
Kebakaran jenggot, itulah yang dialami Almira siang menjelang sore ini. Bagaimana tidak video tutorial yang rencananya digunakan untuk mencari cuan sudah di tangan Kang Aqil. Malu pastinya. Ya kalau yang nonton di youtube atau instagram karena gak kenal lah ini Kang Aqil yang hampir tiap hari tahu keseharian Almira.
"Duh....Intaaaan," gerget Almira pada gadis SMP itu. Namun Intan hanya cengesan dan memamerkan jari V nya.
"Dijamin sukses, tenang aja!" ucap Intan sambil berlari keluar. Gadis lincah itu akan langsung mencari Kang Aqil yang biasanya duduk di gazebo halaman belakang sibuk dengan laptopnya.
Intan kecewa karena Kang Aqil masih di kampus, kata Bang Rifqi, pemuda berusia 18 tahun ini tak kalah ganteng dengan Kang Aqil tapi tengilnya naudzubillah. Pemuda itu sedang duduk santai bersama Bu Puguh, terlihat serius juga alhasil Intan tak berani celometan.
Selepas isya dan makan malam, barulah Intan mendekati Kang Aqil yang sedang lihat TV bersama Bu Puguh, ah lebih tepatnya dia sibuk dengan laptop, hanya menemani Bu Puguh melihat sinetron saja.
"Assalamualaikum," sapa Intan malu-malu.
"Waalaikumsalam," jawab Bu Puguh dan Aqil kompak. Bedanya Bu Puguh menoleh ke arah Intan sedangkan Kang Aqil masih fokus dengan pekerjaan di laptop. "Ada apa, Intan?" tanya Bu Puguh sembari tersenyum.
"Mau ketemu sama Kang Aqil Bunda," jawab Intan lirih. Mendengar namanya disebut Kang Aqil langsung menatap Intan. "Iya ada yang bisa akang bantu, Tan?"
Intan mendekat dan duduk bersila di depan Bu Puguh, tampak sopan dan menahan kecentilannya. "Anu Kang, video siang tadi!"
Bu Puguh langsung mengerutkan dahi, penasaran sekaligus bingung dengan topik pembicaraan Intan dan ponakannya, apalagi membahas video. Boleh dong curiga, khawatir kalau video yang tidak mendidik. "Video apa?" tanya Bu Puguh tegas.
"Iya itu sebenarnya video apa sih, Tan. Kok ada Almiranya, mana cantik pula."
Pikiran Bu Puguh semakin oleng mendengar penjelasan Aqil. Suudzon dan siap menegur Almira bila membuat video yang tak mendidik.
Wanita cantik itu sontak menoleh ke arah Intan yang menunduk cengengesan malu, duh ....otak semakin traveling. Lah Almira yang di video itu kok Intan yang malu-malu kucing.
"Itu video tutorial hijab, Bunda. Aku dan Mbak Al rencananya mau menceri cuan dengan membuat video tutorial hijab, tapi tidak tahu editing video niatnya mau belajar sama Kang Aqil sebelum dishare ke youtube."
Bu Puguh langsung menghela nafas lega, sembari mengelus dada beliau akhirnya tersenyum setelah mendengar penjelasan Intan. Ternyata video tutorial hijab dengan Almira sebagai modelnya. "Mana Bunda mau lihat," pinta ibu dokter Ibram itu menodong ke ponakannya.
Aqil tak bisa mengelak, ia pun langsung menyerahkan video itu pada Bu Puguh. Baru saja melihat, Bu Puguh langsung tersenyum bangga. "Emang gadia cantik, mau diapain pasti cantik."
__ADS_1
Intan mengangguk, "Laku kan Bunda kalau video itu dijual."
Aqil menghela nafas berat, tak setuju sebenarnya wajah Almira terpampang di dunia maya yang bisa dinikmati banyak laki-laki di luar sana. "Mau jadi konten kreator itu gak semudah itu, Tan. Gak langsung dapat duit juga, dan ada aturannya."
"Iya Mbak Al tahu kok, kita juga masih mencari ide kok buat usaha lain."
"Usaha lain apa?" tanya Bu Puguh yang sepertinya tidak mengetahui rencana anak didiknya.
"Jadi gini Bunda, aku dan Mbak Al berencana mau mencari uang sebanyak-banyaknya. Salah satunya memanfaatkan media sosial dengan posting video tutorial hijab gitu, Bunda."
