
"Kalau begitu ayo." Pekik Bella yang sudah berada di dekat pintu.
Namun secepat kilat Lou Xi berjalan bersama anginnya serta merubah diri menjadi pria itu. Yap, pria minimarket waktu itu.
"Bagaimana? Tampan bukan." Ucapnya seraya memperlihatkan ekspresi so ganteng.
"....."
Tanpa mengatakan apapun bella langsung pergi meninggalkan Lou Xi dan tentu saja Lou Xi mengejarnya sambil tertawa.
Keduanya lalu turun ke lantai bawah menggunakan lift, selepas pintu lift terbuka beberapa orang terkejut menatap Lou Xi yang begitu memesona walau hanya menggunakan kaos oblong dan celana hitam panjang. Beberapa pegawai wanita memandangnya dengan penuh takjub, beberapa orang pula mulai berbisik menayangkan siapakah pemuda tampan itu???
Bella yang merasa tak Terima langsung merengkuh tangan Lou Xi dan menggandeng nya pergi dari sana. Diikuti kedua pengawal dan beberapa bodyguard rahasia di berbagai tempat. Bella dan Lou Xi mulai pergi ke parkiran mobil dan melesat ke jalan raya.
Mobilnya diikuti oleh mobil bodyguard Bella dan kini Lou Xi lah yang mengendarai mobil mewah itu.
Sebelumnya, tepatnya di parkiran....
"Kau bisa mengendarai mobil?" Tanya Bella tidak yakin.
"Tentu saja."
"Mana kuncinya?" Lanjutnya sambil mengulurkan tangannya.
Bella lalu memberikan mobilnya dan langsung masuk ke dalam mobil. Lou Xi tersenyum dan ikut masuk ke dalam mobil serta duduk di kursi pengemudi.
Dan ini lah mereka sekarang.....
Brummmm
Brummmm
Brummmm
"Kapan kau belajar mengemudi?" Tanya Bella sembari melirik Lou Xi yang sedang fokus menyetir. Kedua tangannya yang berotot membuat Bella menjadi salah tingkah.
Ya Tuhan, Bella ingatlah dia anak kecil.
"Satu abad yang lalu." Jawab Lou Xi.
"Kau bohong."
"Aku tidak bohong." Sanggahnya.
"Mobil belum ditemukan satu abad yang lalu." Jelas Bella membuat Lou Xi terdiam seketika.
Namun ternyata Lou Xi masih berusaha untuk membela diri.
"Dewa tahu segalanya, aku tidak mungkin bohong."
Bea terkekeh mendengar hal itu jujur saja ia sangat senang ada Lou Xi bersamanya.
"Hm baiklah."
Setelah itu....
Suasana menjadi hening keduanya sama-sama tidak mau mengucapkan satu kata pun hingga akhirnya mereka pun tiba di Mall. Setelah mobil berhenti dan terparkir rapi, Bella dan Lou Xi mulai masuk ke dalam Mall dan keduanya saling bergandengan tangan.
__ADS_1
Bella di sambut dengan baik oleh pegawai sana, mereka bahkan mempersilahkan keduanya untuk melihat baju-baju keluaran terbaru mereka.
"Nyonya, mau kami bantu?" Tanya salah satu dari tiga pegawai Mall itu. Sisanya menatap Lou Xi dengan sumringah.
"Tidak, kalian keluar saja. Aku ingin bersama pacarku dulu." Ucap Bella menekankan kata 'pacar' dalam ucapannya. Hal itu membuat kedua pegawai tadi murung dan tidak tersenyum lagi.
"Kalau begitu kami akan pergi, jika butuh sesuatu tolong panggil saja kami lewat telpon itu." Ucap pegawai tadi dengan ramah.
"Mm, baiklah."
Setelah itu ketiga pegawai tadi pergi dari sana dan sekarang tinggal lah mereka berdua di tempat itu.
"Pilihlah dan pakai di sana." Ucap Bella seraya menunjuk ke pintu ruang ganti.
Lou Xi yang satu ini hanya tersenyum dan menatap Bella yang sibuk memilih pakaian.
