Menikahi Putri Kaya

Menikahi Putri Kaya
BAB. 95 Tolong Temukanlah Istriku


__ADS_3

"Terimakasih Pak, bapak sudah berkenan bekerja sama dengan perusahaan saya sebagai penyedia perlengkapan rumah tangga," ucap Reyhan pada klien yang baru saja meeting bersamanya.


"Sama-sama Pak, ini semua suatu kehormatan bagi perusahaan saya bisa bekerja sama dengan perusahaan besar seperti Darwin Properties," ucap klien tersebut.


Reyhan meeting bersama klien itu, direstorant cempaka. Tak lupa juga Reyhan membawa Gunawan sebagai sekretarisnya.


Meeting sudah selesai dilaksanakan dan kedua perusahaan itu sudah resmi bekerja sama.


Reyhan benar-benar bekerja dengan cepat. Secepat mungkin ia sudah bisa mendapatkan klien pengganti Sanjaya Group, hingga tidak membuat masalah perusahaannya berlarut-larut.


"Pak Reyhan, sejak tadi ponsel anda terus bergetar," ucap Gunawan.


Gunawan tidak ikut meeting bersama Reyhan dan klien tersebut. Pria itu hanya duduk seorang diri dimeja yang berbeda mengamati bosnya yang sedang meeting.


Bila ia diperlukan maka ia akan membantu.Tapi untuk sekarang Reyhan belum memerlukan Gunawan.


Sedangkan Reyhan, pria itu duduk bersama dengan klien tersebut dimeja lain, dan meninggalkan ponselnya dimeja tempat ia duduk bersama Gunawan tadi.


Gunawan melihat ponsel Reyhan disebelahnya terus bergetar, oleh karena itu ia berinisiatif untuk mengantarkan ponsel bosnya.


"Benarkah? Bisa-bisanya aku meninggalkan ponsel disana," ucap Reyhan pada Gunawan.


"Sepertinya panggilan telepon itu penting Pak. Silahkan dilihat ponselnya," ucap Gunawan.


Reyhan mengangguk. Pria itu menerima ponsel yang diberikan oleh Gunawan dan langsung membuka ponselnya. Dilihat oleh Reyhan ada 5 panggilan tak terjawab dan ada 2 pesan belum dibaca.


"Banyak sekali," gumam Reyhan.


Pria itu lebih dulu membuka riwat panggilan telepon. Disana ia melihat ada 5 panggilan tak terjawab dari Herman.


Herman adalah supir dan seseorang yang ia percaya untuk mengawal Larissa kemanapun istrinya pergi.


Setelahnya Reyhan beralih membuka aplikasi pesan hijau. Dilihat olehnya pesan itu dari nomor yang sama, yakni Herman yang mengirim pesan.


DEG!!


Reyhan terkejut dengan isi pesan yang dikirim oleh Herman.


Secepatnya ia bangkit dan berpamit pada klien lalu mengajak Gunawan ikut bersamanya.


Kedua orang itu masuk kedalam mobil yang sama. Reyhan mengemudikan mobilnya menuju tempat dimana Herman mengirimi lokasinya.


"Kita mau kemana Pak,?" tanya Gunawan pada akhirnya.


Sejak tadi Gunawan merasa heran, namun ia sungkan untuk bertanya hingga ia melihat sendiri mobil yang dikemudikan Reyhan melaju bukan kearah kantor.


"Ada seseorang yang menghadang mobil istriku," ucap Reyhan.

__ADS_1


Gunawan yang mendengar kabar itu ikut terkejut.


Ia mengurungkan niatnya untuk bertanya lebih jauh lagi.


Hingga tidak lama kemudian mobil yang dikemudikan oleh Reyhan berada semakin dekat dengan mobil Larissa yang masih terparkir dijalan sepi.


Iya.. Memang Larissa tadi melewati jalan sepi itu untuk mempercepat tiba dikantor. Namun siapa sangka bila akan terjadi seperti ini.


Dari jarak itu Reyhan dan Gunawan bisa melihat mobil Larissa yang rusak dan kedua supir itu tergeletak ditanah dengan bersimbah darah.


Nyuutt. Hati Reyhan berdenyut nyeri melihat apa yang ia lihat itu.


Setibanya disana Reyhan dan Gunawan bisa melihat Larissa sudah tidak berada didalam mobil. Mereka segera turun dari mobil dan menghampiri kedua supir yang tergeletak.


"Pak, pak Kusno," panggil Reyhan sedikit menggoyangkan tubuh Kusno.


Gunawan juga ikut menggoyangkan tubuh supir satunya namun kedua supir itu sama-sama tidak ada yang bergerak.