"Ouh mau jadi selebgram?" Bu Puguh juga mengikuti perkembangan istilah dunia maya saat ini, anak didiknya rata-rata usia remaja beliau juga harus melek informasi dan melek teknologi. Jangan sampai terlewat memahami istilah atau peristiwa yang sedang viral saat ini. Sebagai kewaspadaan saja agar mewanti-wanti anak didiknya agar bijak menggunakan IT. Ada tanggung jawab moral kepada para orang tua yang menitipkan anaknya di pondok ini.
"Bener, Selebgram. Ah Bunda yang terbaik deh, bolehkan kita seperti itu?" tanya Intan yang langsung menodong izin pemilik pondok.
"Boleh,"
"Tidak boleh,"
Jawaban Kang Aqil dan Bu Puguh kompak tapi tak sama. Intan dan Bu Puguh tanpa dikomando melayangkan protes, "Kenapa?"
"Budhe, Budhe tahu kan keinginan Aqil. Masa' Budhe tega wajah Almira dibuat konsumsi publik."
Bu Puguh sontak menepuk jidatnya, lupa setengah mati kalau sang ponakan lagi memutar otak untuk pendekatan pada gadis cantik itu. Posesifnya Aqil mulai muncul rupanya.
"Kamu sih gak mau terus terang, ya jangan salahkan Almira dong. Wajar dia tak memikirkan hal itu, niatnya untuk mencari uang juga," petuah Bu Puguh.
Intan yang mendengar diskusi orang dewasa hanya menggaruk kepala, bingung, dan tidak tahu harus menanggapi seperti apa.
"Ya tunggu tanggal mainnya lah, jangan main grusah-grusuh. Nanti malah ditolak," elak Aqil dengan cueknya. Sedangkan Bu Puguh mesam mesem saja melihat tingkah ponakannya.
"Bilang aja sama Almira aku gak bisa edit," cetus Aqil jutek.
__ADS_1
"Bukan gak bisa tapi gak mau, takut banyak saingan di tikungan," ledek Bu Puguh yang mengajak Intan ke kamar Almira. Beliau mau mengetahui alasan di balik niatan mencari uang. Kondisi Almira masih belum stabil, bisa jadi ia berpikir pendek sehingga memutuskan sesuatu secara cepat.
"Belum tidur, Al?" tanya Bu Puguh mengintip kamar Almira yang kebetulan pintunya sedikit terbuka.
"Eh Budhe, belum....silahkan masuk," ucap Almira sembari membuka pintu lebih lebar lagi. "Tumben Budhe malam-malam begini masih jalan-jalan di pondok, lagi ngecek kegiatan anak-anak ya?"
Bu Puguh menggeleng, "Budhe sengaja ke kamar kamu karena ingin tanya sesuatu."
"Tentang apa?"
"Kata Intan kamu dan dia lagi punya kegiatan membuat video tutorial hijab, buat mencari...," Bu Puguh menunjukkan jarinya yang berarti fulus sembari tersenyum.
Almira tertawa lalu mengangguk juga, "Mencoba idenya Intan saja Budhe, coba-coba."
"Butuh uang banget?" tanya Bu Puguh dan diangguki Almira cepat.
"Untuk?" lanjut beliau ingin tahu, pasalnya setiap perkembangan emosi dan tingkah laku Almira harus dilaporkan kepada Ibram.
Almira menghela nafas pendek, "Almira mau mewujudkan keinginan mama menjadi wanita hebat, terutama soal finansial."
"Lalu?"
"Kalau Almira punya uang banyak, tentu mama akan menganggap aku hebat. Mungkin sekarang mama malu karena aku harus putus kuliah dan setengah waras."
"Kok mikir gitu, belum yakin kalau mama kamu pasti sudah berubah?"
"Almira percaya kok, makanya Almira mencari alternatif lain untuk membahagiakan mama. Sukses tidak harus jadi dokter, bisa kaya juga bukan karena dokter."
"Tapi jangan mau jadi selebgram juga, Al. Kamu terlalu cantik untuk jadi selebgram."
Pujian Bu Puguh membuat Almira tertawa, tak biasanya wanita cantik itu memuji dengan nada memohon apalagi sampai memohon gitu, "Itu ide Intan, Bu. Almira juga belum memikirkan mau jadi selebgram. Video ke Kang Aqil itu hanya contoh kok."
__ADS_1
"Kamu buka les privat saja deh, banyak kok anak tetangga pondok yang membutuhkan les, tapi ya gitu bayarannya seikhlasnya biar Allah yang membalas kebaikan Almira dengan menghadirkan kesehatan dan jodoh yang ganteng," ucap Bu Puguh meyakinkan.
Almira kembali tertawa lebar, ia pun menganggukkan kepala berniat menjadi tutor saja. Ternyata menjadi tutor online juga bisa menghasilkan cuan juga. Next project!