
"Terima kasih yang mulia atas jamuan tehnya." Sembari membungkuk Bella bersiap pergi dari sana.
Begitu pun dengan Chen Jiao, wanita itu berdiri dan berkata "Kalau kau mau minum lagi, ajaklah aku kita akan minum bersama nanti."
Bella tersenyum dan menjawab "Hm baiklah yang mulia."
Chen Jiao pun pergi dari sana diikuti dengan dayang dan pelayan di belakangnya. Bella menunduk diikuti para pelayan di juga mengekor dari belakang.
Setelah Ratu pergi barulah Bella kembali ke kamarnya. Karena hari sudah semakin sore maka kini waktunya ia tetap di dalam rumah.
Sementara itu di tempat dahulu dukun wanita tinggal di sanalah wanita tua itu sedang berusaha membobol pertahanan suci yang dibuat oleh Lou Xi.
Di tempat yang sangat gelap, dukun wanita itu berulang kali mengeluarkan jurusnya kabut hitam pun sudah hampir memenuhi ruangan yang ada di dalam sana.
"Argghhhh sedikit lagi." Desis wanita tua itu, tangannya gemetar seolah tenaganya sudah habis terkuras.
Mulutnya berkomat-kamit membaca mantra, matanya tertutup berharap ia bisa fokus dan berhasil membobol pertahanan suci tersebut.
Sebaliknya kini...
"Lou Xi aku masih tidak yakin apa rencana kita akan berhasil." Ujar Bella yang merasa khawatir dan juga cemas.
Liu Xi sudah berada di kamarnya sekarang, dan ia sedang duduk sembari memakan buah-buahan yang ada di depannya.
"Tapi aku sangat yakin kau pasti berhasil." Kata Lou Xi.
"Kapan dukun itu berhasil membobol pertahanan mu?" Tanya Bella, toh sebenarnya ia juga tahu tentang dukun itu.
"Sebentar lagi, sabarlah."
Mendengar itu Bella hanya bisa menurut, ia pun beranjak naik ke atas ranjang dan siap untuk tidur. Namun tiba-tiba saja sebuah kabut hitam masuk ke dalam tubuhnya tepat di bagian jantung.
"Akhhh."
__ADS_1
Rasa sakit itu menjalar ke seluruh tubuh, Bella tumbang hingga tubuhnya jatuh ke lantai. Melihat itu Lou Xi bergegas menghampiri Bella, ia dengan cepat merubah wujudnya menjadi seorang pria.
"BELLA..." Teriak Lou Xi, ia lalu mengangkat tubuh Bella dan membaringkannya di ranjang.
Tubuh Bella panas, wajahnya pucat namun ia terlihat kedinginan. Nafasnya tidak teratur tangannya juga mengepal erat seolah sedang menahan rasa sakit di dalam tubuhnya. Matanya yang tertutup membuat Bella terlihat seperti orang yang sudah sekarat.
Lou Xi gemetar melihat Bella seperti itu, ia lalu memanggil Meimei untuk membantunya menolong Bella.
"Meimei." Panggil Lou Xi
Meimei pun muncul dalam bentuk layar birunya di udara.
"Halo tuan."
"Tidak ada waktu, cepat bantu aku untuk menutup semua ruangan ini jangan sampai ada orang yang masuk. Buatlah pertahanan yang paling kuat, cepat..." Titah Lou Xi.
"Baik tuan."
Segera Meimei merubah bentuknya menjadi sebuah batu, dari batu itulah ia jatuh ke lantai dan dengan cepat batu itu mengeluarkan cahaya sucinya. Akar menjalar seolah sedang membuat pertahanan, akar yang suci itu memancarkan cahaya dan masuk ke setiap dinding di sana. Sampai pada bagian atap, barulah akar itu itu berubah menjadi sebuah simbol dan simbol itu mampu membuat pertahanan yang kuat.
Cahaya itu perlahan masuk melalui jari Lou Xi, dan tubuh Bella perlahan mulai lebih rileks. Cahaya itu bermanfaat untuk menahan rasa sakit akibat ilmu sihir yang di berikan si dukun wanita.
