
"Hei jangan menangis, maaf tadi aku tinggal" ucap Reyhan sembari menyeka air mata Larissa.
Grep. Larissa segera memeluk Reyhan.
...*Flashback on*...
Tadi sewaktu ia terbangun, Larissa menoleh kesebelahnya dan sudah tidak mendapati Reyhan disana.
"Rey" panggil Larissa namun tidak ada yang menyahut.
"Reyhan" panggil Larissa lagi namun masih sama, tidak ada yang menyahut.
Larissa kemudian turun dari ranjang dengan perlahan untuk mencari Reyhan kebalkon namun tidak ada disana.
Larissa juga mencari kekamar mandi namun tetap masih tidak menemukan keberadaan suaminya.
"Rey" panggil Larissa.
Kini matanya sudah berkaca-kaca. Larissa yang sedang hamil tentu saja sensitif terhadap perasaannya.
Mendapati dirinya tidak menemukan Reyhan dikamar, air mata yang sejak tadi ingin tumpah akhirnya turun juga.
Larissa menangis takut dirinya ditinggal pergi oleh Reyhan seperti ucapannya saat itu yang meminta Reyhan pergi dari hidupnya.
Larissa kemudian kembali keranjang dan membaringkan tubuhnya lagi namun setengah duduk.
Tidak lama setelah ia berbaring, pintu kamar akhirnya dibuka oleh Reyhan dan masuklah pria itu kedalam kamar.
...*Flashback off*...
"Hiks hiks jangan tinggalkan aku Rey" ucap Larissa.
"Aku tidak meninggalkan kamu, aku tadi hanya pergi sebentar ada pekerjaan yang tidak bisa aku tunda" ucap Reyhan.
"Benarkah?" tanya Larissa memastikan dan dijawab anggukan kepala oleh Reyhan.
Reyhan mengurai pelukannya dan meminta Larissa untuk istirahat sedangkan dirinya pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri.
Keluar dari kamar mandi, ia melihat Larissa yang masih diposisi tadi saat ia hendak tinggal pergi kekamar mandi.
"Kenapa tidak tidur lagi?" tanya Reyhan.
"Aku lapar Rey" lirih Larissa.
"Kamu ingin makan apa?" tanya Reyhan.
Pria itu kembali duduk ditepi ranjang dan mengusap perut istrinya itu.
"Aku ingin makan mie ayam yang dulu kita makan itu" ucap Larissa.
Reyhan mengernyit. Mie ayam yang pernah mereka makan bersama yaitu mie ayam mang Agus.
Padahal dulu saat diajak makan disana Larissa tidak ingin memakannya bila tidak Reyhan yang memaksa. Tapi kenapa sekarang wanita itu justru ingin makan mie ayam diwarung itu.
__ADS_1
"Mie ayam mang Agus maksudnya?" tanya Reyhan.
"Iya Rey" jawab Larissa.
"Warung mang Agus bukanya siang. Kamu makan makanan yang ada dirumah aja ya" ucap Reyhan.
"Aku maunya mie ayam itu" ucap Larissa.
Kini raut wajah yang tadi sedih berubah menjadi wajah yang penuh permohonan.
Melihat wajah Larissa yang memelas, Reyhan jadi tidak tega. Ia berfikir pasti istrinya ingin makan mie ayam karena anaknya yang menginginkan.
"Kalau begitu ayo kita kesana. Semoga aja mang Agus mau melayani kita" ucap Reyhan.
Bukan apa Reyhan berbicara demikian pasalnya saat ini masih pukul 4 pagi dan pastinya warung mang Agus belum buka.
Mendengar ucapan Reyhan tentu saja membuat Larissa sumringah. Ia benar-benar ingin makan mie ayam mang Agus.
Keduanya kemudian bersiap untuk mendatangi warung mie Ayam mang Agus.
Reyhan memakaikan jaket hangat untuk Larissa agar istrinya itu tidak kedinginan. Sedangkan Reyhan sendiri ia juga mengenakan jaket namun bukan jaket yang tadi ia gunakan saat menemui Jhonatan dan Marisha.
"Ayo aku bantu" tawar Reyhan.
Pria itu hendak menggendong Larissa namun segera dicegah.
"Aku bisa jalan Rey, kamu gandeng tanganku saja kalau mau bantu aku" ucap Larissa
Reyhan segera membantu Larissa turun dari ranjang, memakaikan sandal dikaki wanita itu dan menggandeng tangan istrinya.
