
"Kenapa kamu sepertinya kaget begitu?" tanya Cristian.
"Hah, ti-tidak dad" jawab Larissa tergugup.
Ia takut bila Cristian bertanya lebih jauh mengenai keterkejutannya, ia juga takut kalau dirinya salah bicara dan justru membuat pernikahan kontraknya dengan Reyhan diketahui oleh sang daddy dan akan membuat masalah baru dihidupnya.
"Daddy anggap kamu setuju ya Rissa" ucap Cristian.
"Iya dad" ucap Larissa pasrah.
"Setelah kalian pulang dari bulan madu daddy akan langsung mengangkat Reyhan sebagai CEO untuk menggantikan daddy mengelola perusahaan yang ada diindonesia, karena daddy harus secepatnya pergi kejepang untuk memantau perkembangan perusahaan disana" ucap Cristian
"Apa daddy dan mommy akan pergi setelah Reyhan menjadi CEO?" tanya Larissa.
"Iya" jawab Cristian sembari menganggukan kepalanya.
Wajah Larissa berubah murung, meski dirinya mengalami amnesia namun ia merasa kehilangan bila Cristian dan Karina pergi meninggalkan dia kejepang untuk waktu yang cukup lama.
Larissa mengatakan ingin ikut pada orang tuannya namun secepat mungkin ditolak oleh orang tuanya itu karena ia sudah memiliki suami yang harus ia penuhi kebutuhannya.
"Daddy dan mommy akan pulang tiga bulan sekali untuk melihat kalian dan hanya akan tinggal selama satu minggu disini" ucap Cristian.
"Iya dad" jawab Larissa.
Setelahnya barulah Mayang yang berbicara pada Reyhan dan Larissa kalau dirinya dan sikembar akan kembali kesemarang besok pagi kemudian ia akan mengurus surat pindah adik Reyhan itu agar bisa bersekolah dijakarta.
Mendengar ucapan dari Mayang tentu saja membuat Reyhan senang, pria itu berharap demikian ibu dan adik'adiknya tinggal dijakarta juga agar bisa saling berdekatan satu sama laim.
"Mudah-mudahan bisa cepat pindah ya bu" ucap Reyhan.
"Iya Rey. Tapi setelah kami pindah kejakarta ibu tidak ingin tinggal dirumah ini, ibu mau membeli rumah sendiri dan membuka usaha baru disini" ucap Mayang.
"Iya bu, nanti aku bantu carikan rumahnya" ucap Reyhan.
Mayang mengangguk ia kemudian meminta agar Reyhan dan Larissa kembali kekamarnya untuk beristirahat karena terlihat jelas diwajah menantunya kalau wanita itu kurang tidur. Begitu juga dengan Cristian dan Karina mereka juga menyarankan agar sepasang suami istri itu beristirahat karena akan berangkat ke swiss nanti malam.
Reyhan dan Larissa tak kuasa untuk menolak permintaan ketiga orang tua itu, mereka akhirnya kembali kedalam kamar dengan Larissa berjalan lebih dulu dan disusul oleh Reyhan dibelakangnya.
Klek.
Terdengar suara pintu terkunci karena Reyhan yang memutarnya.
__ADS_1
"Rey, kenapa dikunci pintunya?" tanya Larissa.
"Biar tidak ada yang ganggu" jawab Reyhan ambigu.
"Maksud kamu Rey?" tanya Larissa.
Reyhan kemudian melangkahkan kakinya mendekati Larissa dan membuat wanita itu menjauhinya.
"Jangan sekarang Rey" ucap Larissa.
"Ohh berarti nanti boleh ya" ucap Reyhan menyeringai.
Larissa mendelik, bisa-bisa nya Reyhan berbicara seperti itu. Apa dia belum puas dengan tadi malam melakukannya sepanjang malam hingga pagi tiba.
Reyhan padahal tidak sungguh-sungguh, ia hanya ingin menggoda Larissa karena wanita itu selalu membuatnya gemas.
"Hahaha, kenapa dengan wajahmu Rissa? Aku tadi bercanda, aku hanya ingin tidur siang" ucap Reyhan.
Pria itu beralih menghampiri ranjang dan membaringkan tubuhnya disana, ia juga mengajak Larissa tidur disebelahnya dengan menarik tangan wanita itu yang berdiri ditepi ranjang karena tercengang dikerjai olehnya.
Brukk.
