Menikahi Putri Kaya

Menikahi Putri Kaya
BAB. 47 Persiapan Pernikahan


__ADS_3

Persiapan pernikahan Larissa dan Reyhan sudah selesai hingga tahap 80%. Pendaftaran pernikahan telah diajukan tinggal prosesi nikahnya saja, undangan pernikahan yang sudah tersebar luas, gaun pengantin dan tuxedo telah selesai serta cincin kawin yang sudah rampung dibuat dengan berlian berukiran nama 'Reyhan & Larissa' di dalam lingkar cincin wanita dan ukiran nama 'Larissa & Reyhan' didalam lingkar cincin pria hanya tinggal dekorasi bertema out door yang belum selesai dan akan dikerjakan H-2 sebelum pernikahan berlangsung.


Reyhan menyambut kedatangan ibu dan kedua adiknya yang sengaja datang 6 hari sebelum pernikahan dilaksanakan.


"Bagaimana kabarnya Larissa Rey?" tanya Mayang pada Reyhan setelah ia tiba dirumah Cristian.


"Kondisi Larissa sudah jauh lebih baik bu, dan rencananya besok ia sudah diperbolehkan untuk pulang karena kemarin-kemarin ia masih harus dipantau oleh dokter" ucap Reyhan pada Mayang.


"Semoga saja Larissa cepat mengingat semuanya ya nak. Apa besok ibu boleh ikut jemput Larissa pulang nak?" tanya Mayang.


"Boleh bu, tapi yang jemput bukan aku. Mungkin daddy dan mommy yang akan menjemputnya" ucap Reyhan.


"Ya sudah ibu akan ikut dengan mereka saat menjemput calon istrimu" ucap Mayang.


"Iya bu" ucap Reyhan.


Keesokan harinya Larissa sudah diperbolehkan untuk pulang dan dijemput oleh orang tuanya dan juga seorang wanita paruh baya yang tidak ia kenali.


"Rissa ini ibunya Reyhan namanya Mayang, kamu manggilnya ibu juga ya" ucap Karina memperkenalkan Mayang pada Larissa.


Larissa tidak menjawab ia hanya mengangguk.


"Larissa apa kabarmu nak?" tanya Mayang pada calon menantunya.


"Baik bu" ucap Larissa singkat.


Mereka kemudian bergegas pulang kerumah Cristian dan Larissa dibantu oleh Reyhan masuk kedalam kamarnya untuk istirahat.


"Ini kamar aku?" tanya Larissa pada Reyhan.


"Iya Rissa ini kamarmu, kalau kamar aku ada dibawah dilantai satu" ucap Reyhan.


"Kamu juga tinggal dirumah ini?" tanya Larissa.


"Iya aku tinggal dirumah ini sudah sejak kemarin" ucap Reyhan.


Larissa mengangguk tanda mengerti.


"Kalau begitu aku tinggal ya Rissa, kamu istirahatlah" ucap Reyhan.

__ADS_1


Tanpa menunggu jawaban dari Larissa, Reyhan bergegas melangkah pergi dari kamar gadis itu.


"Rey, apa kita hendak menikah karena kita saling mencintai?" tanya Larissa pada Reyhan dan saat itu juga Reyhan menghentikan Langkah kakinya.


"Kita akan membicarakan ini setelah kita menikah" ucap Reyhan.


Larissa mengangguk.


Reyhan kemudian melanjutkan langkah kakinya keluar dari kamar Larissa.


Setelah kepergian Reyhan dari kamarnya, Larissa memegang kepalanya yang terasa sakit. Sekilas memori lamanya muncul menayangkan saat dirinya tidak terima dengan keputusan Cristian untuk menikah dengan Reyhan, oleh sebab itu Larissa bertanya pada Reyhan apakah mereka hendak menikah itu karena saling mencintai atau karena terpaksa.


H-2 pernikahan tiba.


Tepat pukul delapan pagi WO datang kerumah Cristian untuk mendekorasi seluruh halaman rumahnya dan kamar Larissa yang akan menjadi kamar pengantin.


Sahabat Larissa yakni Risty juga datang tak lama setelah WO itu tiba. Risty sudah dikenali oleh Larissa pasalnya gadis itu sudah memperkenalkan diri pada Larissa satu hari setelah gadis itu sadar.


Larissa sedang mengamati orang-orang yang sibuk mempersiapkan pernikahannya dengan Reyhan dari balkon kamar, ia duduk bersandar dikursi yang tersedia disana.


"Hai Rissa" sapa Risty saat masuk kedalam kamar sahabatnya.


