
Setibanya didepan pintu ruangan Reyhan, Larissa bergegas masuk kedalam ruangan tersebut, tanpa memperdulikan kehadiran Gunawan diruangan itu yang sedang menjelaskan laporan.
"Masss!" panggil Larissa sesaat setelah membuka pintu.
Larissa menghampiri Reyhan yang sedang duduk dikursinya, kemudian meletakan makan siang yang ia bawa diatas meja lalu duduk dipangkuan Reyhan dan memeluk pria itu. Bukan hanya memeluk. Larissa juga mencium bibir Reyhan dan mellumatnya dalam-dalam.
Gunawan yang berada diruangan itu seketika mendelikan matanya tak menyangka kalau bu bosnya akan melakukan adegan itu dihadapannya.
"Aku kangeenn," ucap Larissa setelah melepaskan ciumannya.
Gunawan membalikan tubuhnya agar tidak lagi melihat adegan itu. Ia kemudian melangkahkan kakinya kembali ketempat duduknya.
"Sayang, aku sedang bekerja" ucap Reyhan.
"Aku sudah tidak lemah lagi mas, aku sudah kuat," ucap Larissa memberi kode.
Ucapan Larissa dan Reyhan masih bisa didengarkan oleh Gunawan yang sedang melangkahkan kakinya keluar ruangan.
Reyhan tatap mata istrinya dalam-dalam. Disana ia melihat mata Larissa yang sudah diselimuti oleh hasrat.
"Kita harus konsultasi dulu dengan dokter" ucap Reyhan.
"Tapi konsultasinya masih besok mas," rengek Larissa.
"Tidak bisakah sekarang?," tanya Larissa lagi dengan wajah yang memohon.
Gunawan yang sudah tiba didepan pintu segera membukanya dan cepat-cepat keluar. Ia sudah bisa menduga apa yang akan dilakukan oleh bosnya didalam sana.
Reyhan tak tega melihatnya, sejujurnya ia juga menginginkan namun ia tahan. Reyhan kemudian menghadapkan tubuh Larissa yang ada dipangkuan kearahnya.
Pria itu mencium bibir istrinya, turun kedagu, lalu keleher jenjang Larissa. Disana ia bukan hanya mencium melainkan menjilat dan menyesapnya hingga meninggalkan jejak disana.
Tangan Reyhan juga beralih membuka seleting belakang dress yang Larissa kenakan menurunkan baju tersebut hingga dua dadda sintal Larissa terlihat.
Pria itu melanjutkan mencumbbu bagi dadda, memelintir, mengulum dan menggigit kecil ujung dadda tersebut.
Ahh.
Larissa mengeluarkan suara tersebut. Kini wanita itu tidak merasa sungkan lagi untuk mengeluarkan dessahan.
Cukup lama mereka memainkan permainan tersebut hingga akhirnya memutuskan masuk kedalam kamar dan melanjutkan kegiatan mereka disana.
Reyhan dengan hati-hati melakukannya agar anak mereka tidak merasa kesakitan.
Keduanya benar-benar menikmati permainan hingga memuaskan satu sama lain.
Diakhir permainan, Reyhan mengecup perut istrinya yang sudah menonjol. Meski kandungannya baru berusia 3 bulan namun perut Larissa sudah terlihat menonjol lebih besar dari usianya.
__ADS_1
"Sepertinya anak kita kembar sayang," ucap Reyhan sembari mengatur nafasnya yang masih terengah.
"Benarkah? Dari mana kamu tahu?," tanya Larissa.
Nafas wanita itu juga sama terengahnya dengan Reyhan.
"Aku hanya menebak," jawab Reyhan.
Keesokan harinya.
Larissa didampingi Reyhan memeriksakan kandungan pada dokter Anne.
Disana ia langsung diperiksa tensi darah dan diminta berbaring dibranker. Dokter Anne menyiapkan alat USG dan digerakannya alat itu pada bagian perut Larissa.
"Ini pertama kalinya bapak mendampingi bu Larissa USG ya?," tanya dokter Anne pada Reyhan.
"Betul dok" jawab Reyhan.
"Bisa anda lihat dilayar monitor, itu adalah janin anda" ucap dokter Anne.
Reyhan dan Larissa beralih menatap monitor yang ditunjuk oleh dokter Anne. Keduanya fokus melihat gambar janin mereka dilayar itu.
"Janin anda bukan hanya satu melainkan dua ya bu Larissa, pak Reyhan. Selamat kalian akan mendapatkan bayi kembar," ucap dokter Anne memberi selamat.