Larissa terkejut karena Reyhan menarik tangannya hingga membuat dirinya terjatuh menimpa Reyhan yang sudah lebih dulu berbaring diranjang.
"Tidurlah jangan teriak-teriak" ucap Reyhan.
Pria itu mendekap tubuh Larissa yang masih berada diatasnya sembari membelai rambut panjang wanita itu. Tubuh Larissa tidak terasa berat oleh Reyhan, ia justru merasa senang bisa sedekat ini dengan Larissa karena bisa mendengar detak jantungnya wanita itu.
Jantung Larissa berdegup kencang, ia benar-benar gugup bila berada diposisi seperti itu. Ia kemudian berusaha memejamkan matanya namun tidak bisa terlelap, ia menggerakan tubuhnya agar bisa pindah ketempat tidur.
"Mau kemana?" tanya Reyhan.
"Aku mau pindah kesebelahmu" jawab Larissa.
Reyhan kemudian melepaskan dekapannya pada tubuh Larissa yang kemudian bergeser berbaring disebelahnya. Wanita itu sedang berusaha terlelap namun tetap tidak bisa dan ia hanya memejamkan matanya hingga terdengar suara Reyhan memanggilnya.
"Larissa" panggil Reyhan.
Wanita itu tidak menjawab tapi ia menolehkan pandangannya menghadap Reyhan.
"Apa kamu membenciku?" tanya Reyhan.
__ADS_1
"Iya aku membencimu Reyhan, karena kamu harta daddy tidak diberikan padaku dan karena kamu aku harus terikat dengan pernikahan kontrak seperti ini" jawab Larissa tegas.
Reyhan tersenyum miring ia sudah menduganya kalau Larissa akan menjawab seperti itu.
"Tidak masalah kalau sekarang kamu membenciku, tapi setelah ini aku akan membuat kamu mencintaiku" ucap Reyhan tak kalah tegas.
Larissa tidak menjawab lagi, ia hanya tersenyum sinis pada pria yang berbaring disebelahnya, ia berharap agar dirinya tidak akan mencintai pria itu hingga pernikahan kontrak berakhir tapi entahlah ia juga tidak mengerti dengan dirinya yang terkadang membencinya namun terkadang juga menginginkannya.
'Apa memang dulu aku seperti ini' batin Larissa.
Lelah wanita itu berfikir hingga ia perlahan terlelap dengan sendirinya. Berbeda dengan Larissa yang sudah terlelap, Reyhan justru tidak bisa terlelap ia hanya berdiam diri dengan tubuh yang terbaring disebelah Larissa.
Tok tok tok
Pintu kamar Larissa diketuk oleh seseorang.
Reyhan bangkit lebih dulu dibanding Larissa, pria itu berjalan menuju pintu dan kemudian membuka kunci pintu tersebut.
Ceklek.
"Ada apa mom?" tanya Reyhan.
Rupanya yang mengetuk pintu kamar Larissa adalah mommy Karina dan Risty yang baru saja datang kerumah itu. Risty datang dengan membawa baju malam pesanan Karina untuk putrinya. Karina jugalah yang akan menyiapkan perlengkapan untuk bulan madu anak dan menantunya itu.
"Maaf Reyhan kami mengganggu waktu istirahat mu dengan Larissa. Mommy dan Risty hanya ingin menanyakan perlengkapan mana saja yang akan kalian bawa untuk bulan madu" ucap Karina
"Oh, masuk aja kalau begitu mom" ucap Reyhan mempersilahkan.
"Tidak Rey, kami cuma mau tanya saja" ucap Karina.
"Kalau begitu terserah mommy saja, apa yang mommy siapkan maka aku dan Larissa akan membawanya" ucap Reyhan.
"Oke Rey" ucap Karina.
Kedua wanita beda usia itu membalikan tubuhnya, kemudian berjalan menuju salah satu ruangan yang ada dirumah itu untuk mempersiapkan segala kebutuhan yang akan dibawa Reyhan dan Larissa bulan madu ke Swiss.
Reyhan menatap kedua punggung wanita yang tadi berbicara dengannya, ia memiliki firasat kalau kedua wanita itu memiliki rencana.
Reyhan memutuskan untuk masuk kedalam kamar, menutup pintunya dan menguncinya lagi kemudian merebahkan kembali tubuhnya diatas tempat tidur dengan Larissa yang masih berada disebelahnya.
Dilihat oleh Reyhan Larissa yang terlelap membuat wanita itu terlihat lebih cantik.
__ADS_1