Menikahi Putri Kaya

Menikahi Putri Kaya
BAB. 50 Menjadi yang Pertama


__ADS_3

Larissa membuka kertas yang diberikan Reyhan padanya, ia membaca satu per satu isi dari kontrak itu.


"Tidak, ini tidak mungkin" ucap Larissa sembari menggelengkan kepalanya.


Melihat Larissa yang menggeleng tidak percaya, Reyhan tersenyum menyeringai ternyata rencananya berhasil. Reyhan memang menandatangani surat perjanjian nikah kontrak yang Larissa ajukan padanya tetapi bukan surat yang saat ini sedang dipegang oleh Larissa.


Mengetahui Larissa mengalami amnesia Reyhan kemudian membuat ulang surat perjanjian tersebut dengan merubah beberapa point yakni mereka akan menjadi suami dan istri seperti pasangan pada umumnya, mereka juga diperbolehkan bersentuhan fisik hingga melakukan hubungan suami dan istri, hanya saja dalam jangka waktu satu tahun dan setelah kontrak itu berakhir maka Reyhan akan mengembalikan harta yang seharusnya menjadi milik Larissa.


Surat itu tidak sama dengan surat yang Larissa buat yakni pernikahan Larissa dan Reyhan hanya akan berlangsung satu tahun dan selama menikah kontrak mereka tidak diperbolehkan bersentuhan fisik apa lagi melakukan hubungan suami dan istri hingga kontrak berakhir dan seluruh harta milik Cristian akan kembali jatuh ketangan Larissa.


Reyhan sengaja merubah isi surat tersebut dikarenakan ia ingin pernikahannya dengan Larissa itu kekal seumur hidup. Dengan merubah sedikit isi surat tersebut Reyhan berharap dirinya dan Larissa akan saling mencintai dan membatalkan kontrak tersebut.


"Kenapa kamu seperti tidak percaya?" tanya Reyhan.


"Apa ini benar surat nikah kontrak yang aku buat?" tanya Larissa balik.


"Kamu lihat ini ada nama dan tanda tanganmu dibagian pembuat, berarti sudah jelaskan kalau kamu yang buat dan aku yang menyetujui" ucap Reyhan.


"Ta-tapi Rey_" Kalimat Larissa terpotong karena Reyhan lebih dulu bicara.


"Semuanya sudah jelaskan Rissa, sekarang ini aku ingin meminta hakku sebagai suamimu" ucap Reyhan.


Mendengar ucapan dari Reyhan membuat Larissa sedikit takut. Wanita itu memundurkan langkahnya namun Reyhan memajukan langkahnya, Larissa memundurkan lagi langkahnya namun Reyhan juga memajukan langkahnya hingga jarak tubuh mereka sangat dekat


Brukk.


Kaki Larissa menyentuh tepi ranjang sehingga tubuhnya limbrung kebelakang dan ia spontan berpegangan pada Reyhan tetapi justru tubuh mereka jatuh keatas ranjang yang bertaburan kelopak bunga mawar berbentuk love.


"Kamu sendiri yang menarikku kan, jadi bersiaplah kita akan melakukannya" ucap Reyhan.


"Rey_" Kalimat yang ingin diucapkan Larissa terpotong lagi karena mulut gadis itu sudah dibungkam oleh Reyhan yang menciumnya.


Ciuman itu adalah ciuman pertama bagi keduanya, meski Larissa pernah memiliki kekasih tapi ia tidak ingin melakukan ciuman sebelum menikah. Reyhan perlahan mencium bibir lembut Larissa semakin lama semakin dalam hingga ia dikejutkan dengan balasan ciuman dari wanita yang sedang bersamanya itu.

__ADS_1


Larissa awalnya ingin menolak namun setelah mendapat ciuman dari Reyhan entah kenapa dirinya menginginkan pria itu hingga akhirnya ia membalas ciuman yang diberikan Reyhan.


Reyhan melepaskan perlahan ciuman tersebut kemudian mengelap sisa air liur dibibir Larissa.


"Apa aku boleh meminta hakku sebagai suamimu?" tanya Reyhan dan dijawab oleh Larissa yang mengangguk dengan menundukan kepalanya.


Reyhan kembali menciumi Larissa dengan menuntut, ia membukakan gaun wanita yang sedang bersamanya itu dan kemudian membuka pakaiannya sendiri. Sepasang pengantin baru itu kini tengah melakukan ritual malam pengantin hingga menjelang pagi dan diakhiri oleh keduanya yang tidur bersama dengan saling berpelukan.


