Misi Ku Bersama Si Kecil

Misi Ku Bersama Si Kecil
Choi Soo Ah


__ADS_3

Soo Ah pergi begitu saja keluar dari rumahnya dengan berlari sekencang mungkin menuju halte, sebatas kain yang ia gunakan untuk menutupi wajahnya.


Berulang kali ia menelpon kedua temannya yang dia anggap paling setia, akan tetapi semua telponnya sama sekali tidak di angkat oleh mereka. Keduanya mengabaikan Soo Ah yang pasti sekarang ini sangat membutuhkan kehadirannya dalam masa sulitnya ini.


Soo Ah berdiri menunggu bus yang akan datang, orang-orang agak menjauhinya karena memang apa yang ia kenakan di kepalanya adalah ciri orang-orang beragama muslim. Dan muslim adalah agama minoritas di Korea.


Soo Ah terlihat membuka sebuah map namun nihil ia bahkan tidak tahu dimana Bella tinggal.


Soo Ah terpaksa harus pergi ke kampus untuk bertanya pada Professor Jeong Yo alamat rumah Bella. Bus datang lalu orang-orang mulai masuk begitupun dengan Soo Ah yang duduk di kursi paling belakang bus.


Gadis itu berusaha menelepon Professor Jeong Yo namun tetap tidak di angkat. Sudah beberapa kali ia menelpon orang-orang yang di kenalnya tapi mereka semua mengabaikannya.


Apa mereka sengaja? Di masa sulit seperti ini bagaimana bisa mereka menghilang begitu saja seolah tak terjadi apapun. Dulu mereka berusaha menaikkan status mereka lewat ayah, tapi sekarang semuanya pergi di saat kami ada masalah.


Soo Ah benar-benar dilema, gadis itu kini sudah mulai putus asa bahkan gadis cantik yang selalu merawat wajahnya itu kini tak lagi memikirkan penampilannya sekarang. Otaknya hanya berfikir dan terus mencari solusi agar masalahnya selesai.


Ribuan komentar terus berdatangan, hpnya terus bergetar menandakan ada notifikasi yang masuk. Kebanyakan semua itu berasal dari aplikasi media sosial pribadinya. Tentu saja akunnya menjadi tempat para netizen untuk menghujatnya.


Ia lalu mematikan hpnya agar tidak lagi ada suara bisik yang mengganggu. Gadis itu menyandarkan tubuhnya, walau dengan tatapan kosong ke depan Soo Ah sama sekali belum makan.


Di sisi lain Bella berniat untuk menghapus semua berita tentang keluarga Choi, karena memang dirinya hanya ingin memperingati Soo Ah dan ayahnya pejabat Choi agar tidak berperilaku semena-mena lagi.


"Kau yakin akan melakukan itu Bella?" Tanya Meimei.


Bella masih diam, gadis itu sedang bimbang tentang apa yang akan ia lakukan saat ini.


"Sudahlah, mari kita hapus beritanya."


Mendengar itu, Meimei hanya bisa mengikuti perintah yang diberikan Bella mereka berdua lalu menyelesaikan tugas mereka saat itu juga.


Dan begitu Bella menggerakkan jari-jari tangannya seketika ribuan situs web dan berita tentang keluarga Choi terhapus seketika, bahkan komentar-komentar jahat yang tadinya bertebaran di mana-mana kini lenyap sudah.


Setelah itu Bella mulai membereskan semua kekacauan yang ada di sana, kemudian ia masuk ke dalam kamar dan mulai mengistirahatkan tubuhnya yang terasa sangat lelah.

__ADS_1


Di sisi lain Soo Ah kini sudah berada di halaman kampus. Para mahasiswa yang ada di sana terlihat mengamatinya karena penampilannya yang terlihat berbeda begitupun wajahnya yang tidak terlihat makanya orang-orang sedikit heran padanya. Soo Ah tetap acuh dan tidak memedulikan tatapan mereka yang sinis dia lalu berlari menuju tempat yang biasa digunakan oleh profesor Jeong Yo.


Saking cepatnya ia berlari nafasnya sampai tersenggal-senggal bahkan ia hampir sesak napas dibuatnya menaiki tangga. Sesampainya di ruangan Professor Jeong Yo Soo Ah langsung membuka pintu ruangan dengan kencang, di sana ia tidak melihat seseorang pun di dalam sana.


Mungkinkah Professor sedang mengajar?


