Misi Ku Bersama Si Kecil

Misi Ku Bersama Si Kecil
Menuju Akhir


__ADS_3

"Ella, apa kamu punya keinginan?" Tanya Bella yang sudah mulai menyantap sarapannya. Sedangkan Ella masih ragu-ragu makan bersama Bella.


"Anda tahu nama saya?"


Jleb


Bella baru teringat jika ia belum berkenalan dengan Ella, tentu saja Ella akan heran mana mungkin orang yang belum kenalan bisa tahu nama. Namun dengan keahliannya berbohong, Bella mampu menipu Ella dengan baik.


Menipu di sini untuk hal yang baik ya teman-teman.


"Ah, Tom memberikanku data para pelayan kemarin. Jadi mengenalmu, maaf Ella jika aku lancang." Ucap Bella meminta maaf.


Namun ternyata reaksi Ella sangat tak terduga, Ella malah meminta maaf seperti telah melakukan hal yang besar.


"Ti-tidak Nona saya yang salah, saya telah lancang bertanya seperti tadi. Mohon hukum saya."


Sontak Bella terkejut dan sedikit kaget karena Ella uang tiba-tiba berdiri dan langsung meminta maaf padanya.


"Tidak Ella, tidak apa-apa. Sudah-sudah kita duduk kembali, lupakan yang tadi kita lanjut saja sarapannya."


Kini Ella mulai tenang dan menuruti kata Bella, mereka berdua lalu melanjutkan kembali aktivitas makan mereka.


Beberapa menit kemudian Ella membuka suara dengan pelan, walaupun begitu Bella masih dapat mendengarnya.


"Entah kenapa saya rasa harapan saya sudah terpenuhi sedari dulu." Jawab Ella.


"Saya sudah sangat bersyukur karena almarhum nyonya telah menampung saya di sini selama bertahun-tahun. Dan saat itu juga harapan saya selama ini sudah terpenuhi, adik saya juga bisa sekolah seperti teman-teman nya yang lain." Jelas Ella.


"Hm, baiklah. Aku pikir kau ingin berkuliah, kebetulan ada beasiswa di Universitas di kota ini. Jika kamu mau, kamu bisa mengambil beasiswa itu, dengan syarat kau punya kemampuan."


Ella berhenti sejenak, tatapannya seolah ingin berucap. Perlahan ia meletakkan sendok nya dan memberanikan diri.


"Sa-saya ingin kuliah nona, tapi nona jangan khawatir saya akan belajar sungguh-sungguh dan buktikan kemampuan saya."


"Kamu yakin?" Tanya Bella kembali.


"Saya yakin nona." Jawabnya dengan percaya diri.


"Kalau begitu apa jurusan yang akan kamu ambil?"


"Tata boga nona, saya dari dulu sangat suka memasak. Saya bermimpi ingin menjadi chef suatu saat nanti." Jelas Ella.


"Pantas saja makanan ini sangat enak." Sambil melahap sarapannya Bella tersenyum dan hal itu membuat Ella merasa senang.


"Terima kasih nona. O iya nona jika anda ingin makan makanan luar negeri nanti saya akan coba membuatnya sekalian saya belajar." Kata Ella antusias.


"Mm kalau begitu apa kau bisa buat masakan china. Aku rindu makanannya sudah sangat lama aku tidak makan Dimsum, pasti lezat." Sambil membayangkan dirinya waktu dulu, Bella rindu makanan kesukaannya.


"Nona ingin makan Dimsum?" Tanya Ella.

__ADS_1


Bella mengangguk cepat membuat Ella bersemangat karena akhirnya ia akan membuat masakan baru untuk Bella dan dirinya akan membuat sebuah pencapaian dalam memasak.


"Sarapan ku sudah habis aku pergi kerja dulu, Ella jangan lupa buatkan Dimsum untukku nanti." Sambil melangkah pergi dari sana. Ella mengekor dari dari belakang untuk mengantar dirinya sampai depan pintu.


"Baik nona, sampai jumpa dan hati-hati di jalan." Sambil melambaikan tangannya Ella tersenyum sampai mobil Bella keluar dari gerbang.


Bella ikut tersenyum di balik kaca spion mobilnya, sampai akhirnya ia lakukan perjalanan panjang ke kantor polisi.


Sampai di sana Bella di sambut oleh Tom yang sudah berada di sana lebih dulu darinya.


"Nona mari ikut saya." Ucap Tom.


Keduanya lalu menghadap pada ketua polisi tepatnya orang itu adalah pak polisi kemarin. Hal itu membuat Bella tersenyum karena ia pasti dengan mudah membuat rencananya berhasil sempurna.


"Selamat pagi nona Belt." Sapa pak polisi hendak berjabat tangan.


"Pagi juga pak." Bella menerima uluran tangan itu dan pak polisi pun mempersilahkan mereka berdua untuk duduk di kursi depannya.


Tom mengangguk pada Bella dan tetap berdiri tegak di belakangnya. Pak polisi pun mengerti dan langsung membicarakan inti pembicaraan mereka.


"Kami sudah menginvestigasi salah satu dari mereka dan kami mengetahui siapa orang dibalik penyerangan tadi malam." Kata pak polisi.


"Kalau boleh tahu siapa orangnya pak?" Tanya Bella pura-pura tidak tahu.


