Misi Ku Bersama Si Kecil

Misi Ku Bersama Si Kecil
Kaisar Wu Jatuh Cinta


__ADS_3

Beberapa menit sudah dilalui oleh mereka bertiga untuk makan-makan. Sedangkan pria di samping sana tetap menatap ketiganya dengan secangkir teh hijau.


Sampai akhirnya satu tegukan berhasil ia teguk dengan meletakkan gelasnya sedikit kasar. Pria itu bangkit dan berjalan mendekat pada meja Bella.


Sesampainya di sana pria itu mulai duduk di antara mereka dan di sanalah wajah pria tersebut mulai terlihat.


Dia adalah Wei Qing kakak tiri Wei Zifu.


Tapi kenapa dia bisa ada di sini???


"Kak Qing apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Bella seraya menatap Wei Qing sebaliknya Wei Qing melirik ke arah Xin dan Zin yang masih mengunyah makanannya.


"Apa kamu lupa? Bukankah kemarin aku sudah bilang kalau cuti hari ini." Jelas Wei Qing.


Bella mengangguk padahal sebenarnya memang dia tidak tahu bukan lupa.


"Lalu, siapa dia?" Tanyanya sembari menatap kedua anak laki-laki itu.


"Ah, mereka temanku." Jawab Bella dengan santai.


Sedangkan Xin dan Zin terlihat terkejut ucapan Bella barusan. Bella kemudian melanjutkan ucapannya dengan memberitahukan nama mereka berdua.


"Namanya Xin dan yang paling kecil namanya Zin. Kalau berdua, perkenalkan Wei Qing dia adalah kakakku." Ucap Bella memperkenalkan mereka.


Wei Qing terlihat senang dengan anggukan kepalanya seraya berkata "Ah begitu kah, karena kalian adalah teman adikku maka aku juga akan menganggap kalian sebagai temanku." Wei Qing mengangkat cangkirnya yang sudah ia isikan sendiri lalu ia bersulang dengan Xin & Zin.


Tringgg


Terdengar suara nyaring dari ketiga cangkir itu saat beradu.


"Paman kau terlihat aneh." Ujar Zin dengan polosnya.


"Haha kenapa kau menganggap ku aneh Zin?" Tanya Wei Qing sedikit tertawa.


"Kita baru saja bertemu tidak mungkin langsung jadi teman." Jelas anak kecil itu.


Xin lalu mencubit paha Zin di bawah sana. Seraya menunjukan ekspresi yang mungkin bisa di artikan "Jangan berkata seperti itu!!" Kurang lebih seperti itu.


Di balik itu Bella mengetahuinya sedangkan Wei Qing masih berusaha untuk mendekati Zin.

__ADS_1


Di tempat lain di rumah kediaman Putri Pingyang terjadi kericuhan akibat Bella yang hilang tanpa kabar. Kaisar Wu yang tahu hal itu segera menyuruh anak buahnya untuk mencari keberadaan Bella, ia juga memberi perintah agar menghukum penjahat yang berani menculik Bella/Wei Zifu.


Beberapa prajurit Kaisar pun di kerahkan untuk mencari keberadaan penari itu.


Dari pencariannya itu ternyata para prajurit Kaisar sudah sampai di pasar. Bahkan jalanan sudah hampir dikuasai oleh mereka.


Bella yang kebetulan mendapat duduk dekat jendela sana mampu menyadari kedatangan prajurit itu dari atas.


Oh tidak apa mereka mencari ku? Tapi jika aku tertangkap apa aku akan di kurung di istana nantinya???


"Bella, kenapa tidak kau lari saja dari sini?" Ujar Meimei memberi saran.


"Ide bagus." Kata Bella membuat yang lain mendengarnya tanpa tahu apa yang di maksud Bella.


Bella bangkit dari duduknya dan mulai bersiap lari dari sana.


"Kalian semua dengarkan aku!" Titah Bella dengan tegas dan hal itulah membuat yang lain siap mendengarkan.


"Aku harus pergi dari sini, dan juga Xin Zin aku akan menemui kalian lagi di sana." Tunjuk Bella ke arah pohon besar di jalanan pasar. Pohon itulah yang paling menonjol di antara pohon lainnya.


