
Pintu ruangan Larissa dibuka dan keluarlah dokter yang tadi menangani Larissa.
"Bagaimana keadaan calon istri saya dokter?" tanya Reyhan.
"Pasien mengalami koma karena benturan hebat dikepalanya mengalami gagar otak. Kami akan memantau terus perkembangan pasien" ucap dokter tersebut yang bernama Daniel.
"Kapan Larissa akan sadar dok?" tanya Karina yang syok.
Bukan hanya karina yang syok, melainkan Cristian dan Reyhan juga.
"Kami tidak bisa memastikan kapan pasien akan sadar bu pak, bisa saja satu hari, satu minggu, atau bahkan satu bulan. Saya sarankan keluarga pasien banyak-banyaklah berdo'a untuk kesembuhan pasien" jawab dokter Daniel.
"Apa kami boleh membesuknya?" tanya Karina lagi.
"Maaf bu untuk sekarang pasien belum boleh dibesuk" jawab Daniel dan diangguki oleh ketiga orang tersebut.
"Kalau tidak ada lagi yang ditanyakan saya permisi" ucap dokter Daniel dan dipersilahkan oleh Reyhan dan Cristian.
Karina terduduk dikursi tunggu, kondisi Larissa membuat dirinya melemah juga.
"Mom" panggil Reyhan dan duduk disebelah calon ibu mertuanya.
Karina menoleh pada Reyhan yang memanggilnya.
"Mommy sebaiknya istirahat ya, biar aku saja yang menunggu Larissa disini" ucap Reyhan.
Karina menggeleng, mana bisa ia istirahat bila anak satu-satunya dalam kondisi seperti itu.
"Mommy akan menunggu disini sampai Larissa sadar Rey" ucap Karina.
"Ya sudah kalau begitu aku belikan air minum untuk mommy biar merasa lebih tenang" ucap Reyhan yang diangguki Karina.
Reyhan bangkit kemudian ia berpamit pada Cristian.
"Dad aku kekantin dulu ya" ucap Reyhan.
"Iya Rey" ucap Cristian.
Reyhan bergegas menuju kantin membeli air mineral dan tiga porsi paket makan siang kemudian kembali lagi dimana tadi ia menunggu Larissa. Pria itu memberikan air minum dan paket makan siang pada Karina dan Cristian.
__ADS_1
Reyhan kemudian beralih menuju jendela kaca yang sengaja dibuka gordennya oleh perawat agar pihak keluarga bisa melihat pasien dari luar.
Pria itu melihat Larissa sedang terbaring lemah tidak sadarkan diri didalam ruangan itu.
'Larissa sadarlah, setelah kamu sadar aku berjanji akan memenuhi permintaanmu mendatangi psikiater' batin Reyhan.
Lama Reyhan berdiam diri menatap Larissa yang tidak sadarkan diri, ia kemudian duduk dikursi tunggu bersamaan dengan Karina dan Cristian.
...****************...
Disingapura.
Seorang pria paruh baya dikabari oleh pihak kepolisian dari jakarta bahwa putranya mengalami kecelakaan segera datang keindonesia. Pria tersebut ialah Marco ayah dari Marcell yang selama ini tinggal disingapura bersama istri barunya alias ibu tiri Marcell. Sedangkan ibu kandung Marcell berada diaustralia dan sudah menikah lagi.
Marcell tinggal dijakarta seorang diri dan bekerja sebagai Manager HRD diperusahaan orang lain, padahal ayahnya sendiri memiliki perusahaan yang cukup besar disingapura.
"Bagaimana keadaan putra saya dok?" tanya Marco pada dokter yang menangani Marcell sesaat ia tiba dirumah sakit.
Dokter tersebut menjelaskan keadaan Marcell yang hampir sama dengan kondisi Larissa yakni koma karena mengalami gagar otak.
Setelah mengetahui kondisi putranya Marco bergegas meminta izin pada pihak rumah sakit untuk membawa Marcell kesingapura karena ia tidak mungkin bisa berlama-lama tinggal dijakarta dan meninggalkan perusahaannya disana.
Marcell diizinkan oleh pihak rumah sakit untuk dibawa kesingapura dengan syarat harus didampingi oleh dokter dan perawat selama diperjalanan. Syarat itu pun disetujui oleh Marco, pria paruh baya itu menyewa dokter dan perawat untuk mendampingi Marcell.
