Misi Ku Bersama Si Kecil

Misi Ku Bersama Si Kecil
What Is Mision??


__ADS_3

Ting


Bunyi lift terbuka membangunkan Bella yang sekarang masih belum sepenuhnya sadar. Di lift itu banyak orang berdempetan namun mulai berkurang saat semua orang keluar dari sana. Lalu tinggallah Bella seorang di lift itu dengan pandangan yang melamun.


Seorang pria lalu menyerunya tapi bukan dengan namanya. Pria itu memakai setelan jas kantoran berwarna biru Dongker dengan tas hitam sebagai pelengkap penampilannya.


"Gia!" Panggil pria itu.


Bella tersadar dan mulai menatap wajah pria berwajah tampan tersebut, karena memang wajahnya tegas hidungnya mancung bibirnya kecil matanya indah cocok dimasukkan sebagai World handsome on the year.


"Ah oke."


Bella lalu keluar dan mengikuti langkah pria itu, di tambah misi kali ini ia benar-benar tidak tahu apa yang harus ia lakukan dan apa misi kali ini. 5W+1H belum di jelaskan oleh Lou Xi.


"Dasar Iblis Kecil." Gimana Bella dengan begitu pelan, hal itu agar pria yang kini di depannya tidak dapat mendengar ucapannya.


Namun...


Tanpa ia sadari di telinganya ada teknologi semacam walkie talkie.

__ADS_1


"Gia fokus." Ucap pria tersebut, Bella yang belum tahu apa-apa sekilas melihat nametag pria itu namanya 'Rudi'


"Rudi?" Pikirnya yang keheranan tentu saja ia ucapkan dalam hatinya.


"Iya Rudi aku sangat fokus."


Tiba-tiba pria itu mengernyit seolah heran dengan sikap Gia yang sekarang. Namun dengan cepat ia menggeleng dan mulai melanjutkan langkahnya.


"Dengar, jika kau tidak mau ikut misi kali ini lebih baik kau mengundurkan diri sekarang?" Ucapnya dengan nada Peringatan.


"Misi? What Mision?" Batinnya, jujur saja ia benar-benar depresi sekarang bahkan Meimei tak ada di sampingnya untuk membantu.


Nama itu di ambil langsung oleh Bella saat ini, bahkan dengan menyebutnya dalam hati bisa membuat Bella tersenyum senang.


Di saat hatinya kesenangan sendiri, Rudi yang tiba-tiba berhenti di tengah jalan membuat Bella tak sempat menghentikan langkahnya dan berakhir dengan menabrak punggung Rudi.


"Gia, ada apa denganmu hari ini? Kau tidak fokus!! Kalau kau bersikap seperti itu lagi aku pastikan setelah ini kau akan ku bunuh dengan tanganku sendiri."


Bella kaget mendengarnya, Rudi benar ia harus fokus dan ikuti saja arahannya. Tapi ia harus melawan pria bernama Rudi ini, ia kan tidak pernah di ancam seperti itu sebelumnya.

__ADS_1


"Sudah kukatakan juga sebelumnya, aku sangat fokus kau saja yang tiba-tiba berhenti." Kali ini Bella memberikan tatapan tajam pada Rudi, menunjukkan padanya kalau ia tidak takut.


"Sudahlah, kau masih ingat kan harus apa? Pergi ke ruangan itu ambil barangnya dan pergi dari sini saat listriknya mati." Titahnya sembari melirik ke arah pintu salah satu di tempat itu.


Setelahnya Rudi langsung pergi meninggalkan Bella yang kini hanya bisa menuruti perintahnya tanpa tahu barang apa yang harus ia ambil.


"Mei, cepatlah datang." Gumam Bella sembari melangkah menuju ruangan itu.


Pintu bertuliskan CEO serta nama aneh di bawahnya membuat Bella terheran, namun segera ia masuk ke dalam pintu itu setelah mengetuknya.


Tidak ada orang! Batinnya.


CCTV banyak, tapi kenapa terasa mudah sekali misi ini! Apa jebakan! Entahlah, tapi aku harus masuk ke dalam..


Sesaat ingin memutar engsel pintu itu ternyata tidak di kunci, sontak saja hal itu membuatnya bertambah heran. Setelah masuk ke dalam sana dan menutup pintu, Bella sedikit kagum dengan isi ruangan yang begitu megah dan terlihat nyaman.


BELLA! Seru Meimei di udara kosong.


"MEIMEI!"

__ADS_1


__ADS_2