
"Tidur lah seperti halnya pertama kali kamu datang ke sini." Jelasnya.
"Ok." Bella menurut dan langsung membaringkan diri di ranjang.
"Pejamkan matamu dan tidurlah, setelah bangun kau akan kembali ke taman bunga itu lagi. Dan di saat itulah kau akan dinyatakan meninggal dunia di sini.
"Akhir yang sangat menyedihkan." Hela Bella menatap langit-langit kamar.
"Sudahlah, jangan pikir kan itu." Lou Xi duduk di pinggiran ranjang sambil menatap Bella.
Sontak Bella bertanya akan tatapannya itu, "Kenapa kau menatapku seperti itu."
"Aku sedang menunggumu tertidur."
"Aku tidak bisa tidur jika kau menatapku seperti itu."
"Kalau begitu aku akan menceritakan mu sebuah dongeng." Ujar Lou Xi menjentikkan jarinya dan sebuah buku tiba-tiba berada diri tangannya.
"Kamu pikir aku anak kecil."
"Sudahlah jangan ribut, dengarkan aku baik-baik." Lou Xi akhirnya dapat mendisiplinkan Bella. Dan Bella berhasil menurut dengan paruh pada Lou Xi.
Hingga Lou Xi memulai membacakan dongengnya, perlahan-lahan matanya mulai tertutup membawa sebuah imajinasi dari cerita Lou Xi mengenai kisah seorang putri yang terdampar.
Di saat itu juga, mimpinya membawanya ke sebuah taman yang pernah ia kunjungi bersama Lou Xi. Angin itu membawa tubuhnya yang ringan, membaringkannya di tanah rumput hijau yang segar.
Ia merasa sangat nyaman tidur sana, hingga ia sadar jika itu bukanlah mimpi.
Ayam berkokok membangunkan dirinya, Bella terbangun dengan keterkejutan nya. Bagaimana tidak? Bella bangun sudah berada di sebuah apartemen mewah dengan keadaan dirinya yang hanya berlapis piyama tipis.
Bella meraba-raba tubuhnya serta wajahnya. Ia terperangah tak percaya sudah berada di tubuh wanita lain.
"Apa ini misi kedua? Dimana Lou Xi? Dimana bonus ku? Misi apa ini? Tahun berapa? Dimana aku? Siapa aku? 5W+1H? Lou Xi!! Lou Xi!!" Panggil Bella yang langsung turun dari ranjang.
Namun orang yang dipanggil tidak segera datang. Terpaksa Bella harus berkeliling ke sana kemari dan yang terpenting adalah melihat sosok dirinya yang baru.
__ADS_1
Wajah cantik, dewasa, tubuh tinggi bak model, terlebih lagi ini bukan lagi Korea melainkan Australia. Ia lalu mengecek tanggal, hari, bulan dan tahun di kalender.
Tepatnya Selasa, 06 Oktober 2020, Australia. Pukul 08.00 pagi.
Tepatnya di depan cermin di apartemennya yang gelap dan gorden yang tertutup rapat, Bella segera membuka gorden yang ada dan membuat cahaya matahari masuk ke dalam. Kembali lagi ia ke depan cermin, sambil bergaya model sana-sini Bella mulai memuji penampilan barunya.
"Ya aku suka penampilan seperti ini, pyuh dewasa." Bella mulai tertawa sendiri dan senyum-senyum sendirian di depan cermin tersebut. Hingga akhirnya datanglah Lou Xi dengan angin bersamanya.
Tepatnya di belakang Loh Xi muncul, jika orang lain melihat itu mereka mungkin segera kaget namun tidak dengan Bella.
"Katakan padaku apa yang terjadi kalau tidak aku akan membunuhmu." Masih dengan pose modelnya, Bella mampu menahan amarahnya.
Tentu saja marah wajar! Bella yang seharusnya bangun di atas rerumputan hijau malah langsung terbangun di sebuah apartemen mewah nanti gelap gulita padahal sudah pagi buta.
"Kau tak akan membunuhku." Ujar Lou Xi dengan tenang. Namun sekali lagi Bella menekan Lou Xi dengan ucapannya.
"I Will."
"Dengar, kau tidak punya waktu sekarang."
