
Tokoh utama wanita kali ini adalah seorang putri pengusaha kaya raya. Namanya Jeanne, putri pertama dari keluarga Belt. Ayahnya bernama Sam adalah seorang pria brengsek yang berselingkuh dengan asisten rumah tangga nya sampai memiliki anak bernama Flow usianya hanya beda 3 tahun lebih muda dari Jeanne. Dan dari itu juga dapat kita simpulkan bahwa Sam sudah berselingkuh sejak lama.
Ibu Jeanne yang tahu perselingkuhan suaminya segera membuat sebuah surat wasiat yang berisikan pemindahan kekayaan atas nama Jeanne. Sam belum tahu jika istrinya itu telah membuat wasiat sebelum meninggal dunia, hingga sampai saat ini.
Walaupun wasiat itu belum diketahui oleh Sam dan istri barunya yang bernama Nikita Belt, namun mereka sudah merencanakan kehidupan Jeanne yang seperti anjing mereka. Intinya Jeanne harus nurut pada perintah mereka.
Tahun 2019, Sam dan Nikita merencanakan pernikahan Jeanne dengan seorang pria tua yang kaya raya. Jeanne yang asli adalah seorang wanita yang polos dan mudah ditindas hingga Jeanne hanya bisa menerima pernikahan yang telah di atur oleh orang tuanya itu. Namun entah kecelakaan apa yang terjadi, ternyata Jeanne menikah dengan seorang pria muda tampan rupawan dan miliuner. Nikita dan anaknya Flow terkejut setelah mengetahui hal itu, keduanya melakukan rencana yang licik dan membuat pernikahan Jeanne yang baru 1 tahun itu harus kandas akibat suaminya itu ketahuan selingkuh dengan dengan Flow. Ya, dia saudara tirinya Jeanne.
"Misi kali ini adalah membalas semua perbuatan anak dan ibu itu, di tambah kau harus membuat mantan suamimu menyesal karena selingkuh." Jelas Lou Xi yang di anggukan oleh Bella.
Namun Bella mengusap dagunya layaknya pakar ahli seperti para ilmuwan.
"Hmm......."
"Hei Hei kau mendengar ku kan?" Lou Xi mengibaskan tangannya di depan wajah Bella.
Namun Bella bukannya terkejut ia malah menampilkan antusiasnya di misi kedua ini.
"Baiklah, sekarang aku juga yang akan menyelesaikannya."
"Kalau begitu aku pergi." Ujar Lou Xi hendak menjentikkan jarinya.
"Pergilah, lagipula kau tidak butuhkan di sini." Dengan santai Bella meregangkan tubuhnya kayaknya orang yang sedang melakukan pemanasan.
"Apa?" Lou Xi sedikit tak terima dengan ucapan Bella barusan. Namun ia tahu jika itu hanya sebuah candaan.
"Kau datang tak diundang dan pergi saat dibutuhkan."
"Haha....." Ujar Lou Xi tertawa.
"Cepatlah pergi aku harus selesaikan misi ini secepatnya." Usir Bella pada Lou Xi.
"Cih dasar manusia."
"Dasar dewa pendek." Ucap Bella tak kalahnya dengan Lou Xi.
Lou Xi hanya bisa terdiam dan membuang nafasnya kasar. Ia pergi dari tempat itu setelah menjentikkan jarinya.
__ADS_1
Setelah kepergian Lou Xi, Bella segera membuka sistemnya dan memulai harinya di sini.
"Meimei apa kau ada di sini?"
"Tentu saja Bella. Apa ada yang Anda butuhkan?" Tanya Meimei dengan suara khasnya.
"Iya, tolong bantu aku persiapkan diri. Bantu aku ubah penampilan menjadi seorang wanita yang kaya." Ucap Bella tersenyum jahat.
"Perintah di terima, silahkan ikuti petunjuk yang sudah diberikan." Meimei segera membantu Bella menyiapkan segalanya dengan bantuan sistem Meimei.
2 Jam Kemudian
Bella keluar dari apartemen miliknya dengan penampilannya yang luar bisa menawan.
