
1. Taman
"Hei Bella sedang apa kau di sana?" Teriak Lou Xi di bawah pohon sedang Bella sedang di atas pohon untuk mengambil buah yang hanya ada di alam yang beda.
"Matamu buta ya? Tidak lihat aku sedang mengambil buahmu ini?" Pekik gadis itu sambil memetik buah di atas sana.
"Ck, cepatlah turun kalau tidak kau akan jatuh ke bawah." Lou Xi berusaha memperingati.
"Tidak apa aku tidak jatuh."
Bella yang percaya diri tidak akan jatuh malah membuat Lou Xi berniat untuk mengelabuinya dengan cara mematahkan memotong batang pohon yang sedang di pijak oleh Bella.
Krek
"Apa! Kenapa..."
Dan...
Bruggh
"Argh." Bella merintih kesakitan karena tubuhnya jatuh ke bawah yang di penuhi rumput hijau.
Di samping dirinya yang sedang kesakitan itu Lou Xi tertawa terbahak-bahak sembari memegang perutnya seolah itu benar-benar hal yang lucu.
__ADS_1
Namun berbeda dengan Bella yang kesal merasa di curangi, lantas ia pun membalas dengan menarik kedua kaki Lou Xi ke atas hingga tubuhnya terbalik dengan kepala di bawah sana. Untungnya Lou Xi masih berwujud seorang anak kecil yang imut.
"Hei-hei apa yang kau lakukan."
"Hahahaha tentu saja menggelitik ketiakmu." Bella tertawa devil sembari sorot matanya yang jahil.
Mereka berdua pun bertengkar bersama di lapangan luas penuh tanaman yang indah itu, keduanya terlihat seperti adik kakak yang akur dengan candaan mereka.
2. Penjara
"Oh my God Professor!" Teriak seorang sipil berkedudukan tinggi di penjara Korea itu.
Pria yang di duga bernama Heon itu adalah orang yang perhitungan dan bermata duit. Heon yang kenal dengan Professor Jeong Yo terlihat terkejut sesaat menerima kedatangan tahanan baru yang ternyata adalah temannya.
"Haih padahal aku masih butuh relasi mu tapi karena kau tidak berguna lagi jadi hubungan kita berdua berakhir di sini." Ucap Heon dengan nada merendahkan.
Professor Jeong Yo geram mendengarnya hingga akhirnya ia dengan sekuat tenaga melayangkan tinju dari kedua kepalan tangannya tepat ke rahang kiri kepala Heon.
Bughhh
Heon tersungkur ke lantai dengan nyawanya yang hampir melayang, saking kuatnya Professor Jeong Yo memukul rahangnya mampu membuat wajah Heon bengkok seketika.
Melihat kejadian itu lantas anak buah Heon segera menindaklanjuti kasus Professor Jeong Yo serta menambah hukuman masa tahanannya.
__ADS_1
"Setidaknya hatiku tentram." Gumam Professor yang tidak di dengar oleh penjaga yang kini sedang mencengkram kuat tubuhnya tersebut.
3. Paket
Tok tok tok
"PAKET, MBA PAKET MBA." Teriak seorang kurir makanan di depan rumah Bella (Masih di Korea)
Ting tong Ting tong
Bella yang mendengar teriakan si kurir segera keluar dari rumah dan membuka pagar.
"Paket makanan saya ya pak?" Bella tersenyum ramah pada si bapak kurir itu akan tetapi...
"Lah iya mba kan sesuai jaket saya, lihat nih mba." Ujar si bapak seraya memperlihatkan punggungnya.
"Driver speed only food." Eja bella saat ia membaca tulisan yang ada di jaket belakang si bapak kurir.
Keren juga tulisannya tapi emang sesuai ya dengan pronunciation bahasa Inggris? Batin Bella.
"Iya pak iya pak bagus banget, keren dan cocok untuk bapa." Puji Bella pada si bapak untuknya bapak itu juga ikut tersenyum hingga akhirnya Bella mengajak bapak itu untuk makan bersama karena ia merasa tidak akan habis makan semuanya karena ia beli banyak.
Si bapak menerimanya karena ia menghormati niat baik Bella, mereka berdua pun berbincang bersama sembari memakan makanannya.
__ADS_1
......End ......