"Iya Sa, ini aku datang bersama orang-orang salon yang akan membantu kamu perawatan" ucap Risty.


Larissa beralih memandang pada dua orang pegawai salon.


"Mari nona kita mulai melakukan perawatan" ajak pegawai salon.


Larissa mengangguk, ia menurut saja dengan apa yang akan dilakukan padanya. Gadis itu menghampiri Risty dan kedua karyawan salon lalu kemudian ia diminta mengganti pakaiannya dengan tapih dan kemudian berbaring.


"Dipijat dulu ya Rissa biar badan kamu terasa lebih fresh" ucap Risty.


"Iya Ris" ucap Larissa.


Tubuh Larissa dipijat perlahan oleh salah satu dari karyawan salon tersebut.


"Risty apa kamu bisa menceritakan tentang aku sebelum aku mengalami kecelakaan" pinta Larissa.


"Emm, sebelum kamu kecelakaan ya" ucap Risty berfikir sejenak.

__ADS_1


"Sepuluh hari sebelum kamu kecelakaan, kamu baru saja tiba dijakarta setelah menyelesaikan kuliah design mu diparis bersama aku. Kamu bercerita dengan kesal pada ku kalau kamu akan dinikahkan oleh om Crist dengan salah satu staff marketing bernama Reyhan karena om Crist sendiri yang melamar pria itu agar menikah denganmu" ucap Risty terjeda karena Larissa menanggapinya.


"Berarti aku tidak menginginkan pernikahan ini?" tanya Larissa.


"Kalau menurut dari yang kamu ceritakan sih iya Sa, tapi aku tidak tahu dengan hatimu ya" jawab Risty jujur.


"Teruskan ceritamu sampai selesai Risty" ucap Larissa.


"Oke aku lanjutkan nih. Kamu terus saja bernegosiasi dengan Reyhan agar tidak mau menikah denganmu karena kamu tidak menginginkan pernikahan itu dan orang yang paling dirugikan karena setelah menikah Reyhan akan dipercayai om Crist mengelola perusahaannya yang ada diindonesia bukan hanya peruaahaan melainkan dengan seluruh asetnya" ucap Risty terjeda lagi karena tanggapan dari Larissa.


"What! Daddy seperti itu?" tanya Larissa.


"Iya Rissa tapi itu semua demi kebaikan kamu" jawab Risty.


"Lalu kenapa aku jadi setuju menikah dengan Reyhan?" tanya Larissa lagi.


"Itu semua karena kamu terpaksa dan kamu juga hanya menikah kontrak dengan Reyhan selama satu tahun dan setelah itu kalian bercerai dan harta om Crist akan jatuh kembali ketangan kamu sebagai ahli waris sesungguhnya" ucap Risty.


"Jadi aku dan Reyhan hanya akan menikah kontrak?" tanya Larissa memastikan.


"Iya Rissa dan mengenai kecelakaan itu karena kamu bertengkar dengan mantan kekasihmu yang brengsek itu" ucap Risty.


Larissa mengangguk, kalau mengenai kecelakaan yang ia alami itu sudah diceritakan oleh Karina.


Risty tidak tahu saja kalau dari ceritanya akan membuat Larissa membenci Reyhan karena pernikahan yang dipaksakan dan Reyhan yang akan menguasai harta yang seharusnya miliknya dan Risty juga tidak bermaksud untuk itu, ia hanya menceritakan yang ia tahu karena sahabatnya itu ingin tahu.


Padahal sebelum kecelakaan Larissa meminta Reyhan kebutik untuk mengantarkan dirinya itu hendak membatalkan perjanjian nikah kontrak mereka dan mengatakan bahwa dirinya mencintai pria itu dan menginginkan pernikahan untuk selamanya.


Larissa telah selesai dengan pijitnya ia kemudian melanjutkan serangkaian perawatan lainnya.


H-1 sebelum pernikahan.


Tinggal menunggu satu hari lagi Larissa dan Reyhan akan menikah, Larissa menganggap pernikahan itu benar-benar pernikahan kontrak.


"Tidak apa-apa Rissa, ini hanya pernikahan kontrak" gumam Larissa meyakinkan dirinya dan menetralkan rasa gugupnya.


Larissa juga heran kenapa dirinya bisa segugup itu seperti calon pengantin yang memang menginginkan pernikahan itu. Didalam pikirannya ia meyakinkan dirinya bahwa ia tidak menginginkan pernikahan itu namun hatinya menolak, ia merasakan kalau hatinya menginginkan pernikahan itu.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2