
Bughhhhh
Dengan sekali tendangan dengan putaran 180 derajat Bella berhasil menendang wajah pria yang sempat berbicara dengannya tadi. Seketika semua orang terkejut karena teman mereka meringis kesakitan mendapat pukulan itu.
Pria yang di tendang tadi berusaha bangkit dan mulai menyuruh teman-temannya menangkap Bella.
Bella tak punya pilihan selain melawan mereka semua, satu persatu mulai Bella kalahkan dengan pertarungan yang sengit itu.
Diiringi musik bak di film Hollywood, pertarungan itu menjadi lebih enak untuk di tonton. Apalagi dengan keahlian Bella dalam pertarungannya yang lumayan memukau para penonton di sini, keberhasilan sempat diraih Bella walau hanya sesaat. Karena ia sekali lagi dikalahkan oleh kain yang berisi obat bius.
Dan ia sekarang......
Pingsan!!!
Sayup-sayup ia mendengar seseorang sedang menyalakan korek apinya, segelas teh berisi es batu berbunyi setelah gelas itu di goyang-goyangkan untuk beberapa kali. Bella merenggangkan tubuhnya yang kaku dan berusaha bangkit dari tidurnya.
Matanya yang masih sayu itu berusaha untuk bangun dengan mengambil air minum di meja, setelah meneguknya ia baru mengerjapkan matanya berulang kali dan barulah ia bisa melihat seorang pria bertubuh kekar sedang duduk di sofa menghadapnya. Tatapan itu membuat tubuh Bella seketika merinding dibuatnya, ia sadar akan penampilannya sekarang yang masih mengenakan baju seksi kemarin malam. Secepat kilat ia tutupi dengan selimut yang ada di kasur itu.
"KYAAA...... Siapa kau?!!!" Teriak Bella sambil bertanya pada pria itu.
"........"
"Apa kau tuli?" Tanya Bella sekali lagi karena pria itu hanya diam dan tetap melanjutkan aktivitas merokok nya.
Namun bukannya menjawab, pria itu malah bangkit dan mendekat.
"Meimei bantu aku." Bisik Bella.
"Perintah diterima, harap tunggu beberapa saat lagi."
Pria itu semakin mendekat dan Bella berusaha menghindar dengan mundur ke belakang.
"Hei diam di sana!"
Namun pria itu ternyata berhasil mengurungnya dengan kedua tangan, pria itu juga mulai menatap matanya dengan begitu dalam. Tatapannya seakan mengungkapkan rasa terkejut, rindu, cemburu.
"Apa?"
Beberapa menit berlalu dengan suasana yang hening. Sebelum akhirnya Meimei mulai memberi informasi pada Bella di telinganya.
"Bella berhati-hati lah, jika tidak misi akan berubah total."
"Sudah lama kita tak bertemu, kau sudah banyak berubah. Jeanne!!"
"Berubah apanya?!"
__ADS_1
"....."
Bella lalu mendorong tubuh mantan suaminya itu dan segara merapihkan bajunya sambil melanjutkan perkataannya.
"Dengar, kita sudah cerai di mata hukum. Jadi, jangan ikut campur urusanku." Bella lalu berdiri dan hendak berjalan keluar dari tempat itu.
Azriel hanya diam dan bersikap tenang sambil menatap Bella yang berjalan ke pintu kamar. Sesampainya di dekat pintu, Bella lalu meraih engselnya dan menarik gagang pintu tersebut.
Namun....
Kenapa tidak bisa dibuka, di kunci kah?!!!
Berkali-kali Bella menarik dan mendorong pintu tersebut namun nihil usahanya tidak berhasil. Bella kesal ia lalu berbalik dan menatap tajam Azriel.
"Kau, kenapa pintunya dikunci?!" Tunjuk Bella kearah Azriel.
"Buka pintu nya atau aku akan...."
"Akan apa?" Potong Azriel seraya menantang Bella dengan nada bicara nya.
"Aku akan meloncat dari jendela dan kabur dari sini." Pekik Bella sambil mengarahkan jari telunjuknya ke arah jendela besar di kamar tersebut. Tirai nya terbuka lebar memperlihatkan suasana indah di luar sana.
