
Larissa kembali kerumah lebih awal yakni pukul tiga sore sedangkan Reyhan kembali pukul 5.
Tadinya ia hanya pamit bekerja selama 3 jam namun karena tadi Larissa mendatanginya jadi Reyhan memutuskan untuk melanjutkan pekerjaan hingga jam kerja selesai.
Larissa tiba lebih dulu kerumah dan ia segera menuju kamar. Sepanjang perjalanan pulang kerumah Larissa terus teringat dengan Reyhan.
Terbayang-bayang wajahnya dan pergulatan tadi siang dikantor.
"Kalau seperti ini terus aku bisa jatuh cinta pada Reyhan" gumam Larissa.
"Tidak, tidak. Aku tidak boleh jatuh cinta padanya. Aku membenci Reyhan karena dirinya aku jadi terikat pernikahan kontrak ini. Ingat Larissa kamu harus mengambil kembali hak yang harusnya menjadi milikmu" gumam Larissa.
Larissa terus saja menanamkan didalam dirinya kalau ia membenci Reyhan.
Kini wanita itu sedang duduk dikursi meja rias dengan menghadap cermin, memandangi dirinya sendiri.
Tepat pukul lima sore Reyhan pulang kerumah. Ia teringat dengan tadi siang Larissa yang mendatanginya kekantor dan mengatakan merindukannya membuat pria itu tersenyum bahagia sepanjang perjalanan.
Reyhan menganggap itu sebuah kemajuan untuk hubungannya dan sang istri.
Trauma yang dimiliki Reyhan tentang rasa bersalahnya pada Nayla kini sudah sembuh 100% saat dirinya memeriksakan diri dua minggu yang lalu.
Fokus Reyhan benar-benar tertuju pada Larissa karena ia Menikahi Putri Kaya yang benar-benar membuatnya sakit kepala dan harus sabar menghadapinya.
Satu jam perjalanan yang dibutuhkan Reyhan untuk tiba dirumah. Padahal bila tidak saat jam pulang kerja seperti ini ia hanya membutuhkan waktu setengah jam.
Seperti biasa Reyhan pulang kerumah tidak disambut oleh Larissa. Mau saat ia hendak berangkat kerja ataupun saat pulang kerja tetap tidak didampingi Larissa.
Ceklek.
Reyhan membuka pintu kamar dengan tersenyum masih teringat dengan tadi siang Larissa mendatanginya kekantor.
Dilihat olehnya Larissa yang sedang duduk diranjang bersandar disandaran ranjang.
Pria itu melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar dan menghampiri Larissa yang sedang duduk bersandar disandaran ranjang.
Reyhan mendekatkan wajahnya kewajah Larissa hendak mencium kening wanita itu namun dada Reyhan segera didorong menjauh oleh Larissa agar tidak mendekat ke wajahnya.
"Rey ada yang ingin aku bicarakan padamu" ucap Larissa saat mendorong dada Reyhan.
__ADS_1
"Apa?" tanya Reyhan sembari kembali berdiri tegak.
"Aku memutuskan untuk belajar mengelola bisnis daddy, perjanjian nikah kontrak kita akan tetap berlangsung dan sebelum perjanjian itu berakhir aku ingin sudah bisa mengelola perusahaan. Jadi berikan aku posisi yang berpengaruh" ucap Larissa.
Reyhan tentu saja terkejut dengan permintaan Larissa pasalnya yang ia tahu istrinya itu tidak menyukai bisnis properti tapi sekarang Larissa justru ingin belajar bisnis tersebut demi untuk mengambil kembali haknya.
"Lagi-lagi perjanjian itu. Aku muak mendengarnya Larissa!" ucap Reyhan meninggikan suaranya.
Larissa kemudian bangkit untuk berdiri dihadapan Reyhan. Kini keduanya berdiri ditepi ranjang dan saling berhadapan.
"Perjanjian tetap perjanjian Reyhan, kamu jangan lupakan itu! Kamu hanya orang asing yang bekerja diperusahaan daddy dan beruntung mendapatkan kepercayaannya sampai-sampai perusahaan diberikan padamu!" ucap Larissa meninggikan suaranya juga.
"Cukup Larissa! Aku juga sadar diri akan hal itu jadi tolong jangan diperjelas lagi!" ucap Reyhan meninggikan suaranya lagi.
Larissa tersenyum sinis. Ia menganggap perkataan Reyhan hanya bualan saja. Bila pria itu sadar diri seharusnya tidak akan menerima lamaran Cristian untuk menikah dengannya pikir Larissa.