"Azriel Brian. Saya yakin anda mengenal betul orang ini!"


"Saya sudah cerai pak." Ucap Bella dengan cepat.


"Ekhem saya sudah tahu tentang itu nona, media memberitakannya puluhan kali." Jelas Pak polisi.


Beberapa orang di sana tertawa kecil termasuk bu polisi yang berdiri di samping pak polisi. Hal itu malah membuat Bella itu tersenyum dan berkata...


"Saya pikir bapak tidak tahu. Kalau begitu apa yang akan anda lakukan pada mantan suami saya?" Tanya Bella.


"Kami akan segera menangkapnya dengan bukti yang kuat tentunya hanya saja kami harus tahu alasan mengapa penyerangan ini terjadi."


Bella paham dengan ucapan pak polisi, ia pun berkata "Walaupun saya tidak bisa membantu banyak untuk bapak, tapi saya akan beritahu sesuatu."


"Apa itu nona?" Tanya pak polisi dengan tatapannya yang ingin tahu (kepo).


Bella lalu menceritakan panjang lebar awal dirinya bertemu dengan mantan suaminya hingga kejadian penculikan lalu penyerangan di bar.


Beberapa saat kemudian


"Kalau begitu kami akan mempersiapkan semuanya. Anda jangan khawatir kami pasti melaksanakan tugas dengan baik." Dengan semangatnya pak polisi mulai memerintahkan anak buahnya ke sana kemari.


Tom mulai mendekat dan mulai membicarakan tentang pengadilan.


"Iya tuan?" Tangan pak polisi.

__ADS_1


Beberapa Jam kemudian.


Situasi hari ini sangat sibuk dengan para polisi yang hendak menangkap Azriel setelah surat ijin penangkapan mereka keluar. Bella dan Tom akan menghadiri pengadilan setelah itu, namun kasus ini bukan masalah Azriel dengannya namun Bella akan menghadapi keluarga ayah Jeanne.


"Silahkan nona." Sambil membuka pintu mobil, Tom mempersilahkan Bella masuk ke dalamnya. Diikuti dengan Yohan yang tadi telah datang membawa kabar gembira kini mereka mulai bersiap untuk bertarung secara hukum.


Sesampainya di pengadilan, ayah Jeanne dan ibu tiri serta saudara tirinya sudah menunggu di dalam sana. Dengan berjalan tegak dan kepala mendongak ke atas Bella tanpa melirik mereka membuat semuanya jengkel padanya.


Saudari tiri berbisik pada saudaranya "Lihat dia, sombong dan angkuh berani sekali mengirim kita semua ke sini." Ucapnya.


"Tenang saja dia pasti kalah." Jawab si saudara tiri.


Ayah Jeanne sudah duduk bersama pengacaranya di samping kiri Bella. Kini tinggal Bella dan Yohan duduk di tempat yang telah di siapkan.


Hakim belum datang dan semuanya orang yang ada di sana masih riuh dengan apa yang akan terjadi nanti.


Menit kemudian


Panitera pengganti mengumumkan bahwa hakim/majlis hakim akan memasuki ruang sidang dengan kata kurang lebih sebagai berikut...


”hakim/majelis hakim memasuki ruang sidang, hadirin dimohon untuk berdiri. ”


Semua yang hadir dalam ruangan sidang tersebut, termasuk jaksa penuntut umum dan penasehat hukum berdiri.


Setelah kami duduk di kursinya semua orang kembali duduk. Hakim ketua lalu membuka sidang dengan kata kata kurang lebih sebagai berikut


“Sidang pengadilan negeri......(kota tempat pengadilan berada),yang memeriksa perkara pidana nomor....(no perkara)atas nama........pada hari.....tanggal.....dinyatakan dibuka dan terbuka untuk umum.di ikuti dengan ketokan palu sebanyak tiga kali


PEMANGGILAN TERDAKWA SUPAYA MASUK KE RUANG SIDANG:


SKIP


Setelah hampir satu jam berlangsung di pengadilan, kasus ini berlanjut ke tahap selanjutnya karena Ibu tiri Jeanne ternyata memiliki rencana lain.


Saat keluar dari tempat saudara tiri Jeanne dengan angkuhnya berkata "Cih, jangan harap bisa singkirkan kami ya gak tau apa kalau ibu lebih pintar dari kamu dasar wanita ******."


Bella bukanlah wanita yang dapat mudah ditindas oleh orang lain. Ia lalu mendekat pada adik tirinya itu dan mulai berbisik padanya.


"Adikmu sangat tampan."


"Apa kau yakin dia punya darah ayahmu?"


Maksud Bella adalah mungkin saja adik laki-laki yang ia miliki sekarang adalah hasil dari perselingkuhan ibu tirinya dengan laki-laki selain ayah Jeanne.


Hal membuat wanita itu kesal dan melotot padanya sebagai ancaman.


"Berkaca lah dan jangan lupa gosok gigi, mulutmu bau."


Setelah berkata seperti itu Bella pergi dari sana sambil menyunggingkan senyumnya.

__ADS_1


Terlihat dari belakang adik tirinya marah dan menghancurkan tanaman yang ada di sana hal itu malah membuatnya di tangkap.


__ADS_2