...****************...


Keesokan harinya.


Dimeja makan sudah berkumpul semua orang yang biasa makan dimeja makan tersebut hanya saja Larissa dan Reyhan yang belum datang. Mereka segera menyantap makanannya tanpa menunggu sepasang pengantin baru itu.


"Paket bulan madu untuk Larissa dan Reyhan keswiss sudah siap mas, mereka bisa berangkat nanti malam" ucap Karina.


"Bagus itu, memang sebaiknya kalau pengantin baru langsung honey moon jangan ditunda-tunda" ucap Cristian.


"Semoga saja ya mba kita do'akan yang terbaik untuk mereka" ucap Karina.


Sarapanpun berlanjut hingga mereka menghabiskan makanan dipiring masing-masing.


Mayang mengutarakan pada Karina dam Cristian kalau dirinya dan si kembar besok pagi akan pulang kesemarang karena kedua adik Reyhan itu harus sekolah.


Cristian dan Mayang tidak mencegahnya namun mereka memberi saran agar Mayang dan si kembar mau tinggal dijakarta supaya tidak berjauhan dengan Reyhan dan Larissa pasalnya mereka akan pergi kejepang dalam jangka waktu yang cukup lama dan tidak ada orang tua yang memperhatikan Larissa dan Reyhan nantinya.


"Akan saya pikirkan mba pak, saya juga akan bertanya dulu pada pihak sekolahan Alena dan Elena apa mereka tidak masalah pindah kejakarta dalam waktu dekat ini" ucap Mayang.


"Kalau bu Mayang mau, saya bisa membantu anda untuk mengurus surat perpindahan sekolah Alena dan Elena" ucap Cristian.


"Tidak usah pak. Bukan saya menolak bantuan anda tapi biar saya saja yang urus sendiri" ucap Mayang.


Cristian dan Karina mengangguk mereka setuju dengan apa yang Mayang ucapkan.

__ADS_1


...****************...


Dikamar Larissa.


Reyhan terbangun lebih dulu dari Larissa, ia menatap wanita yang tadi malam telah menyerahkan kesuciannya untuknya. Pria itu menyingkap rambut Larissa yang sedikit menutupi wajah cantiknya itu.


"Terimakasih karena aku menjadi yang pertama" ucap Reyhan pada Larissa yang masih tertidur pulas.


Reyhan mengecup kening wanita disebelahnya, ia kemudian bangkit dan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri dibawah guyuran air shower. Pria itu membersihkan tubuhnya sembari mengingat kejadian tadi malam mereka melakukannya seperti pasangan yang saling mencintai.


"Apa tanpa aku sadari aku ini sudah mencintai Larissa?" gumam Reyhan bertanya sendiri.


Reyhan kemudian mematikan air shower itu lalu mengenakan handuk yang hanya menutupi bagian bawah tubuhnya. Pria itu kemudian keluar dari kamar mandi dan dikejutkan oleh Larissa yang terjatuh dilantai dengan tubuh dibalut oleh selimut sedada.


"Apa kamu kesulitan berjalan?" tanya Reyhan.


Pertanyaan Reyhan tersebut tidak dijawab oleh Larissa, wanita itu justru memalingkan wajahnya kearah lain agar tidak berhadapan dengan Reyhan. Ia malu dan ditambah lagi dengan pertanyaan Reyhan yang membuatnya semakin malu bertatapan dengan pria itu.


"Ayo aku bantu kamu kekamar mandi" tawar Reyhan.


"Tidak usah" ucap Larissa ketus.


Kini sikap wanita itu kembali judes untuk menutupi rasa malunya. Reyhan tidak tega melihat Larissa seperti itu, ia berinisiatif ingin menggendongnya dan membawa kekamar mandi namun Larissa lagi-lagi menolak dan memberontak saat Reyhan menyentuhnya hingga tak sengaja handuk yang Reyhan kenakan tertarik olehnya.


"Akkhh! Reyhan kamu pakai baju dulu sana" ucap Larissa kemudian memerintahkan Reyhan untuk mengenakan bajunya.


Reyhan menyeringai ia kemudian mengambil handuknya yang jatuh itu dan melilitkan lagi kepinggangnya.


"Bukannya kamu sudah melihatnya?" tanya Reyhan dengan menggoda.


"Reyhan hentikan kamu pakai baju dulu" ucap Larissa.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2