Ia lalu berlari kesana kemari mengecek setiap ruangan di kampus lewat jendela. Karena sudah lelah berlari Soo Ah pikir ia harus bertanya pada orang-orang yang ada di sana.


"Permisi, apa anda tahu dimana Professor Jeong Yo sekarang?" Tanya Soo Ah pada mahasiswa yang sedang berjalan dengan hp di tangannya.


mahasiswa berkacamata itu mendongak lalu menjawab "Ah sepertinya Professor ada di ruang lab kimia, tadi saya melihatnya sekilas."


Soo Ah lalu menunduk dan mengucapkan terimakasih padanya namun kain yang ia pakai untuk menutupi wajahnya sedikit longgar hingga wajahnya sekilas terlihat. Mahasiswa itu terkejut, walau Soo Ah juga ikut terkejut namun tangannya gercap menutupi kembali wajahnya lalu ia pun pergi dengan cepat meninggalkan pria itu.


Namun demikian pemuda berkacamata itu terlihat bingung, "Apa aku salah lihat? tadi bukannya itu Choi Soo Ah." Gumamnya tak yakin.


Temannya datang lalu merangkul bahunya seraya berbincang dengan ria "Oi Apa yang kau lakukan di sini?"


Temannya itu mengernyitkan dahinya namun dengan cepat ia terkekeh "Jangan ngada-ngada, tidak mungkin Soo Ah ke sini kecuali tebal muka."


Mendengar jawaban dari temannya pemuda berkacamata itu hanya mengangguk lalu mereka berdua pergi dari sana.


Sedangkan Soo Ah sudah berlari sekencang mungkin dengan jantung yang berdegup kencang, ia takut kalau keberadaannya sekarang diketahui oleh orang-orang karena bisa-bisa dirinya dikeroyok massal.


Beruntungnya Soo Ah berhenti di pintu yang bertuliskan "Laboratorium Kimia"


Ia lalu membuka pintu dan masuk ke dalamnya, Professor Jeong Yo ada di sana dengan para mahasiswa yang sedang fokus mendengarkan perintahnya.


Kedatangan Soo Ah tentu membuat orang-orang di sana menatapnya, untungnya penampilannya sekarang menutupi wajah pengecualian untuk matanya.


"Hei Jeong Yo kemari kau, ikut aku!"


Sontak semua orang terkejut melihat seorang wanita tak di kenal berteriak pada Professor mereka serta menariknya keluar dengan paksa. Jeong Yo hanya bisa diam di seret oleh Soo Ah hingga mereka berdua sampai ke ruangan pribadi Professor.

__ADS_1


Sesampainya di dalam ruangan.


"Hei siapa kau?!" Tanya Professor Jeong Yo sedikit membentak.


Soo Ah dengan cepat melepaskan kain di wajahnya dengan menunjukkan tatapan marah pada Professor Jeong Yo. Lantas ia hanya bisa membuka mulutnya tanpa mengeluarkan suara.


"Professor aku tidak banyak waktu sekarang jadi aku langsung ke inti saja. So, beritahu aku dimana rumah Bella sekarang? Berikan aku alamatnya!"


"Apa yang kau lakukan di sini Soo Ah! Bukankah kau seharusnya ada di rumah!!" Pekik Professor.


Mendengar Professor yang meninggikan suaranya Soo Ah pun malah melakukan hal yang sama.


"DIAM! Lakukan saja apa yang ku perintahkan tadi!"


Professor tertawa kecil sambil memasang wajah mengejek pada Soo Ah "Berhentilah bersikap seolah kau putri raja! Bukankah bisnis ayahmu hancur sekarang!"


Soo Ah tak terima dengan perkataan Jeong Yo, ia kesal dan rasanya ingin sekali mencabik-cabik wajah pria tua Bangka itu.


"Dasar Pengkhianat!"


Melihat Soo Ah yang sudah terbawa emosi, Professor Jeong Yo malah memprovokasinya lagi.


"Apa? Kenapa kau melotot seperti itu padaku! Dasar tidak punya sopan santun, jika saja aku berteriak di sini dan memanggil semua orang? Kira-kira apa yang akan mereka pikirkan saat kau ada di sini dengan reputasi yang kau miliki sekarang?!"


Soo Ah terdiam dan tak tahu harus berbuat apa.


...----------------...


Spoiler


"Bukan kah tempat ini adalah kampus yang terkemuka! Tapi kenapa kualitasnya masih rendah sama seperti dirimu Professor Jeong Yo!"


SAMPAH

__ADS_1


__ADS_2