusno terpaksa mengerem mendadak.
CKIITT!!
Kusno mengerem mendadak karena mobil yang ia kemudikan dihadang oleh empat mobil dari depan.
"Siapa mereka Pak,?" tanya Larissa pada kedua supirnya.
"Kami juga tidak tahu non. Tapi sepertinya mereka bukan orang baik," jawab Herman yang diangguki setuju oleh Kusno.
"Kalau begitu kita mundur saja pak, putar balik," titah Larissa.
Kusno tak menjawab namun ia segera memundurkan mobil dan hendak putar balik. Namun tidak bisa ia lakukan.
Dibelakang mobil itu sudah ada 3 mobil yang menghadang mereka dari belakang.
"Bagaimana ini pak?," tanya Larissa, kini ia mulai merasa panik dan takut.
"Sebaiknya kita diam didalam mobil aja non," saran Kusno.
"Iya Pak," jawab Larissa.
Ketiga orang itu kemudian berdiam diri didalam mobil.
Larissa terus mengelus perutnya yang ikut merasakan tegang. Sedangkan Herman menghubungi Reyhan, namun tidak mendapatkan jawaban dari pria itu.
Saat ini Reyhan tengah meeting bersama klien, sehingga nada dering ponselnya ia rubah menjadi getar dan tidak mendengar ada panggilan masuk.
Herman kemudian memilih mengirim pesan pada Reyhan, mengatakan bahwa mereka dihadang oleh 7 mobil. Herman juga mengirim lokasi dimana mereka berada.
Pintu mobil didepan dan dibelakang mobil Larissa satu persatu terbuka. Disana keluarlah Marcell dan ketiga puluh anak buahnya.
__ADS_1
Deg.
Jantung Larissa seakan berhenti berdetak. Didepan matanya ia melihat Marcell bersama banyak pria berbadan besar menghampiri mobilnya.
"Firasat buruk itu benar-benar terjadi," gumam Larissa.
Ia kemudian meremat jari jemarinya kuat. Ia merasakan ketakutan.
'Ya Tuhan, tolong aku. Mas Reyhan aku butuh kamu' batin Larissa.
Saat ini Larissa benar-benar merasa takut hingga ketakutan itu semakin jadi.
Tok tok tok.
Kaca jendela mobil Larissa diketuk oleh Marcell.
Ketukan sekali, dua kali tidak ada yang membukakan untuk Marcell. Hingga akhirnya pria itu memberikan isyarat pada anak buah disebelahnya.
Pria yang mendapatkan isyarat dari Marcell menganggukan kepalanya, lalu maju mendekati mobil.
Pyaarr.
Kaca jendela mobil Larissa dipukul oleh benda tumpul yang ia bawa.
Pria itu segera membuka mobil dengan paksa dan dibantu oleh yang lainnya mengamankan kedua supir Larissa.
Mengetahui pintu mobil sudah bisa dibuka, Marcell segera menarik Larissa agar ikut dengannya.
"Lepaskan aku Marcell," pinta Larissa.
"Bila kamu diam dan menurut padaku, maka aku tidak akan menyakiti kamu," ucap Marcell.
Larissa tidak mengindahkan ucapan Marcell. Wanita hamil itu, sebisa mungkin untuk memberontak.
Mengetahui Larissa terus berontak, akhirnya Marcell membius wanita itu, hingga akhirnya Larissa tidak sadarkan diri.
Larissa segera dibopong oleh Marcell menuju mobilnya yang sudah dibukakan oleh anak buahnya.
Kusno dan Herman melihat sendiri bagaimana Larissa pingsan dan dibawa oleh Marcell. Kedua orang itu berusaha melawan, agar bisa membantu Larissa.
Bugh.
Bugh.
Kedua pria itu justru mendapatkan pukulan dari anak buah Reyhan.
Pukulan demi pukulan diberikan oleh anak buah Marcell pada Kusno dan Herman. Kedua supir itu tidak bisa melawan, meski ia bisa bela diri namun usianya membuat mereka melemah.
Selain itu, jumlah anak buah yang Marcell bawa tidak sebanding dengan Kusno dan Herman.
Kusno dan Herman akhirnya tidak sadarkan diri dengan luka parah ditubuhnya.
...********************************...
Baca juga karya baruku ya judulnya "Suami Rahasia Bu Alena"
__ADS_1