"Tunggu, apa kita tidak mandi?" Tanya Lou Xi menghentikan aktivitas Bella.
"Ah kau benar." Bella mulai teringat jika dirinya belum mandi sore ini.
Namun ternyata Lou Xi menggunakan kekuatannya agar menyegarkan rubuh mereka berdua kayaknya orang yang sudah mandi.
Hanya dengan petikan jari dan....
Bum
Bella seolah di timpa angin segar dan badannya kini terasa sangat segar. Wangi, bersih layaknya orang baru mandi. Ia lalu berbalik dan berkata "Terimakasih."
Lou Xi tersenyum dan menjawab "Sama-sama."
Satu Jam Kemudian
Keduanya bak model papan atas menyorot perhatian, diiringi lagu Justin Bieber berjudul Never Say Never keduanya melangkah keluar dengan begitu rupawan.
Lirik lagunya seperti ini
Ne-never say never
Ne-never say never
Ne-never say never
Never say it
Never, Never say it
Bait ke empat....
I will never say never
I will fight
I will fight 'til forever
To make it right
Whenever you knock me down
__ADS_1
I will not stay on the ground
Pick it up, pick it up
Pick it up, pick it up, up, up
And never say never
*Mon maaf ya temen kalo gak cocok sama suasananya, lagian i bingung tapi i lagi suka lagunya Justin Bieber
"Wah lihat mereka keren banget, yang itu ganteng banget...."
"Iya Aaaaaaaa pengen jadi pacarnya...."
Bisik Bisik sana sini.
Mereka yang menonton langsung jatuh cinta setelah Lou Xi dengan genitnya melambai ke arah mereka dan membuat suasana menjadi lebih ramai. Beberapa wanita bahkan teriak histeris hanya karena lambaian tangan Lou Xi
Melihat hal itu Bella langsung menarik lengannya dan membawa masuk ke dalam mobil.
"Jangan Genit, awas aja!!!" Ancam Bella walau dengan nada rendah.
"Baik tuan putri." Ucap Lou Xi tersenyum manis.
Beberapa wanita yang tadi melihatnya di Mall ternyata mengikuti mereka berdua sampai Lou Xi masuk ke dalam mobil. Diantara mereka ada yang masih berharap mendapatkan lambaian tangan dari Lou Xi lagi.
Bella yang sudah tak sabar untuk ke pergi dari tatapan para wanita itu langsung menyuruh Lou Xi untuk segera pergi dari sana.
"Ayo jalan, lambat banget." Seru Bella yang sudah hampir kesal.
Lou Xi pun mulai menjalankan mobilnya dan mereka pun mulai melesat kembali ke jalan raya.
"Kita mampir dulu ke restoran itu." Tunjuk Bella ke arah restoran depan sana.
"Oke."
Brumm
Mereka pun sampai di depan restoran ini, dan keduanya masuk ke dalam lalu mendapatkan pelayanan terbaik setelah Bella menunjukkan black card-nya.
"Mari ikut saya nyonya." Ucap salah satu pelayan restoran itu. Pelayan itu mengantar Bella dan Lou Xi ke ruang VIP mereka.
Dan setelah beberapa menit menunggu makanan mereka.....
"Silahkan dinikmati nyonya, tuan." Ucap seorang koki berumur 45 tahunan.
"Terima kasih."
Setelah itu koki dan para pelayan restoran pun pergi dari sana membiarkan Bella dan Lou Xi memakan hidangan mereka.
"Makan lah." Suguh Bella pada Lou Xi tak lupa dirinya jiga langsung melahap makanannya. Karena memang dirinya belum makan malam hari ini.
Sekali lagi Lou Xi tersenyum melihatnya, namun saat ia ingin menyantap hidangannya ia langsung berkata "Semoga saja enak." Gumamnya yang masih terdengar oleh Bella.
"Apa?"
Lou Xi menyantap makanannya untuk pertama kali, dan ia langsung menilai makanan tersebut.
__ADS_1
Bersambung
like ya🤗