Xin dan Zin mengangguk cepat yang berarti mereka setuju dengan perkataan Bella. Kini tinggal Wei Qing, pria itu tidak boleh menghalanginya untuk kabur dari sana.


"Iya?"


"Aku harus pergi sekarang, prajurit kaisar sedang mencari ku." Jelas Bella.


Wei Qing sontak terkejut dengan apa yang baru saja ia dengar dari adik kesayangannya itu. Ia lalu memegang kedua bahu Bella seraya bertanya padanya.


"Kenapa mereka bisa mencari mu? Apa kau melakukan kesalahan?"


"Kak Qing, aku kabur dari rumah Putri Pingyang tapi aku tidak tahu jika akan di kejar oleh bawahannya kaisar." Jawab Bella menjelaskan.


Mendengar hal itu kak Wei Qing ternyata segera memegang pergelangan tangan Bella untuk membantunya keluar dari rumah makan itu. Karena sepertinya para prajurit sudah mulai mendekat kemari.


"Kalian berdua tetaplah di sini, dan kau Wei Zifu pakai cadar mu." Titah Wei Qing.


"O ya aku lupa." Segera Bella memakai cadarnya dan mengikuti langkah Wei Qing untuk membawa nya keluar dari sana.


Selepas keluar dari rumah makan itu, para prajurit ternyata sudah berada di depan rumah makan. Segera Wei Qing menyembunyikan Bella di belakang tangan kirinya.

__ADS_1


Salah satu prajurit curiga ke arah mereka dan mulai mendekat pada keduanya. Prajurit itu sempat-sempat melirik ke arah Bella namun segera di hadang oleh Wei Qing.


"Selamat siang." Sapa Wei Qing pada prajurit itu.


"Siang." Sapa nya kembali


"Sepertinya kalian sedang mencari buronan."


"Tidak tuan, kami sedang mencari seorang wanita penari dia cantik dan masih muda." Jelas prajurit itu.


"Ah aku ingin membantu tapi istriku sedang hamil muda dan dia ingin aku mengambil mangga muda. Hahaha istriku sangat lucu, benarkan pak."


Mendengar hal itu dengan bodohnya ia langsung percaya setelah melihat Bella mengusap perutnya yang sedikit buncit. Padahal perutmu besar karena sudah terisi makanan di tambah Bella berusaha mengembangkan perutnya dengan menahan nafas.


"Baiklah anda boleh pergi sekarang." Ucap prajurit itu.


Segera Wei Qing membawa Bella pergi dari sana dan Bella sudah bisa bernafas kembali.


Sesampainya ia di jalanan yang sepi, Wei Qing pun mulai menceramahi Bella dengan singkat.


"Pulanglah dan jangan mencoba kabur lagi dari sana. Ingat, kita bukan bangsawan." Kata Wei Qing mengingatkan Bella.


"Tidak kak Qing, aku akan melakukan apapun yang aku inginkan. Walaupun kita bukan bangsawan tapi setidaknya kita bahagia hidup di sini dengan melakukan semua yang ingin kita lakukan. Kak Qing tolong, jangan melarang ku."


"Wei Zifu!!"


Tanpa mendengar kembali seruan kakaknya, Bella bergegas pergi dari sana dan kembali ke kediaman Putri Pingyang.


Sebelum masuk ke pintu kediaman itu, Bella meminta pada Meimei untuk memberikan sebuah bunga segar nanti wangi. Setelah muncul di tangannya Bella pun segera masuk ke dalam sana.


"Wei Zifu!!!!" Seru Putri Pingyang saat pintu di buka oleh penjaga. Di sampingnya sudah ada Kaisar Wu yang terlihat cemas di wajahnya.


Bella melangkah mendekati Putri Pingyang begitu pun dengan Putri yang langsung memeriksa keadaan Bella. Di sisi lain ternyata Kaisar Wu menatap penampilan Bella yang terlihat kayaknya seorang putri Istana, cantik jelita dan terlihat polos.


Kenapa jantung ku berdebar? Batin Kaisar.


...Bersambung...


Jangan lupa like ya, share juga ke media sosial agar lebih banyak pembacanya 🥰🤗

__ADS_1


__ADS_2