"Meski kamu tidak mencintai aku tapi tolong hargai aku Larissa!. Berulang kali aku memintamu untuk sedikit saja hargai aku, tapi kamu tidak pernah melakukannya!. Apa sesulit itu untuk kamu melakukannya?!" tanya Reyhan emosi.
Ia hanya manusia biasa, Reyhan juga bisa kesal dan marah. pria itu benar-benar lelah menghadapi Larissa yang tak pernah menghargainya.
Meski itu sudah perjanjian sejak sebelum menikah namun Reyhan berharap perjanjian itu dibatalkan dan mereka menjadi suami istri yang sesungguhnya.
"Apa sesulit itu Larissa?!" tanya Reyhan lagi dengan tegas.
Reyhan bahkan berbicara sembari memegang bahu istrinya dan menggoyangkannya.
Plakk.
Reyhan justru mendapatkan tamparan dari Larissa.
"Cukup Reyhan!" bentak Larissa.
"Kamu berlebihan Reyhan!. Pernikahan kita hanya kontrak. kamu tidak seharusnya bersikap seperti ini. Kita akan tetap berpisah saat kontrak itu berakhir. Meski ada anak ini, apapun alasanya, aku minta kamu kembalikan hak yang seharunya menjadi milikku dan pergilah dari hidupku!" ucap Larissa tegas.
Reyhan muak sudah dengan wanita angkuh dan keras kepala itu.
Ia memilih keluar dari kamar dan berjalan menuju lantai satu kemudian keluar dari rumah, mengemudikan mobilnya yang belum masuk kedalam garasi.
Reyhan mengemudikan mobilnya dengan kencang, ia ingin menenangkan diri. Suasana hatinya benar-benar buruk karena pertengkarannya dengan Larissa.
__ADS_1
Saat ini sudah pukul delapan malam. Reyhan terus melajukan mobilnya karena tak tahu arah tujuannya kemana ia pergi, namun pada akhirnya ia memutuskan untuk kembali kekantor.
Reyhan masuk kedalam lift menuju atap bangunan gedung kantor tersebut. Dan disinilah ia berdiri diatap gedung kantor.
"ARGHH!" Teriak Reyhan dengan kencang.
Dadanya sesak sekali diperlakukan seperti itu oleh istrinya. Ia juga melempar semua barang yang ada diatap itu. Melampiaskan rasa kesal dan marahnya pada benda-benda sekitar.
Hah Hah Hah
Nafas Reyhan tersengal karena sehabis teriak dan melemparkan benda-benda disekitarnya.
"Baiklah bila itu mau mu Larissa" gumam Reyhan.
Sejak saat itu Reyhan memilih tinggal dikantor dan terhitung sudah dua minggu ia tidak kembali kerumah.
Reyhan juga sudah satu minggu mengelola perusahahaan Royal Darwin yang nyaris bangkrut. Ia mengatur waktu kerjanya tiga hari datang kekantor Royal Darwin dan tiga harinya untuk kantor Darwin Properties.
Untuk Larissa, Reyhan sudah memberikan posisi diperusahaan sebagai manager operasional dan masih tahap belajar. Larissa menyerahkan sepenuhnya butik pada Risty dan ia tidak perlu mengurusi butik itu lagi.
"Reyhan" Gumam Larissa didalam mobil.
Wanita itu baru saja tiba diparkiran kantor dan melihat Reyhan sedang berjalan keluar dari gedung kantor sembari berbicara dengan seseorang disambungan telepon.
Dalam hatinya ia merindukan pria itu.
Larissa mengelus perutnya merasakan sedikit tegang disana seolah-olah janinnya tahu kalau ada daddynya disekitarnya.
Larissa terus memperhatikan Reyhan hingga pria itu masuk kedalam mobil dan kemudian melajukan mobil tersebut.
Didalam mobil, Reyhan tadi sekilas melihat mobil Larissa yang berada diparkiran tersebut namun ia acuhkan.
"Semoga kalian baik-baik saja" gumam Reyhan yang ditujukan untuk Larissa dan calon anaknya.
Dua hari yang lalu Larissa memeriksakan kandungannya kedokter Anne namun tentu saja hanya pergi sendiri tanpa didampingi Reyhan.
Mengingat itu membuat hati Reyhan semakin terasa diremat.
"Aku benar-benar tidak dianggapnya" ucap Reyhan tersenyum miris.
__ADS_1
Akhirnya Reyhan tiba ditempat tujuan yakni kantor Royal Darwin pasalnya tadi yang menelpon Reyhan adalah Klien dari Royal Darwin.