Wushhhh
Setelah berhasil memberikan cahaya itu, Bella pun mulai tertidur.
Saat itulah Lou Xi mengusap kening Bella dan menciumnya dengan lembut.
"Tidurlah, setelah semua ini berakhir akan ku pastikan kau hidup bahagia." Kata Lou Xi.
Meimei yang sudah membuat pertahanan sementara tadi, kini ia kembali ke bentuk semula. Pertahanan itu masih ada di kamar Bella sekarang namun manusia biasa tidak bisa melihatnya.
"Tuan, bagaimana keadaannya?" Tanya Meimei yang ternyata khawatir dengan kondisi Bella saat ini.
__ADS_1
"Dia baik-baik saja sekarang, tapi untuk besok aku tidak tahu. Bagaimana pun aku hanya memberikan penawar untuk rasa sakit yang ia alami sekarang, inti dari ilmu hitam itu masih ada dalam tubuhnya."
"Lalu bagaimana dengan misi kali ini tuan? Apakah ada perubahan?" Tanya Meimei.
"Misi kali ini sebenarnya adalah membuat Wei Zifu mati bagaimana pun caranya. Wei Zifu yang asli masih ada dalam tubuhnya sekarang, itu tidak pernah terjadi di misi sebelumnya. Kematian Wei Zifu sebenarnya sudah tercatat dalam daftar tapi anehnya dia tidak pernah mati. Alasan itu diperkuat karena Wei Zifu yang asli juga sebenarnya terobsesi terhadap ilmu sihir." Jelas Lou Xi.
Bahkan Meimei yang sebagai sistem komputer pun membuat sebuah emoji terkejutnya dengan sangat besar.
"Oleh karenanya Wei Zifu harus dibunuh dan membiarkan Chen Jiao membesarkan anak ini nanti." Lanjut Lou Xi sembari menatap perut Bella yang masih rata.
......................
Keesokan harinya
Bella terbangun dengan rasa sakit yang menjalar di seluruh tubuhnya. Matanya perlahan-lahan menatap sekeliling dan melihat para dayang dan pelayan sudah berbaris rapi di depannya. Mereka menunduk bersamaan setelah Bella bangkit dari tidurnya.
"Selamat pagi yang mulia." Ucap mereka serentak.
Bella yang masih belum connect menggelengkan kepala berusaha menjawab pertanyaan di kepalanya.
Apa yang sedang terjadi di sini. Batinnya
"Yang mulia kaisar menyuruh kami semua untuk melayani anda yang mulia." Kata salah satu dayang dari mereka semua.
"Ah sebenarnya aku bisa melakukannya sendiri." Ucap Bella berusaha berdiri sendiri.
Namun ia tidak di beri kesempatan untuk melakukan segala hal oleh dirinya sendiri. Dari mulai membuka baju, mandi, memakai baju lagi, dandan dan lain sebagainya.
Dan terasa waktu pun berjalan dengan cepat, dari pagi kembali sore. Kini Bella mulai merasakan sakit ditubuhnya seperti saat kemarin.
Tiba-tiba saja Bella keluar dari kamarnya di saat malam hari, saat itu ia hanya membuka jendela dan sekilas ia melihat Chen Jiao yang sedang berdiri di depan kolam ikan. Dia menatapnya dengan sangat lama, seolah ia sedang merenungkan sesuatu hingga membuat raut wajahnya terlihat sedih.
Bella yang kini sudah mulai terlihat pucat tiba-tiba saja ia teringat dengan perkataan Lou Xi saat mereka berbincang berdua.
__ADS_1
"Bella, ingat ini! Sampai waktunya tiba nanti kau harus memberitahukan Chen Jiao tentang kesehatanmu yang memburuk akibat tubuhmu yang lemah. Sampai suatu saat nanti, beritahukan juga pada kaisar untuk meringankan hukuman Chen Jiao karena itulah misinya. Buat Chen Jiao dan kaisar bersama dan kau akan kembali ke duniamu setelah itu."
Bersambung