Menikahi Putri Kaya

Menikahi Putri Kaya
BAB. 98 Semua Akan Baik-baik Saja


__ADS_3

Menangani hal seperti ini tidak perlu panik.


Iya.. Reyhan tidak panik sama sekali. Ia hanya waspada, takut-takut Marcell benar-benar akan melukai Larissa.


"Mass," ucap Larissa yang ketakutan.


"Tenang sayang. Semuanya akan baik-baik saja," ucap Reyhan.


Marcell yang mengancam Reyhan menggunakan bellati, justru semakin geram melihat pemandangan Reyhan yang menenangkan Larissa.


Marcell berjalan mundur menjauhi Reyhan, dengan Larissa yang masih ia jadikan tameng.


Reyhan sudah bisa menduga, kalau Marcell akan kabur membawa Larissa bersamanya. Ia tidak akan pernah membiarkan itu terjadi.


Secepatnya ia menghadang Marcell yang sudah hendak membuka pintu.


Brukk.


Reyhan menendang tangan Marcell, yang memegang belatti.


"Akkhh!"


Tingg.


Teriakan Larissa bersamaan dengan jatuhnya bellati yang dipegang Marcell.


Bugh. Bugh.


Reyhan melayangkan tinjunya pada Marcell.


Hanya tiga kali pukulan tepat pada titik vital, Marcell akhirnya tergeletak tidak sadarkan diri.


Melihat Marcell yang sudah tidak sadarkan diri, Reyhan segera menghampiri istrinya yang sedang terduduk dilantai memegangi lehernya yang terluka.


Leher Larissa tergores bellati yang dipegang Marcell tadi. Goresannya cukup dalam, sehingga darah segar mengalir dari luka itu.


"Maafkan aku sayang, kamu jadi terluka," ucap Reyhan.


"Tidak apa-apa mas, yang penting aku bisa bebas dari Marcell," ucap Larissa.


Reyhan segera membantu Larissa duduk, ditepi ranjang. Ia mencari kotak p3k dikamar itu dan segera mengobati luka dileher Larissa.


Marvel dan tim akhirnya berhasil melumpukan seluruh anak buah Marcell yang ada di rumah itu.


Sedangkan anak buah Marcell yang lainnya, sudah diringkus oleh polisi karena Dion yang melaporkannya.


Dion mengetahui Larissa diculik dari Bi Lia. Ia berinisiatif ingin membantu Reyhan dan sepupunya, oleh sebab itu Dion melaporkan tindakan Marcell itu kepolisi.


Meski Marcell adalah sahabatnya, namun Dion tidak membenarkan tindakan pria itu.


Sedangkan Marcell yang sudah tergeletak dilantai segera ditolong oleh anak buah detektif Marvel dan segera dilarikan kerumah sakit bersama anak buah pria itu yang terluka.


"Apa ada yang terluka lagi sayang?," tanya Reyhan.


Larissa menggeleng. Matanya berkaca-kaca, ia bahagia sekali bisa bebas dari Marcell dan kembali pada suaminya.


"Sayang, kenapa menangis?," tanya Reyhan lagi.


Pria itu menangkup wajah istrinya dengan kedua telapak tangannya.

__ADS_1


Larissa menggeleng lagi. Ia bergegas memeluk suaminya yang baru saja selesai memasang plaster dan kapas dilehernya.


Hiks hiks


Jiwa sensitifnya kembali muncul disaat ia bersama Reyhan.


"Sayang," ucap Reyhan sembari menguraikan pelukan Larissa.


Ia menatap pada mata Larissa yang berair, kemidian menghapus air mata Larissa dengan kedua jempol tangannya.


"Aku bahagia sekali bisa kembali denganmu mas," ucap Larissa.


Reyhan tersenyum mendengar ucapan Larissa.


"Apa kamu takut berpisah denganku?," tanya Reyhan dengan senyum yang menggoda istrinya.


Pukk.


Larissa memukul dada bidang suaminya.


"Aduh sayang, kenapa aku dipukul?," tanya Reyhan masih dengan senyumnya.


"Iiihh, Mas Reyhan. Ini bukan saatnya kamu menggoda aku," ucap Larissa malu digoda suaminya.


"Lalu kapan?," tanya Reyhan.


"Nanti kalau sudah dikamar kita mas," jawab Larissa.


"Bukannya ini dikamar ya?," tanya Reyhan masih menggoda Larissa.


"Iya mas, tapi ini bukan kamar kita," ucap Larissa.


"Kata siapa bukan kamar kita," ucap Reyhan.


Meski terkejut, tapi ia juga menginginkan itu. Ciuman dari suaminya benar-benar menenangkan dirinya yang seharian ini dilanda rasa cemas.


