Misi Ku Bersama Si Kecil

Misi Ku Bersama Si Kecil
Kedatangan Mereka Berdua


__ADS_3

Tidak terasa suasana sudah semakin malam, namun walaupun begitu, Gilang tetap menahan Bella untuk tetap di sana.


"Ayo pulang." Ajak Bella yang sudah bersiap untuk pergi dari tempat itu.


"Tidak tunggu, kita masih belum mencoba wahana baru di sana." Cegat Gilang seraya dirinya menunjuk ke tempat wahana di seberang sana.


"Tempat itu?" Tanya Bella.


Gilang lalu mengangguk seraya berkata "Benar, tempat itu baru dibuka sekarang. Bukankah seru kalau kita datang ke sana dan menjadi orang pertama."


"Ck, kita ini sudah dewasa bukan anak kecil lagi." Bella terkekeh mengingat umurnya yang terasa sudah dewasa, padahal umurnya masih 20 tahun terlepas dari dirinya koma selama satu tahun di umur 19 tahun.


Yah walaupun begitu, Bella sebenarnya sudah dewasa setelah menjalani beberapa misi sebelumnya.


"Biarkan saja lagipula itu hanya umur, ayo..." Ucap Gilang yang dengan cepat meraih pergelangan tangan Bella lalu membawanya ke tempat wahana di sana.


Bella hanya diam tak bisa berkutik, toh Gilang pun akan menghiraukannya walau ia menolak. Setelah lampu di sana hijau, barulah orang-orang mulai menyebrangi jalan.


Karena tempat itu baru pertama kali di buka, banyak sekali diskon yang tertulis di sebuah papan begitu pun para pedagang di sana.


"Ini kan pasar malam." Ujar Bella sembari matanya melihat-lihat tempat tersebut.


"Haha iya benar."


Mereka pun pada akhirnya mencoba beberapa wahana di sana, termasuk membeli berbagai jajanan yang ada. Tak hanya itu berulang kali Gilang meminta Bella untuk foto bersama untuk mengabadikan momen mereka di sana.


"Bella ayo kita foto." Ajak Gilang berfoto saat mereka berada di komedi putar sekarang.


"No." Jawab Bella sembari menatap ke luar sana.


Namun Gilang tetap kekeh, ia yang tadi duduk di depan Bella kini berpindah tempat persis di samping Bella. Secepat kilat Gilang memotret mereka berdua di saat Bella melirik ke arah kamera tersebut.


"Yeah dapat." Gilang kegirangan dan kembali pindah tempat, di sisi Bella sudah menatapnya tajam.


"Gilang!" Panggil Bella memberi peringatan.


"Maaf tapi aku tidak ingin membuang momen ini begitu saja." Jelas Gilang sembari dirinya menyimpan foto tersebut.


"Momen apanya! Ck."

__ADS_1


Bella tak habis pikir dengan Gilang yang terus-menerus meminta foto di manapun, entah itu di wahana, di depan pedagang, mungkin foto itu sudah lebih dari 20 foto.


"Sudahlah, pokonya setelah ini kita pulang."


"Baiklah-baiklah, kita pulang langsung." Ucap Gilang.


Setelah selesai bermain wahana komedi putar barulah keduanya pulang, di samping itu setelah Gilang memasangkan helm pada Bella. Gilang langsung menancapkan gas motor dan barulah motor itu melesat di jalanan.


Tak butuh waktu yang lama, mereka tiba di rumah Bella.


"Bella sampai jumpa besok." Seru Gilang saat ia sudah siap pergi dari rumah tersebut.


"Iya Bye." Jawab Bella tak bersemangat, ia hanya mengangkat tangannya ke atas lalu masuk ke dalam rumah.


Tidak seperti biasanya, Bella kini hanya berganti baju dan tak mandi gadis itu langsung duduk di depan komputer dengan memakai baju tidur, ada dua komputer depannya. Satu ia gunakan untuk menyetel drama kesukaannya, dan yang satunya digunakan untuk belajar.


"Kok kayak ada yang kurang Aya." Pikirnya.


