
Mendengar penjelasan singkat dari Lou Xi, aku langsung paham dan segera aku anggukan kepalaku dengan cepat. Selebihnya Lou Xi menjelaskan rencana kami dengan rinci.
"Ingat Bella! kita harus berhati-hati karena tempatnya sedikit berbahaya untuk wanita sepertimu. Bar, pantai, tempat judi, kita akan masuk ke tempat itu dan lakukan rencana kita. Ada acara hiburan yang di adakan oleh ketua mereka, tapi sebenarnya acara itu tidak lebih sebagai pembantaian. Ketua mafia itu akan melakukan transaksi di Bar dan peredaran uangnya akan melalui tempat judi." Jelas Lou Xi.
"Lalu kapan pembantaiannya terjadi?" Tanyaku karena Lou Xi masih belum menjelaskan kapan terjadinya masalah utama misi ini.
Mendengar itu Lou Xi terlihat menghela nafas sebelum akhirnya ia menjawab pertanyaan ku.
"Malam hari, tepatnya di pantai saat mereka berpesta alkohol."
Ku anggukan kepala sembari mengetuk-ngetuk jari telunjuk. Masih ngerasa ngilu dengan cerita yang di lontarkan oleh Lou Xi, benar-benar kali ini bukan misi biasa.
Singkat cerita
Lou Xi dan Bella berhasil masuk ke dalam misi dan menggunakan teleportasi, salah satu kekuatan yang di milik oleh Lou Xi. Kami keluar dari toilet umum setelah berganti pakaian pelayan.
__ADS_1
"Kau tidak berganti baju?" Tanya Bella setelah ia keluar dari pintu toilet, kebetulan Lou Xi sudah ada di sana.
"Aku sudah bersiap-siap sedari tadi bahkan sebelum masuk ke rumahmu." Ucapnya sambil tersenyum.
"Ah benar juga."
Tak lama setelah itu keduanya pun bergerak bersama-sama menuju ke sebuah tempat para sultan berjudi. Mereka berdua masing-masing mengambil satu nampan berisi minuman alkohol untuk di berikan pada 'Tamunya'.
Setelah berhasil masuk ke tempat itu dengan menunjukkan kartu identitas palsu, Bella dan Lou Xi berpencar berbeda arah. Bella dengan name tag nya bertuliskan Vivi dan Lou Xi dengan name tag nya bertuliskan Sam.
Seperti biasa mereka terlebih dahulu menghidangkan minumannya selayaknya seorang pelayan, tiba-tiba di salah satu meja penuh dengan orang-orang bermuka jahat berteriak memanggil Lou Xi.
Lou Xi mendongak dan menatap pria itu, ia lalu menghampiri dan memberikan sisa minuman di nampannya.
"This is for you, mister." (Ini untukmu Tuan)
__ADS_1
Lou tersenyum sembari menyuguhkan minuman alkohol, terlihat pria gemuk itu tersenyum genit pada Lou Xi seolah ia sudah terhipnotis oleh ketampanan yang dimiliki olehnya.
Tatapannya sangat menjijikkan kalau saja nanti kau mati, akan langsung ku colok matamu itu di neraka. Batin Lou Xi dalam hatinya.
Di samping itu Bella sekilas melihat Lou Xi, namun ia segera melanjutkan pekerjaannya sembari menunggu kedatangan para mafia dan kelompok sultan yang di gadang gadang akan melancarkan peredaran uang itu.
Di balik itu Lou Xi masih berusaha untuk pergi dari kekangan pria berbadan besar itu. Hatinya sudah gelisah, risih dan benci pada pria ini.
"Kau tahu aku ini punya banyak uang, jika kau mau aku bisa membantu mu menaikkan pangkat dan mungkin bisa lebih dari itu asal kau mau menjadi pacarku." Bisik pria tersebut.
Hoek, pria ini benar-benar tidak waras
"Maaf tuanku, tapi aku tidak tertarik pada sejenis."
Mendengar jawaban dari Lou Xi terlihat pria gemuk itu marah sembari melotot, namun Lou Xi tidak takut ia bisa menghancurkan mereka jika berani menyentuhnya.
__ADS_1
Dan benar saja pria itu lalu menyuruh anak buahnya untuk menghajar Lou Xi sehingga keributan pun terjadi.
Di sisi lain...