Bella mulai naik pitam, ia berbalik dan mendekat pada Lou Xi. Sontak Lou Xi mundur beberapa langkah, dan berusaha kabur dari kemarahan Bella. Bella sudah benar-benar berharap bisa menghukum Lou Xi yang bertubuh kecil dan mungil itu.
"Aku tidak butuh penjelasan mu, berikan aku bonus dari misi kemarin dan bawa aku kembali ke hidupku yang semula." Bella menggigit bibirnya dan tetap berusaha untuk tetap sabar dan tidak melewati batas.
"Aku sudah memberimu bonus!"
"Bonus apa?"
"Tenang dulu baru aku jelaskan." Ucap Lou Xi menenangkan Bella dan membuatnya duduk di kursi dengan tenang.
Setelah berhasil membuat Bella tenang, Lou Xi tiba-tiba menjentikkan jarinya dan merubah diri menjadi 'pria gila" Itu lagi. Mata Bella mulai menyipit berusaha untuk menjaga prinsipnya agar tidak terjatuh hanya karena ketampanan seorang laki-laki.
"Bonus mu adalah membuat kehidupan lalu-mu menjadi lebih baik."
"Maksudnya?"
__ADS_1
"Lihat ini." Lou Xi mulai membuka layar biru dari sistem Meimei dan menunjukkan kehidupan aslinya yang ternyata masuk ke dalam berita. Dalam berita itu Bella diidap mendapat gangguan kejiwaan karena tiba-tiba berlari ke jalanan dan menabrakkan diri sendiri ke truk tersebut. Tentu saja hal itu membuat Bella menganga tak percaya.
Koma bukan berarti masalah dunia selesai!! Bella sejenak terkekeh akan nasib buruknya di dunia itu.
"Apa boleh aku menebak?" Ucap Bella.
"Tentu saja." Jawab Lou Xi menganggukkan kepadanya.
"Kau! Memberiku bonus dengan menghilangkan berita itu dan membuat aku tidak menjadi tersangka." Tebak Bella
"Correct nilai 100 untukmu."
"Dengan bonus itu kau tidak usah pusing soal masalah hidupmu lagi. Jadi, kamu hanya tinggal koma dan membayar biaya rumah sakit."
"Apakah ada wali saat aku di rumah sakit?" Tanya Bella penasaran.
"Em ada, teman minimarket mu. Dia kaya tapi kurasa tidak selamanya dia akan membayar biaya rumah sakit mu."
"Lalu?"
"Jadi, selesaikan misi ini dan akan kuberikan uang miliaran sebagai bonus untuk membayar biaya rumah sakit mu." Jelas Lou Xi sambil tersenyum. Namun hal itu masih belum cukup buat Bella, masih ada pertanyaan-pertanyaan yang harus ia tahu jawabannya.
"Setelah misi ini selsai dan aku berhasil, kau akan memberikan ku uang untuk membiayai rumah sakit itu. Lalu, bagaimana caramu membayar biaya itu?" Tanya Bella, Lou Xi hanya mengangguk-anggukan kepalanya mulai mencari jawaban yang tepat.
"....."
Setelah berfikir cukup singkat Lou Xi mulai menjawab "Aku akan berpura-pura sebagai orang yang dermawan yang mengasihani dirimu sebagai korban kecelakaan yang kekurangan biaya."
Bella tertawa mendengar jawaban Lou Xi, jujur saja jawabannya sangat menarik hingga Bella tertawa bahagia walau sebenarnya ucapan Lou Xi tadi sedikit menusuk hatinya.
"Baiklah, kalau begitu sekarang katakan padaku apa misi yang kedua ini?"
"Jadi seperti ini....." Kata Lou Xi mulai bercerita.
Tokoh utama wanita kali ini adalah seorang putri pengusaha kaya raya. Namanya Jeanne, putri pertama dari keluarga Belt. Ayahnya bernama Sam adalah seorang pria brengsek yang berselingkuh dengan asisten rumah tangga nya sampai memiliki anak bernama Flow usianya hanya beda 3 tahun lebih muda dari Jeanne. Dan dari itu juga dapat kita simpulkan bahwa Sam sudah berselingkuh sejak lama.
__ADS_1
Bersambung
Lanjut besok ya......