...****************...
Terhitung sudah empat hari Larissa mengalami koma, gadis itu belum sadarkan diri namun pihak keluarga sudah boleh membesuknya dan disinilah Reyhan berdiri disebelah brangker Larissa.
Pria itu mendatangi Larissa setelah pulang kerja dan akan kembali kerumah kostnya nanti pukul 9 malam.
"Hai Rissa" sapa Reyhan mengajak bicara gadis didepannya namun sama sekali tidak disahutinya.
"Ini aku Reyhan datang lagi membesukmu" ucap Reyhan.
"Apa kamu tidak lelah hanya berbaring saja?" tanya Reyhan.
Reyhan menatap nanar pada Larissa yang terbaring lemah, ia merasakan separuh jiwanya juga ikut lemah.
"Rissa pernikahan kita semakin dekat, apa kamu tahu kalau aku sudah menandatangani surat perjanjian nikah kontrak yang kamu inginkan. Jadi ayolah bangun Rissa, aku akan memenuhi semua keinginanmu" ucap Reyhan.
__ADS_1
Hening setelahnya hanya terdengar bunyi alat yang memantau detak jantung Larissa.
Reyhan kemudian duduk dikursi sebelah branker Larissa, ia beralih menggenggam tangan gadis itu yang begitu lemah kemudian menciumnya.
"Apa kamu tahu Rissa aku baru saja mencium tanganmu tadi. Apa kamu tidak marah?" ucap reyhan kemudian bertanya.
Tepat pukul sembilan malam Reyhan meninggalkan ruangan Larissa dan ia bergegas pulang kerumah kostnya. Dilihatnya dari kejauhan ada mobil lain yang terparkir dihalaman rumah kostnya.
"Apa ada tamu datang selarut ini?" tanya Reyhan pada dirinya sendiri kemudian turun dari mobil dan masuk kedalam rumah.
Ternyata mobil didepan itu adalah mobil Jhonatan, pria itu sengaja datang menemui Reyhan kerumah kostnya demi agar Reyhan mau bekerja dikantornya.
Jhonatan sedang duduk diruang tamu bersama dengan kedua teman Reyhan yakni Edwin dan Adam karena Satria belum pulang dari jogja.
"Ini dia pak orang yang sejak tadi bapak tunggu" ucap Adam.
"Pak Jhonatan nunggu saya?" tanya Reyhan terheran.
"Iya Rey, saya sengaja menunggu kamu datang sedari pulang kerja tadi" jawab Jhonatan.
"Aduh maaf sekali ya pak, bapak harus menunggu saya terlalu lama. Tadi saya mampir kerumah sakit untuk membesuk calon istri saya" ucap Reyhan tak enak hati.
"Oohh iya saya dengar kamu akan menikah ya dengan putri Cristian Darwin. Apa kamu tahu kalau Cristian itu kakak saya dan Larissa itu keponakan saya?" ucap Jhonatan kemudian bertanya.
"Saya tahu pak. Sebenarnya ada apa anda ingin bertemu dengan saya?" tanya Reyhan.
"Ah iya. Begini Rey, perusahaan saya sedang mengalami krisis dan saya sedang membutuhkan orang sepertimu, jadi saya minta kamu untuk bersedia bekerja diperusahaan saya. Saya akan memberikan jabatan penting untukmu yaitu direktur utama" ucap Jhonatan.
"Maaf pak tapi saya tidak bisa meninggalkan perusahaan Darwin Properties" tolak Reyhan tanpa perlu berpikir panjang.
"Apa kamu menginginkan posisi lain? Kalau iya katakan saja saya akan memberikan posisi itu padamu asalkan mau bekerja diperusahaan kami" ucap Jhonatan.
"Sekali lagi saya minta maaf pak, saya tidak bisa meninggalkan Darwin Properties" ucap Reyhan.
Wajah ramah Jhonatan berubah menjadi merah tanda marah dan tak terima dengan keputusan Reyhan.
"Ck! Kamu sombong sekali Rey terus-terusan menolak tawaran saya" ucap Jhonatan sembari bangkit dan berjalan keluar rumah.
Jhonatan keluar dari rumah Reyhan tanpa berpamitan ia segera masuk kedalm mobil dan kembali kerumahnya.
__ADS_1
'Aku harus memikirkan cara lain' batin Jhonatan sepanjang perjalanan.
...****************...