Tadinya Reyhan ingin bertanya apa yang terjadi?, dimana Larissa?. Tetapi tidak bisa ia utarakan. Kondisi Kusno dan Herman benar-benar terluka parah.


"Gun, kamu urus semuanya. Kusno dan Herman harus segera mendapatkan pertolongan," titah Reyhan.


"Baik pak," jawab Gunawan.


Reyhan kemudian membuka mobil Larissa. Didalamnya hanya tertinggal tas dan kotak bekal untuk.


Makin berdenyutlah hati Reyhan. Istrinya mengalami hal buruk saat hendak mengantarkan makan siang untuk dirinya. Sedangkan dirinya justru sibuk kesana kemari mengurus perusahaan.


Reyhan kemudian mengambil tas itu, membuka isi didalam tasnya dan ia lihat hanya ada ponsel dan dompet.


"Sayang apa yang terjadi padamu?," tanya Reyhan seorang diri.


Ia kemudian keluar dari mobil itu dan bertepatan dengan ambulan yang dihubungi Gunawan.


Kusno dan Herman dinaikan kedalam ambulan dan segera dibawa menuju rumah sakit. Gunawan juga ikut kerumah sakit untuk mengurus kedua supir bosnya, meninggalkan Reyhan sendiri disana.


Reyhan menghubungi telepon rumah untuk menanyakan keberadaan Larissa. Namun ternyata istrinya itu tidak berada dirumah.


Pria itu mengusap wajahnya kasar. Ia tidak tahu harus mencari Larissa kemana.


"Aku yakin kamu dalang dibalik ini semua, Marcell," gumam Reyhan.


Reyhan mencoba menghubungi nomor Marcell yang dulu ia blokir.


Hanya Marcell lah orang yang Reyhan curigai. Pria itu membuka blokir nomor Marcell dan menghubungi nomor tersebut, namun nomer ponsel Marcell tidak aktif.


"Aku tidak akan membairkanmu hidup tenang bila terjadi sesuatu pada istriku," gumam Reyhan.

__ADS_1


Pria itu bahkan mencengkram ponselnya dengan kuat. Marcell sudah sangat keterlaluan. Membuat Reyhan sibuk sehingga ia lengah dan akhirnya Larissa diculik pria itu.


Reyhan kembali kedalam mobilnya dan melaju kencang menuju detektif Marvel.


Hanya detektiflah yang bisa mengetahui keberadaan Larissa. Entah dengan apa mereka melacaknya, yang jelas Reyhan akan meminta bantuan tim detektif Marvel.


Setibanya dikantor detektif, Reyhan segera menemui Marvel. Kedatangannya benar-benar disambut baik oleh Marvel.


"Masalah apa yang membuat anda datang kemari Pak?," tanya Marvell.


"Istri saya diculik," jawab Reyhan.


"Maksud bapak, bu Larissa diculik?," tanya Marvel lagi.


"Iya benar. Larissa diculik saat diperjalanan hendak kekantor saya. Kedua supir saya yang mengawalnya juga terluka parah," ucap Reyhan.


"Apa ada orang yang anda curigai?," tanya Marvel.


"Aku mencurigai satu orang, Marcell. Dia adalah mantan kekasih istriku," jawab Reyhan.


"Baik Pak Reyhan, akan saya bantu menemukan bu Larissa," ucap Marvell.


Reyhan mengangguk. Saat itu juga Marvell segera menuju ruangan dimana ia bisa melacak seseorang.


Marvel juga mengajak Reyhan turut ikut keruangannya.


Didalam sana Reyhan bisa melihat Marvell menyalakan komputernya dan mulai melacak keberadaan istrinya.


Satu jam didalam ruangan itu. Marvel belum bisa menemukan keberadaan Larissa.


"Saya sudah melacak keberadaan bu Larissa namun masih belum menemukannya pak. Nama Larissa Darwin tidak ada didaftar penumpang pesawat untuk hari ini," ucap Marvel.


"Aku minta tolong temukanlah istriku," ucap Reyhan.


Pria itu benar-benar kalut, ia tidak ingin terjadi sesuatu pada istrinya namun untuk menemukannya sangat sulit ia lakukan.


"Baik pak akan terus saya usahakan," ucap Marvel.


Pria itu kemudian melanjutkan pelacakan keberadaan Larissa.


Marvel tentu saja merasa kesulitan, pasalnya Marcell sudah bekerja sama dengan ahli IT juga untuk menyembunyikan keberadaannya dan juga Larissa.


...********************************...


Assalamualaikum.


Apa kabar semuanya?

__ADS_1


Author punya cerita baru nih dari adik kembarnya Reyhan Anggara yang bernama Alena Wulandari.


Jika berkenan baca ceritanya silahkan mampir dinovel "Suami Rahasia Bu Alena


__ADS_2