Menikahi Putri Kaya

Menikahi Putri Kaya
BAB. 53 Curi-curi kesempatan


__ADS_3

Reyhan masih terus memperhatikan wajah istrinya, debaran-debaran didadanya semakin terasa. Entah kenapa dirinya merasakan ingin selalu memilik wanita disampingnya itu, kini ia baru menyadari kalau dirinya telah jatuh cinta pada wanita yang sedang terlelap itu.


'Aku mencintaimu Larissa aku berjanji tidak akan melepaskanmu apa pun itu alasannya, kamu milikku dan akan selamanya menjadi milikku' batin Reyhan.


Pria itu kemudian sedikit mengecup bibir istrinya. Pergerakan dari Reyhan itu membuat wanita yang sedang terlelap menggeliat. Larissa perlahan membuka matanya dan ia terkejut wajah Reyhan berada sangat dekat dengan wajahnya dan bibir pria itu sedang mengecup bibirnya.


"Rey!" panggil Larissa setengah berteriak karena terkejut.


"Maaf aku jadi membangunkanmu. Ayo tidur lagi" ucap Reyhan sembari menjauhkan wajahnya dari wajah sang istri.


Bukannya tidur lagi Larissa justru mendudukan tubuhnya diatas ranjang ia kesal sekali bisa-bisanya Reyhan curi-curi kesempatan saat dia sedang tertidur. Jangan-jangan bila ia tak bangun Reyhan akan melakukan itu tanpa ia sadari.


Pikiran Larissa jadi kemana-mana, padahal tadi Reyhan hanya ingin menciumnya saja dan setelahnya ia akan keluar untuk melihat Karina dan Risty yang menyiapkan keperluan dirinya dan Larissa saat bulan madu, tapi justru membuat wanita itu terbangun.


"Jangan curi-curi kesempatan ya kamu Rey!" ucap Larissa tegas dengan wajah galaknya.


"Memangnya kenapa kalau aku curi-curi kesempatan, lagi pula kitakan suami istri" ucap Reyhan santai.


"Tidak bisa seperti itu Rey, disini aku yang dirugikan karena pernikahan kontrak ini aku jadi kehilangan keperawanan ku" ucap Larissa.


Ia kesal dengan Reyhan tak tahu harus menyikapi masalah itu seperti apa.


"Bukan kamu saja yang kehilangan keperawanannya, aku juga kehilangan keperjakaanku" ucap Reyhan.


Larissa tercengang bisa-bisanya Reyhan mebalas ucapannya dengan mengatakan dia juga kehilangan keperjakaannya.


"Tapi itu mau kamu Rey!" ucap Larissa.


"Tapi kamu juga menikmatinyakan" ucap Reyhan dengan tersenyum.


"A-aku_" Larissa tak mampu menjawab.


Memang benar kalau dirinya juga menikmati saat semalam bercinta dengan Reyhan tapi dia juga kesal dengan dirinya kenapa mau saja saat pria dihadapannya menyentuhnya tadi malam.


"Benarkan yang aku katakan kamu juga menikmatinya" ucap Reyhan masih dengan tersenyum.

__ADS_1


Senyuman Reyhan justru malah membuat Larissa semakin kesal, ia merasa dirinya jadi dikendalikan oleh pria itu.


Larissa tidak menanggapi ucapan Reyhan ia memilih turun dari ranjang dan masuk kedalam kamar mandi. Ia membasuh muka diwashtafel kemudian menatap cermin besar yang ada pantulan gambar wajahnya disana.


"Aku harus bagaimana?" tanya Larissa pada diri sendiri


"Apa aku tolak saja ya saat Reyhan memintaku melakukannya lagi tapi itu tidak sesuai dengan isi surat perjanjian nikah kontrak kami, tapi bila kami melakukannya terus-terusan bisa-bisa aku hamil" ucap Larissa.


Wanita itu terus saja berfikir ini dan itu, padahal bila ia tidak amnesia Larrisa akan melakukannya dengan senang hati karena dia juga sudah mencintai pria itu.


Tok tok tok


Pintu kamar mandi diketuk dari luar oleh Reyhan, pria itu mengetuk pintu karena khawatir terjadi sesuatu pada istrinya pasalnya didalam kamar mandi tersebut tidak terdengar bunyi air atau lainnya seperti halnya orang yang sedang mandi.