Cukup lama mereka berciuman, hingga akhirnya Reyhan melepaskan pagutan pada bibir istrinya.


"Kita pulang sekarang yah," ajak Reyhan.


"Iya mas," jawab Larissa sembari menganggukan kepalanya.


Reyhan membantu Larissa untuk bangkit dan berjalan menuju luar rumah. Disana mereka sudah ditunggu oleh 5 anak buah detektif Marvel yang tidak ikut kerumah sakit.


"Silahkan pak, bu," ucap anak buah Marvel yang membukakan pintu mobil untuk Reyhan dan Larissa.


Reyhan menganggukan kepalanya. Ia lebih dulu membantu Larissa masuk kedalam mobil.


Setelah memastikan Larissa nyaman duduk diposisinya, Reyhan segera ikut masuk.


Mobil itu melaju menuju landasan pesawat Jet, dimana tadi mereka turun.


Setibanya disana, Larissa tercengang melihat pesawat jet yang hendak ia naiki.


"Ini mas Reyhan nyewa?," tanya Larissa.


"Bukan sayang, ini punya kita," jawab Reyhan.


"Hahh?, punya kita?," tanya Larissa tak percaya.

__ADS_1


"Iya sayang. Kamu belum tahu ya, ini pesawat hadiah pernikahan kita dari daddy Cristian," ucap Reyhan.


"Apa mas?, ini hadiah pernikahan kita?," tanya Larissa katena terkejut.


"Iya sayang, jangan kaget begitu dong," ucap Reyhan.


"Bukan begitu mas. Ini terlalu berlebihan untuk kita," ucap Larissa.


"Aku juga sudah menolaknya, tapi daddy yang memaksa," ucap Reyhan.


Larissa masih menggelengkan kepalanya. Ia masih tidak habis fikir pada daddynya yang memberikan hadiah sefantastis itu.


"Ayo sayang," ajak Reyhan.


Pria itu mengajak Larissa untuk masuk kedalam pesawat jet milik mereka. Larissa tak menjawab namun ia mengikuti Reyhan yang menarik tangannya.


Reyhan mengajak Larissa masuk kedalam kamar, lalu meminta wanita itu untuk beristirahat.


Pria itu juga menemani Larissa yang hendak tidur sembari mengusap perut buncit istrinya.


"Besok kita periksa kandungan kamu ya sayang," ucap Reyhan.


"Iya mas," ucap Larissa.


Tidak lama kemudian Larissa pun terlelap.


"Maafkan aku sayang. Karena kelalaianku, kamu jadi terluka," gumam Reyhan.


Setelahnya, pria itu segera bangkit untuk menemui anak buah Marvel.


Reyhan menanyakan bagaimana perkembangan kasus tersebut, yang ternyata sudah ada yang melaporkannya, yakni Dion sepupu istrinya.


"Dion?," tanya Reyhan memastikan pada anak buah Marvel.


"Betul Pak. Pak Dion sudah melaporkan kasus ini kekantor polisi. Sebagian anak buah Marcell juga sudah ditahan," ucap salah satu anak buah Marvel.


Mendengar penjelasan dari anak buah Marvel, Reyhan menganggukan kepalanya sebagai tanggapan. Ia bangga pada Dion. Pria itu benar-benar sudah berubah.


Dion sudah menjadi pria yang bertanggung jawab pada perusahaannya serta pada keluarganya, salah satunya yaitu Larissa.


Ia akan mengucapkan terimakasih pada Dion setibanya dijakarta.


Setelahnya tidak ada lagi pembicaraan. Reyhan dan kelima anak buah Marvel juga beristirahat.


Hingga tidak terasa mereka sudah tiba dijakarta.


Mereka tiba pukul satu siang. Berhubung mereka sudah makan didalam pesawat, jadi begitu tiba dijakarta Reyhan dan Larissa segera pulang kerumah, dengan dikawal oleh 5 anak buah Marvel.


"Selamat datang kembali dirumah, sayang," ucap Reyhan.


"Hahaha" Larissa justru tertawa dengan ucapan Reyhan.


"Kenapa tertawa," tanya Reyhan heran.


"Kamu lucu mas, aku kan diculik Marcell hanya sehari," ucap Larissa sembari menggelengkan kepalanya.


"Kya!, Mas turun kan aku," ucap Larissa.


Tanpa aba-aba Reyhan langsung menggendong Larissa seperti koala.

__ADS_1


Bukannya mendengarkan ucapan Istrinya. Reyhan justru membawa istrinya, menaiki tangga menuju kamar mereka.


Di perjalanan menuju kamar, sesekali juga Reyhan memagut bibir istrinya itu.


__ADS_2