"Benarkah dok?," tanya Larissa dengan mata yang berbinar.
"Benar bu. Ini anda bisa lihat sendiri dimonitor kalau janin anda ada dua," ucap dokter Anne sembari menunjuk pada monitor.
"Terimakasih sayang" ucap Reyhan.
Dokter Anne juga memberitahukan detak jantung janin yang normal. Ibunya sehat serta kedua janinnya sehat. Larissa disarankan dokter Anne untuk mengikuti kelas ibu hamil.
Wanita itu menyetujuinya dan berniat selepas dari rumah sakit ingin mendaftarkan diri ketempat kelas tersebut. Akhirnya setelah satu jam memeriksakan kandungan dan berkonsultasi Larissa diizinkan untuk pulang.
Keduanya berjalan menuju luar rumah sakit setelah menebus obat diapotek.
Reyhan berjalan sembari menggandeng lengan istrinya. Sedangkan Larissa yang digandeng Reyhan berjalan sembari melihat hasil USG.
Brukk.
"Aww" ucap Larissa yang tertubruk.
Larissa tertubruk tubuh seseorang yang berjalan dengan tergesa.
"Maaf mba," ucap orang tersebut.
"Lain kali jalannya hati-hati pak," ucap Reyhan.
__ADS_1
"Maaf mas" ucap pria itu.
Reyhan tak menjawab. Ia menggandeng lagi Larissa dan segera melanjutkan langkah kakinya.
Pria yang tadi menabrak Larissa hanya melihat kepergian keduanya. Pria itu kemudian mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Saya sudah bertemu orangnya bos. Kapan saya bisa beraksi?" tanya pria itu.
"Bagus. Tunggu perintah saya dan saat ada kesempatan barulah kamu kerjakan,1" jawab seseorang yang berada disebrang telepon.
"Baik bos" jawab pria itu.
Panggilan telepon berakhir pria itu kemudian melanjutkan untuk mengikuti Larissa dan Reyhan.
Reyhan dan Larissa yang keluar dari rumah sakit segera masuk kedalam mobil dan akan menuju tempat penyelenggara kelas hamil.
"Mas, aku rasa orang tadi sengaja nabrak aku deh," ucap Larissa setelah Reyhan mulai melajukan mobilnya dijalanan.
"Memangnya apa yang kamu rasakan?," tanya Reyhan.
"Entahlah mas tapi aku merasakan kalau tadi orang itu sengaja," jawab Larissa.
"Ya sudah jangan kamu pikirkan. Nanti biar aku aja yang cari tahu, kamu fokus aja dengan calon anak-anak kita," ucap Reyhan.
"Iya mas" ucap Larissa setuju.
Tidak lama mereka diperjalanan dan akhirnya sampai ditujuan, dimana tempat penyelenggara kelas ibu hamil.
Larissa didampingi Reyhan untuk mendaftarkan diri mengikuti kelas tersebut. Proses pendaftaran selesai dan ia sudah dijadwalkan untuk mulai mengikuti kelas tersebut bulan depan.
Bukan hanya Larissa yang diminta mengikuti kelas hamil melainkan Reyhan juga. Disana para pria akan diajarkan juga cara merawat dan mengurus bayi.
Sepasang suami istri yang telah selesai mendaftarkan diri disana lalu kemudian mereka memutuskan untuk segera pulang kerumah.
Setibanya dirumah, Larissa dikejutkan dengan kehadiran Cristian dan Karina yang baru saja tiba dirumah.
"Loh. Mommy dan daddy kapan datang?" tanya Larissa kemudian memeluk kedua orang tuanya.
Ia bahkan mencium pipi mommy dan daddynya bergiliran. Larissa sangat merindukan kedua orang tuanya itu.
Ini pertemuan pertama kalinya mereka setelah kurang lebih tiga bulan Cristian dan Karina pergi kejepang.
Kedua orang tua itu sengaja tidak memberi tahukan Larissa karena ingin membuat kejutan untuk putrinya. Sedangkan Reyhan ia sudah tahu karena diberitahu oleh kedua orang tua itu.
"Kamu apa kabar sayang?," tanya Karina setelah mengurai pelukannya pada Larissa.
"Aku baik mom. Kalian kenapa tidak memberi tahu aku bila akan pulang?," tanya Larissa.
__ADS_1
"Biar surprise sayang" jawab Karina.
"Apa mas Reyhan diberitahu?," tanya Larissa pada Reyhan.