
Bella, cepatlah lakukan tugasmu, ambil barang yang ada di brangkas itu setelah itu kau pergi dan gunakan pakaian yang ada di sana.
"Aku tidak tahu kata sandinya." Ucapku yang masih kebingungan.
Jujur saja misi kali ini benar-benar sulit di mengerti, apakah ini misi seorang pencuri?
Tidak mungkin, toh aku tidak punya keahlian mencuri barang apalagi di tempat penuh keamanan super ketat.
Ada alatnya di tasmu, keluarkan dan buka brangkas itu cepatlah kalau tidak misi ini akan gagal. Tapi kau harus tenang jangan gugup orang yang kau rasuki tubuh ini adalah seorang pencuri Professor bersama rekannya William dan yang lain.
"Pencuri?"
Aku benar-benar sibuk hari ini, tapi tanganku tiba-tiba saja terampil saat mencoba membuka brangkas super sulit itu. Seolah aku sudah terbiasa melakukannya di tambah setelah mengambil barang di dalam sana aku langsung memasukkan ke dalam tas milik Meimei.
Meimei menyuruhku seperti seorang komandan, komputer itu kini benar-benar tegas padaku. Aku di buat diam olehnya dan terus mengikuti perintahnya dan sekarang kini aku sedang mengganti pakaianku di ruangan kosong lebar serta dinding besar yang transparan. Aku tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya mengikuti perintah setelahnya aku pergi dari ruangan itu.
__ADS_1
Tiba-tiba saja lima orang pria bertubuh kekar ada di depan pintu itu seolah sudah menunggu kedatanganku. Di sela-sela penglihatan ku, aku lihat Rudi menggelengkan kepalanya dengan tatapan benci padaku.
Apa ini? Aku kan hanya menuruti perintah.
"Segera bawa dia." Ucap salah satu dari mereka. Lantas tubuhku yang indah ini di bawa pergi dengan paksa dan tentu saja aku juga pasrah di hadapan mereka.
Tidak apa Bella kau akan segera pergi dari sini, tenang saja karena listriknya belum mati.
"Itu dia! Harusnya aku keluar setelah listriknya mati!" Ucapku dalam hati tapi Meimei masih bisa mendengarnya.
"Tapi Rudi menatapku dengan penuh kebencian!" Jelas ku agar Meimei paham situasiku dengan Rudi
Rudi itu bukan nama aslinya, dia adalah Wiliam ketua dari kelompok pencuri kelas kakap. Tapi dia tidak tahu kalau anggota yang lainnya lah yang bermasalah, dia akan segera tahu saat listriknya mati begitu lama.
"Setelah ini aku akan di penjara kan?" Tanyaku yang pasti jawabannya iya.
__ADS_1
Lebih tepatnya kau akan di interogasi, tapi jika kau terbukti tidak bersalah kau bisa keluar dari sana tanpa harus menunggu listrik mati.
Setelah itu terlihat Meimei menunjukkan sebuah algoritma dimana layarnya memasuki situs keamanan tertinggi di perusahaan ini tanpa di ketahui oleh mereka para 'Hacker perusahaan'
Sesampainya di sebuah ruangan bawah tanah dengan dinding beralas baja membuatnya terlihat menyeramkan untuk di lihat.
Bella di paksa masuk ke dalam sebuah ruangan interogasi dengan di dorong kasar oleh pria berotot kekar itu.
"Argh." Rintih Bella merasa pegal di kedua pundaknya.
Namun tiba-tiba saja pintu interogasi di buka kasar oleh seorang pria jangkung berkacamata dengan tato di sekujur tubuhnya.
"Apa Dia pengacaranya?" Tanya Bella pada Meimei
"Yap." Jawab Meimei dengan cepat.
__ADS_1
Setelahnya pria itu mempersilahkan Bella untuk duduk di kursi interogasi. Waktu interogasi pun di mulai...