Misi Ku Bersama Si Kecil

Misi Ku Bersama Si Kecil
Psyhcopath


__ADS_3

Kini mereka sudah kembali ke dunia nyata, anggota gang mafia tersebut bergeletakan di tanah dalam keadaan koma sedang tiga boks berisi racun masih ada di samping mereka.


Tiba-tiba pintu belakang dapur terbuka dan seseorang muncul dari sana, terlihat seorang pria berpenampilan koki dengan wajah polos terkejut melihat keadaan tempat itu. Sambil menatap Lou Xi dengan heran pria itu lalu menghampiri dan menanyakan apa yang terjadi. Namun Lou Xi segera menyuruhnya memanggil FBI alih-alih menjawab pertanyaan pria tersebut.


"Mereka mafia, segera panggil FBI kemari." Titah Lou Xi sambil dirinya menyilangkan kedua tangannya tetapi menjaga sekitar sampai FBI datang. Pria koki itu mengangguk dan langsung menuruti perintah yang di berikan oleh Lou Xi.


Thirty minute later (Sepuluh menit kemudian)


Tempat ini pun segera ramai dengan kedatangan FBI yang sangat cepat datang, serta orang-orang yang berada dekat dengan kejadian berbondong-bondong kemari hanya untuk melihat kejadian tak terduga tersebut.


Bahkan para wartawan serta reporter sudah mulai memasangkan alat perekam mereka untuk memasukkan berita terbaru.


Sedangkan Lou Xi mulai memberikan keterangan pada FBI dengan jalur kebohongan agar lebih masuk akal di pahami manusia.


Dan di sisi lain tempat pertarungan Bella berada juga mulai ramai di penuhi orang-orang yang berkepentingan seperti polisi, FBI, wartawan, bahkan tentara.


Namun Bella tak menunjukkan wajahnya, ia tidak ingin merepotkan diri sendiri dengan memberikan keterangan panjang untuk polisi. Bella hanya menuliskan sebuah surat yang di tempelkan tepat di wajah para anggota mafia yang pingsan tersebut.


Surat itu berisi :

__ADS_1


Untuk Mafia berlambang B.F.G tobat lah sebelum terlambat. Alamat markas XXX


Nama Ketua Bian XXX Letak kekayaan XXX


Bank XXX


From SS


Setelahnya ia pun pergi dari tempat kejadian dan mulai mencari keberadaan Lou Xi untuk kembali ke dunia aslinya.


Kekacauan yang terjadi serta semua peristiwa tadi membuat kelompok mafia itu hancur berantakan, serta keberadaan surat itu mampu membantu para FBI mencari markasnya dan misi pun selesai.


"BODOH SEMUANYA BODOH, PERGI KALIAN! PERGI!"


Teriakan kencang dari mantan ketua kelompok mafia itu terdengar begitu nyaring di ruangan kosong tempat pencambukan para tahanan pidana mati.


Bian kini di vonis hukuman seumur hidup dengan riwayat kesehatan mental yang rusak.


...****************...

__ADS_1


"Aku merasa kasihan padanya." Ucapku pada Lou Xi.


Kami kini sedang berada di tempat awal yaitu dekat kolam renang, kami sedang menikmati pemandangan matahari terbit dengan kota Seoul yang selalu ramai setiap detiknya.


"Kau ingin kembali dan membantunya?" Tanya Lou Xi sesaat setelah aku berkata seperti tadi.


Aku menggelengkan kepala karena bukan itu maksudku akan tetapi kepedulian yang ada dan rasa kasihan di hati.


"Hah mungkinkah gegara wajahnya tampan." Ucapku membuatnya menyipitkan mata melihatku.


Aku membalas tatapannya dan bertanya "Kenapa? Aku suka wajah tampan itu hal lumrah."


Mendengar ku berkata seperti itu ia lalu menjelaskan sesuatu yang belum pernah aku dengar sebelumnya.


"Wajahnya yang tampan tapi itu hanya sebatas topeng untuk menutupi kelakuannya yang bejat, sebelum menjadi ketua resmi kelompok mafia Bian sebenarnya sudah memiliki riwayat kesehatan mental yang cukup parah. Kau pasti pernah mendengar namanya. "


"Memangnya apa?"


"Kepribadian antisosial, psyhcopath." Jawabnya membuatku terkejut hingga membuka mulut lebar-lebar.

__ADS_1


"Wah aku tidak menyangka itu."


__ADS_2