"Larissa apa kamu baik-baik saja?" tanya Reyhan.


Didalam kamar mandi Larissa mendengar suara ketukan pintu dan suara Reyhan yang memanggil dirinya, ia kemudian membuka pintu kamar mandi dan masuk kedalam kamar dengan mengabaikan Reyhan yang berdiri disamping pintu kamar mandi.


Reyhan hanya menggelengkan kepalanya, ia merasa istrinya itu masih kekanakan maklum saja sejak kecil Larissa tumbuh dan hidup dalam keluarga yang kaya sejak ia lahir serta keluarga yang penuh kasih sayang.


"Hah, Risty kerumah?" tanya Larissa.


"Iya dia baru saja datang, ayo" ajak Reyhan kemudian menarik tangan Larissa.


Larissa tidak sempat menolak karena tangannya sudah ditarik oleh Reyhan yang berjalan keluar kamar.


"Rey aku bisa jalan sendiri" ucap Larissa.


Reyhan tidak mengindahkan ucapan Larissa, ia terus menarik tangan Larissa dan menuntunnya menuruni anak tangga hingga mereka tiba dilantai satu ia melihat Karina dan Risty yang sudah duduk disofa ruang keluarga.


Reyhan mengurungkan niatnya untuk melihat mertua dan Risty yang menyiapkan keperluannya karena orang itu sudah selesai melakukannya.


"Reyhan Larissa kalian mau kemana?" tanya Karina.


"Tidak kemana-mana mom" jawab Reyhan.

__ADS_1


"Kalau begitu ayo sini duduk dulu, dua jam lagi kalian harus sudah siap-siap" ucap Karina.


"Iya mom" jawab Reyhan.


Pria itu kemudian melepaskan tangan Larissa dan segera duduk disofa panjang berhadapan dengan Karina dan Risty karena diruangan itu terdapat beberapa set sofa mewah. Reyhan menepuk sofa disebelahnya meminta agar istrinya duduk didekatnya namun wanita itu justru duduk disebelah Karina.


Reyhan mengerutkan keningnya ia heran dengan istrinya yang tidak mau duduk didekatnya.


"Loh ko duduk disini Rissa?" tanya Karina.


"Memangnya tidak boleh mom?" tanya Larissa.


"Bukan begitu, sekarangkan kamu sudah menikah jadi lebih baik kamu duduk didekat Reyhan" ucap Karina.


Mendengar ucapan dari mommynya membuat Larissa memberengut, namun ia tetap duduk disebelah Karina. Ketiga wanita itu saling berbincang sedangkan Reyhan hanya mengamati dari tempat duduknya.


Reyhan beralih bangkit menuju kamar sang ibu yang didalamnya ada ibu dan adik kembarnya yang sedang bersiap-siap untuk pulang kesemarang besok pagi. Pria itu melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam kamar tersebut.


"Ada yang bisa aku bantu bu?" tanya Reyhan.


"Tidak usah Rey, ini sebentar lagi sudah selesai" jawab Mayang.


Reyhan kemudian meneruskan langkah kakinya dan duduk disofa kamar itu. Ia memperhatikan ketiga wanita yang ada disitu, ketiga wanita itu adalah orang yang sangat Reyhan sayangi dan sekarang bertambah satu wanita lagi yakni istrinya.


Mayang dan si kembar telah selesai berkemas, ia meminta Alena dan Elena keluar dari kamar itu karena dirinya ingin bicara dengan Reyhan.


Mayang kemudian menghampiri Reyhan yang sedang duduk disofa, ia ikut duduk disebelah putranya itu.


"Rey ibu dan adik-adikmu pamit pulang dulu ya, kamu jaga Larissa dengan baik, sayangilah dia dan juga cintailah dia" ucap Mayang.


"Iya bu akan Reyhan lakukan" ucap Reyhan.


"Jangan lupa juga Rey kamu temui lagi psikiater agar trauma kamu sembuh seratus persen, ibu takut sewaktu-waktu trauma itu datang lagi dan akan merusak kebahagiaan kalian" ucap Mayang.


"Iya bu, setelah pulang dari bulan madu Reyhan akan menemui psikiater lagi" jawab Reyhan.

__ADS_1


Mayang senang sekali karena Reyhan tidak menolak permintaannya seperti biasa, ia berfikir kalau Reyhan ingin sembuh dari trauma itu karena Larissa.


__ADS_2