Menikahi Putri Kaya

Menikahi Putri Kaya
BAB. 89 Makan Malam Bersama


__ADS_3

Pukul setengah tujuh malam. Dirumah Cristian sudah kedatangan tamu yang diundang langsung oleh Reyhan untuk makan malam.


Satria, Adam, Edwin, Risty dan Dion sudah datang kerumah. Ketiga teman Reyhan merasa heran kenapa Dion ikut diundang juga.


Meski heran, namun mereka tetap diam saja tidak ada yang bertanya. Mereka juga tidak mempermasalahkan kehadiran Dion.


Sedangkan Dion yang berada ditengah-tengah berkumpulnya teman-teman Reyhan merasakan canggung. Ingat sekali bila dirinya pernah berkelahi dengan ketiga teman Reyhan itu.


Sembari menunggu makanan siap, Reyhan mengajak teman-temannya serta Dion duduk diruang keluarga. Disana mereka berbincang bersama, membahas apa saja yang ingin mereka bahas.


Risty yang menjadi satu-satunya tamu wanita, memilih menemani Larissa dikamar. Sahabatnya itu sedang bersiap untuk ikut makan malam, dan saat ini sedang mencari baju yang muat ditubuhnya.


"Ya ampun Sa, kamu ini mau pakai baju yang mana?," tanya Risty.


"Aku tidak tahu Ris, semua baju yang aku coba tidak ada yang muat," ucap Larissa.


"Besok-besok kamu ajak si Reyhan belanja. Bukannya kamu setiap hari ikut Reyhan kerja. Kenapa pulang kerja tidak sekalian mampir kemall dan beli baju hamil?," tanya Risty.


"Aku tidak ingat Ris," jawab Larissa seadanya.


Huufftt.


Risty menghembuskan nafasnya.


"Lalu sekarang kamu ingin pakai baju apa?," tanya Risty dan dijawab gelengan kepala oleh Larissa.


"Kalau begitu, biar aku saja yang pilihkan," ucap Risty.


Wanita itu kemudian mengambil pakaian Larissa dan ditunjukan pada pemiliknya namun Larissa menggeleng. Satu baju, dua baju hingga baju kedua puluh yang Risty pilihkan, Larissa terus menggelengkan kepalanya.


Risty malas sekali bila sudah seperti ini. Karena hanya gelengan kepala yang ia dapatkan dari Larissa. Risty kemudian membuka lemari baju Reyhan, dan mengambil satu baju kaos, kemudian ia berikan pada Larissa.


"Pakai ini saja kalau begitu," titah Risty, sembari menyerahkan baju Reyhan pada Larissa.


"Nah, kalau itu aku yakin muat," ucap Larissa kemudian menerima baju Reyhan.


"Bilang dong, kalau mau pakai baju Reyhan," ucap Risty.


Namun ucapan Risty tidak ditanggapi oleh Larissa. Wanita itu segera melepas pakaiannya didepan Risty dan mengenakan baju Reyhan.


Baju Reyhan yang besar, akhirnya muat ditubuhnya.


"Perutmu sudah kelihatan menonjol Sa," ucap Risty.


"Iya Ris, aku kan lagi hamil bayi kembar," ucap Larissa dengan riang.

__ADS_1


"Wahh, selamat ya Sa," ucap Risty.


Wanita itu bahkan menghampiri Larissa dan mengelus perut sahabatnya.


Dirabalah perut Larissa yang sudah terlihat menonjol. Risty rasanya seperti ingin hamil juga, tapi sayang ia bahkan belum memiliki calon suami.


"Kapan kamu akan menikah?," tanya Larissa, seperti bisa merasakan apa yang sedang sahabatnya rasakan.


"Ehh. Emm." ucap Risty gelagapan, pasalnya pikirannya bisa diketahui oleh Larissa.


"Kamu masih cintakan sama Dion?," tanya Larissa.


"Nggak!" jawab Risty mengelak.


Ia bahkan langsung menjauhkan tangannya dari perut Larissa.


"Aku tahu kamu masih mencintai Dion Ris. Kenapa kamu tidak mencoba untuk kembali padanya?," tanya Larissa.


"Aku tidak mau Sa, Dion itu terlalu kekanakan," ucap Risty.


"Dia sekarang sudah berubah Ris, percayalah pada ku," ucap Larissa.


"Entahlah, aku masih tidak bisa percaya padanya," jawab Risty.


Wanita itu kemudian pergi dari ruang ganti dan hendak keluar dari kamar, namun baru saja tiba dikamar Larissa, ia sudah disusul oleh sahabatnya sembari mengatakan sesuatu.