Dilihat-lihat ternyata cemilan dan minuman yang belum ada di meja tersebut, menyadari kekosongan itu Bella bergegas turun ke lantai satu dan mengambil beberapa buah-buahan serta minuman manis.


Dengan nampan di tangan kanannya serta dua botol minum di tangan kirinya Bella berhati-hati saat menaiki tangga karena memang ia membawa sedikit banyak makanannya.


Cklek


Lou Xi!


Dengan bentuk anak kecil Lou Xi duduk di kursi yang tadi Bella duduki, di sampingnya ada Meimei yang tetap berbentuk sebuah layar di langit-langit.


Bella terkejut ia tak menyangka Lou Xi akan datang padanya lagi, dengan cepat ia meletakkan makanan dan minumannya ke atas meja. Lalu ia langsung memeluk Lou Xi sembari dirinya menjajarkan ditubuhnya.


"Aku merindukanmu." Bisik Bella.


Pelukan Bella dibalas oleh Lou Xi, dewa kecil nan imut itu mengusap punggung Bella lalu membalas ucapan Bella.


"Aku juga."


Setelah berpelukan barulah Bella dan Lou Xi berbincang-bincang hangat.


^^^"Halo Bella." Sapa Meimei dengan membentuk emoji sapa.^^^

__ADS_1


Melihat itu Bella tersenyum bahagia, bagaimana tidak! satu bulan terasa satu tahun tidak bertemu. Apalagi Bella sudah menganggap mereka berdua keluarga, tapi toh Lou Xi bukan seorang manusia.


"Sudah sangat lama sekali rasanya, sebenarnya aku ingin sekali memarahi mu Lou Xi! Sudah satu bulan dan kalian tidak mengunjungi ku satu hari pun."


"Ini kan sudah." Ucap Lou Xi sembari tangan kecilnya mengambil sebuah apel lalu memakannya.


"Ck." Setelah mendengus, Bella lalu duduk di pinggiran kasurnya. Gadis itu mengambil bantal lalu meletakkannya di atas paha.


"Sepertinya ada sesuatu yang ingin kau bicarakan." Kata Bella menebak alasan kedatangan Lou Xi kemari.


Mendengar itu Lou Xi segera memutar kursinya menghadap Bella. Ia lalu menjawab dengan cepat karena memang apa yang dipikirkan Bella sekarang itu benar.


"Kau benar, tapi aku tidak akan mengatakannya sekarang." Jawabnya.


Mendengar jawaban Lou Xi Bella hanya bisa menghela nafas, karena pasti permintaannya mau tak mau harus di jalani walau terasa berat.


^^^"Jangan khawatir Bella, kali ini misinya akan sangat mudah." Kata Meimei yang berusaha menyemangati Bella. ^^^


"Terima kasih Meimei."


"Sama-sama Bella." Jawab Meimei dengan menunjukkan emoji senyum dan love.


"Jadi, apalagi selain itu?" Tanya Bella pada Lou Xi.


"Aku tidak tahu karena informasinya kadang lambat." Jelas Lou Xi.


"Memangnya ada sistem hebat tapi lambat!" Sindir Bella, hal itu membuat Lou Xi terkekeh karena tidak tahu bagaimana cara membalas.


Hingga akhirnya, ia pun dapat salam sekejap.


"Umur muda isinya tua."


Blushh


Mendengar itu, Bella tertawa dan pada akhirnya mereka pun damai. Sampai jam 3 malam mereka masih belum tidur, Bella harus menyelesaikan tugasnya sedangkan Lou Xi anak itu kecanduan drama.


Bahkan saat mereka akan tidur pun, Lou Xi melarangnya untuk mematikan komputer tersebut, yah akhirnya sampai pagi pun anak itu begadang dengan kantung mata hitam seperti mata panda.


Sedangkan Meimei, komputer hebat itu beristirahat dengan mengisi baterai miliknya sendiri di alam sana.

__ADS_1


Selama dua jam yaitu dari jam 3 sampai jam 5, Bella samar-samar tak bisa tidur dikarenakan suara drama yang ditonton Lou Xi.


Dewa apaan itu? Bisa-bisanya dia suka drama yang ku tonton, yah memang seru sih. Batin Bella sambil memeluk guling miliknya.


__ADS_2