"Cobalah, aku tidak akan menolong mu jika kau mati nanti." Kata Azriel dengan entengnya berucap.
"Kau bunuh diri bukan dibunuh." Ujar Azriel.
"Tetap saja aku kan mati di rumahmu." Begitulah Bella di saat dirinya tidak ingin mengalah pada siapapun.
"Sayangnya kau masih hidup sekarang."
"......."
Bella pasrah dan hanya bisa membuang nafasnya kasar, ia lalu duduk di sofa dan mulai menyilang kan kedua tangannya di depan dada. Sofa itu adalah sofa yang tadi diduduki oleh Azriel saat dirinya masih tertidur pulas, sehingga sekarang ia menghadap Azriel di depan.
"Lupakan masalah tadi dan jawab pertanyaan ku!!"
Azriel menaikkan alisnya sebelah seakan berkata 'apa' dalam bahasa tubuh.
"Kemarin malam aku di kepung oleh preman, parkiran bar tempatku bekerja. Apa kau yang memerintah mereka? Untuk menangkap ku!"
"Well, itu benar."
"Kenapa kau menangkap ku dan malah mengurung ku di sini?" Pertanyaan Bella yang kedua.
"Karena aku ingin menikah denganmu sekali lagi."
__ADS_1
"HAH!!"
"Aku tidak mengulang kembali ucapan ku." Ucap Azriel dengan muka datar.
"Dengar, jangan berbicara omong kosong di depanku. Di tambah, waktuku yang berharga terbuang sia-sia gara-gara kamu. Sekarang, buka pintunya dan biarkan aku pergi." Sambil menunjuk jam dinding di atas sana, Bella menatap tajam dengan rasa kesal dihatinya.
"Permohonan atau permintaan?"
"Ini perintah." Bella sudah tak tahan dengan sikap pria itu, namun sekali lagi ia harus bersabar agar tidak mencakar wajah tampannya Azriel.
"Haih kau benar, sekarang sudah siang aku harus pergi kerja untuk menafkahi mu?"
Bella terkekeh dengan ucapan Azriel barusan, perkataannya itu menggelitik perutnya dan membuatnya tertawa sejenak.
Azriel yang sudah bangun dari kasur itu lalu melangkah pergi dari kamar itu. Sontak saja Bella mengekor di belakangnya agar ikut keluar dari kamar itu juga. Namun sebelum benar-benar keluar dari kamar itu, dua orang penjaga segera menahan tubuhnya agar tidak keluar dari sana.
"Apa yang kalian lakukan?" Tanya Bella melirik kanan kiri pada penjaga itu. Tubuh mereka kekar dan kuat, wajahnya garang dan datar.
Azriel yang berdiri di depan Bella lalu berbalik sambil berkata "Patuh lah calon istriku, aku akan kembali nanti malam." Ucapnya sambil melangkah pergi.
Bella langsung merasa mual mendengar ucapan Azriel tadi, namun sebelum dirinya benar-benar akan kabur dari sana. Penjaga di sebelah kanan Bella langsung berkata padanya "Nona masuklah ke dalam atau terpaksa kami dorong anda ke sana."
"...." Bella menyunggingkan senyumnya dan langsung menghempaskan kedua tangan penjaga itu sambil dirinya berkata "Ck, aku akan tetap kabur dari sini." Bella menatap penjaga sebelah kananku dengan sedikit sinis, berbeda dengan penjaga di sebelah kirinya yang hanya menundukkan kepalanya sedikit dan tak berkata apa-apa.
Bella lalu kembali masuk kamar dan pintu itu kembali terkunci rapat dari luar sana.
"Hah......" Buang nafasnya dengan kasar.
"Meimei." Panggil Bella pada sistemnya.
"Selamat pagi Bella." Sapa Meimei dengan suara lembutnya.
"Beritahu aku bagaimana caranya keluar dari tempat ini."
"Perintah diterima, sistem akan melihat keadaan luar sana dan mulai mencari jalan keluar harap tunggu beberapa saat."
"Bella, apakah ingin melihat luar sana?" Tawar Meimei.
"Memang bisa?"
"Tentu saja Bella. Lihatlah ini."
Bersambung
Jangan lupa like, komen dan Vote🥰
__ADS_1