Keduanya keluar dari kamar bersamaan dan menuruni tangga hingga tiba dilantai satu.
Disana mereka melihat para pelayan yang sudah memulai pekerjaannya.
Keluar dari rumah Reyhan segera membantu Larissa masuk kedalam mobil. Melajukan mobilnya perlahan sembari berbincang dengan Larissa.
"Tadi kamu dari mana Rey?" tanya Larissa.
"Aku tadi menemui om dan tante kamu" jawab Reyhan jujur.
"Maksud kamu om Jhonatan dan tante Marisha?" tanya Larissa.
"Iya. Aku tadi menemui om Jhonatan dan tante Marisha" jawab Reyhan.
"Ada apa?" tanya Larissa.
Reyhan kemudian menceritakan semuanya. Tentang penyebab Larissa pendarahan yang diakibatkan oleh kesengajaan om dan tantenya alias sudah direncanakan oleh mereka.
Bukan hanya itu, Reyhan juga menceritakan kalau mereka jugalah penyebab mommy Karina sulit hamil dan mengalami pendarahan berkali-kali hingga harus kehilangan rahimnya.
Kabar tersebut tentu saja membuat Larissa syok.
Wanita itu tahu kalau Jhonatan dan Marisha tidak menyukai keluarganya. Tapi ia tak menyangka kalau kedua orang itu sampai setega itu pada mommy dan dirinya.
__ADS_1
"Bukan hanya itu sayang. Om Jhonatan juga melakukan korupsi dikantor yang mengakibatkan Royal Darwin nyaris bangkrut" ucap Reyhan.
Larissa tak bisa berkata-kata lagi. Omnya itu benar-benar keterlaluan.
Mendapati Larissa yang syok, Reyhan segera meraih tangan istrinya menggunakan tangan kiri sembari terus fokus pada jalanan.
"Sudah jangan kamu pikirkan ya. Fokus saja pada kesehatan kamu dan calon anak kita" ucap Reyhan sembari mengelus punggung tangan sang istri.
Larissa tak menjawab namun ia menganggukan kepalanya tanda setuju dengan ucapan Reyhan.
Tidak lama kemudian akhirnya mereka tiba didepan warung mie ayam mang Agus yang masih terdapat tulisan 'TUTUP'.
Meski tutup namun mereka tetap turun dari mobil untuk mendatangi warung tersebut.
Reyhan menggandeng tangan Larissa dan mereka jalan perlahan hingga tiba diwarung mang Agus.
Tok tok tok.
Reyhan mengetuk pintu warung. Namun cukup lama mereka berdiri didepan pintu warung tersebut, barulah dibukakan oleh pemilik warung.
"Loh Reyhan ko pagi-pagi kesini?" tanya mang Agus setelah membuka pintu warung.
"Maaf mang kalau saya datang kepagian. Istri saya ingin makan mie ayamnya mang Agus" jawab Reyhan.
"Oohh, neng Rissa pasti lagi ngidam ya" ucap mang Agus.
"Iya mang" jawab Reyhan.
"Kalau begitu silahkan masuk saja, gak papa masih tutup juga. Buat neng Rissa pasti mamang layani" ucap mang Agus.
Larissa dan Reyhan kemudian masuk kedalam warung dan duduk disana.
Meski warung masih tutup namun mang Agus dengan senang hati menyiapkan mie ayam yang ingin dimakan istri pelanggan setianya.
Iya. Mang Agus menganggap Reyhan pelanggan setia, pasalnya Reyhan kerap kali makan diwarungnya saat pria itu belum menikah dengan Larissa.
Melihat sang ayah sibuk membuat mie ayam, Rani yang sedang beres-beres didapur merasa heran.
Dari pada menebak-nebak, Rani kemudian bertanya pada mang Agus.
"Loh ko pagi-pagi bapak sudah buat mie ayam?" tanya Rani.
"Iya Ran. Ini buat ibu hamil lagi ngidam" jawab mang Agus sembari membuatkan mie ayam.
Rani mengernyit semakin heran. Dalam benaknya siapa yang dibilang 'ibu hamil lagi ngidam'.
Karena penasaran akhirnya Rani memutuskan untuk melihat sendiri kewarung.
Deg.
Rani yang baru tiba dipintu antara warung dan dapur terkejut, ternyata orang yang dimaksud ayahnya itu adalah Larissa, istri Reyhan.
"Jadi ibu hamil lagi ngidam itu istrinya bang Reyhan" lirih Rani.
__ADS_1