Misi Ku Bersama Si Kecil

Misi Ku Bersama Si Kecil
Bar


__ADS_3

Di sisi lain Bella melihat dua kelompok sedang memberikan satu tas besar dari tangan satu ke tangan lainnya. Hal itu membuat Bella yakin uangnya ada di dalam tas itu, lalu ia segera mengikuti si pemegang tas sekarang.


Di tengah dirinya sedang mengikuti, keributan di tempat Lou Xi mulai membuat kericuhan bahkan terdengar teriakan seorang wanita di sana. Hal itu malah memperketat keamanan tas tersebut, namun Bella segera meminta bantuan Meimei untuk mengaktifkan kekuatannya sehingga dirinya berhasil menyerupai salah satu anggota kelompok itu.


Bella menghampiri si pemegang tas dan berkata padanya dengan tatapan yang tajam


"Guan sudah menunggu mu di Bar, berikan padaku tasnya sebelum di curi. Penjaga! Segera amankan tempat ini!" Titah Bella dengan wujud laki nya.


Pria pemegang tas itu mengangguk dan dengan percaya pada Bella dengan wajah anggota senior mafia. Di tambah ada tato di wajah Bella sekarang, setelahnya ia lalu pergi untuk mengamankan tas tersebut dengan merubah isi tas menjadi sebuah tumpukan batang besi berbentuk batang emas. Semua itu hanya bisa di lakukan oleh Meimei, si komputer ajaib.


"Sudah Mei?" Tanya Bella sembari bergumam.


"Sudah selesai Bella, sekarang giliranmu berganti wujud lagi."


Sebelumnya Bella sempat memukul bentuk rupa pria ini di toilet, dan sebagai gantinya ia kini kembali ke toilet itu dan meletakkan tasnya di samping serta ia kembali membangunkan pria itu lalu pergi keluar.

__ADS_1


"Ugh." Pria bertato itu mulai bangkit dengan oleng saat setelah dirinya pingsan di lantai.


Dengan wajah terkejut pria itu segera mengecek isi tas yang ada di sampingnya dan ia menghela nafas saat matanya melihat kalau itu adalah uang dan emas.


Tapi nyatanya tidak, itu hanya ilusi sementara yang berguna agar pria itu percaya kalau ia tidak salah memegang tas.


"Bukannya tas ini ada di si Johan!" Gumam pria itu sebelum akhirnya ia bangkit dan pergi dari sana serta menuju ke bar.


Di samping itu Bella bergegas menghampiri Lou Xi dan membantunya menghantam pria-pria berbadan kekar hingga menang.


"Ayo kita pergi." Ucap Bella sambil menarik pergelangan tangan Lou Xi pergi meninggalkan tempat judi itu.


"Apa kau sudah melakukannya?" Tanya Lou Xi.


Bella mengangguk sambil tangannya mengelap keringat di wajahnya. "Iya, Meimei yang melakukannya aku hanya bisa berubah wujud."

__ADS_1


"Kau sudah melakukan yang terbaik Bella." Ucapnya sembari mengusap kepala Bella.


"Ayo kita pergi." Lanjutnya dengan memegang tangan Bella.


Melihat itu Bella tersenyum, hatinya merasa senang dan bertambah semangat dalam menjalankan misinya.


Sesampainya di Bar


Kali ini mereka berdua berpenampilan sebagai pelayan khusus untuk pertemuan transaksi mafia ini. Bar sudah dalam pengamanan ketat setelah kedatangan Johan dan pria berwajah tato yang tadi.


Seorang pria berwajah tampan dengan gaya yang elegan dan gagah berjalan diikuti para pengikutnya di belakang. Lou Xi berbisik dan berkata kalau pria itu bernama Bian seorang penjahat yang berstatus sebagai ketua mafia.


"Ku pikir ketuanya akan berumur tua dan berwajah jelek."


"Setiap cerita berbeda-beda, dia memang sudah ditakdirkan untuk menjadi penerus geng penjahat."

__ADS_1


Bian masuk ke dalam sebuah ruangan khusus di ikuti oleh 3 orang laki-laki lainnya, lalu ruangan pun di kunci rapat dan di jaga ketat.


"Transaksi di mulai, kita harus bersiap-siap mungkin saja akan terjadi keributan seperti tadi." Ucap Lou Xi memberi arahan dan agar selalu berhati-hati dimana pun mereka berada.


__ADS_2