Risty tidak menanggapi apa -apa, padahal jawaban dari Risty sedang dinantikan oleh Larissa. Beruntung saat ia dinantikan jawabannya, pintu kamar Larissa dibuka oleh Reyhan.


Pria itu memanggil Larissa dan Risty untuk segera turun, karena makan malam sudah akan dimulai.


Risty menganggukan kepalanya kemudian berlalu lebih dulu dari kamar Larissa. Sedangkan Reyhan ia masuk lebih dalam kedalam kamar dan menghampiri istrinya.


Dilihatnya penampilan Larissa dari atas hingga bawah yang terlihat berbeda.


"Kenapa mas?" tanya Larissa.


"Kamu terlihat lebih sexy," jawab Reyhan sembari mengerlingkan sebelah matanya pada Larissa.


Bugh.


Larissa memukul pelan dada Reyhan karena salah tingkah, digoda oleh pria itu. Wajah Larissa bahkan sudah memerah.


"Apaan sih mas, aku ini gendut sekarang. Baju aja tidak ada yang muat, masa kamu bilang sexy," ucap Larissa sembari mengerucutkan bibirnya.


Ada rasa kesal dan juga senang digoda Reyhan seperti itu.

__ADS_1


Kesal karena godaan Reyhan itu seperti menyindir bentuk tubuhnya. Namun ia juga senang, bila Reyhan menganggap tubuh gendutnya itu sexy.


"Aku serius sayang, kamu sekarang makin sexy. Oiya kenapa pakai baju aku?," ucap Reyhan kemudian bertanya.


"Bajuku tidak ada yang muat mass," ucap Larissa.


"Kalau begitu kita besok beli baju hamil buat kamu ya. Kebetulan juga besokan minggu kan," ucap Reyhan.


"Iya mas" jawab Larissa.


Reyhan kemudian mengajak istrinya keluar dari kamar untuk makan malam bersama teman-temannya.


Sepasang suami istri itu menuruni anak tangga bersamaan dan menuju meja makan yang sudah berkumpulnya teman-teman Reyhan, serta Risty dan Dion.


Dari tempatnya berjalan, sepasang suami istri itu bisa melihat bila Dion dan Risty sesekali saling melirik, namun tidak ada yang mau bicara lebih dulu.


Larissa dan Reyhan akhirnya tiba dimeja makan.


Reyhan duduk diujung meja, disebelah kanan ada Larissa, Satria dan Edwin. Sedangkan disebelah kiri Reyhan ada Risty, Dion dan Adam.


Makan malam dimulai. Dimeja makan itu ada banyak makanan dengan masakan yang berbeda. Saking banyaknya ketujuh orang itu jadi bingung hendak memakannya.


"Seharusnya aku yang traktir kalian makan malam, bukan malah Reyhan. Maaf ya Rey," ucap Satria.


"Tidak apa-apa Sat. Lagi pula kapan lagi kita bisa berkumpul seperti ini," ucap Reyhan yang diangguki oleh Satria.


Mereka semua melanjutkan makan malamnya, menikmati suapan demi suapan makanan yang sudah disiapkan para pelayan dirumah itu.


Sesekali mereka juga bercengkrama. Hanya Dion lah yang menjadi pendiam, namun tentu saja Reyhan dan teman-teman mengajaknya untuk ikut masuk dalam pembicaraan mereka.


Dion sudah cukup akrab dengan Reyhan dan teman-teman. Ia sudah tidak lagi menjadi pria angkuh dan sombong. Sifat kekanakannya sudah hilang dengan sendirinya.


Larissa dan Risty hanya mendengarkan para pria yang sedang berbicara. Namun Risty bisa merasakan perubahan dari mantan kekasihnya itu.


"Bicaralah dengannya setelah selesai makan malam," titah Larissa yang diangguki oleh Risty.


Makan malam berakhir. Larissa meminta para pelayan untuk membersihkan meja makan, lalu setelahnya mereka melanjutkan perbincangannya.


Risty menoleh kearah Dion yang duduk disebelahnya.


"Di," panggil Risty.


Dion yang sejak tadi ikut berbincang dengan Reyhan dan teman-teman kini menolehkan wajahnya pada seseorang yang memanggil namanya.


"Ada yang ingin aku bicarakan," ucap Risty.

__ADS_1


"Baiklah. Reyhan, Larissa dan semuanya aku pamit ya," ucap Dion.


Semua orang yang ia pamiti mempersilahkan, sehingga Dion dan Risty pulang lebih dulu, karena ada yang ingin mereka bicarakan.


__ADS_2