(Seperti itulah ya kira-kira outfitnya si Bella)
Setelah keluar dari sana, dirinya langsung mencuri banyak perhatian orang-orang sekitar. Bella langsung tersenyum puas, ia segera mencari sebuah taksi dan masuk ke dalam taksi tersebut. Bella menyuruh sang sopir untuk membawanya ke sebuah kafe.
Setelah sampai di kafe Bella langsung menghubungi pengacara mendiang ibunya dulu, namanya Yohan Crish. Setelah melakukan panggilan Yohan ternyata siap untuk bertemu dengannya.
Bella menunggu kedatangan Yohan hampir sekitar 15 menit, setelah Yohan datang dan menyapa padanya.
"Selamat pagi nona." Sapa Yohan
"Ah ya, selamat pagi juga."
Yohan lalu duduk di depan Bella, seorang pelayan kafe datang menghampiri mereka dan mulai menata pesanan Bella. Setelah pelayan itu pergi dari meja sana, mereka berdua langsung berbincang ke inti pembicaraannya.
"Nona, apa nona sudah merubah pikiran nona?" Tanya Yohan yang langsung membuat Bella merasa aneh. Ia belum mengetahui semua yang terjadi di sini.
Yohan tahu dari ekspresinya Bella yang kebingungan ia lalu mulai menjelaskan kembali.
"Nona, saya sempat memberi tahu lewat telepon mengenai surat wasiat almarhum. Surat wasiat ini hanya ditujukan untuk nona saja, jadi saya tidak punya wewenang untuk memberitahukannya selain nona." Jelas Yohan, ia menarik nafas sebelum melanjutkan ucapannya.
"Surat wasiat ini berisikan semua peninggalan almarhum dan almarhum berharap anda bisa menerimanya dan menjaga nya dengan baik." Lanjut Yohan sambil menyerahkan sebuah dokumen berisikan surat wasiat ibunya.
__ADS_1
Bella meraih surat itu dan mulai membacanya dari awak sambil Yohan menjelaskan isinya.
"Perusahaan yang dimiliki almarhum hendak diwariskan pada anda. Anda hanya perlu menandatangani surat itu, dan juga almarhum berharap Anda tidak lagi berhubungan dengan ayah anda."
Seketika suasana hening karena Bella masih membaca surat wasiat tersebut. Hingga akhirnya Bella mulai bertanya pada Yohan.
"Ada banyak sekali properti ibuku dan dia memberiku semuanya?"
"Iya Nona."
"Bagaimana dengan perusahaan yang ayah jalani? Apa itu termasuk juga?" Tanya Bella.
Yohan membuang nafasnya kasar sebelum ia berkata "Perusahaan itu sudah lama ber-atas namakan tuan Sam Belt. Padahal seharusnya itu milikmu nona, tapi Nona jangan khawatir. Perusahaan itu masih termasuk anak perusahaan yang almarhum miliki."
"Jadi maksudmu perusahaan ibuku lah induknya?"
Yohan mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan Bella.
"Apa ayah tahu hal ini?"
Yohan menggeleng dan berkata "Tuan tidak mengetahuinya nona."
"Jika aku menandatangani surat ini, apa artinya semua ini akan jadi milikku?"
"Iya Nona." Ujar Yohan mengangguk.
"Kalau begitu akan ku tanda tangani, dimana pulpennya." Ujar Bella meminta pulpen pada Yohan
"O ya ini nona." Yohan memberikan pulpen pada Bella yang ia simpan di saku jasnya.
Bella lalu segera menandatangani surat wasiat tersebut. Setelah selesai menandatanganinya Yohan meminta agar Bella ikut dengannya ke perusahaan. Sebelum itu, Yohan terlebih dulu menelpon seseorang di hapenya.
"Nona, silahkan." Ucap Yohan mempersilahkan Bella masuk ke dalam mobil miliknya. Yohan lalu berjalan ke arah kursi pengemudi dan segera menjalankan mobilnya menyusuri jalanan.
Sesampainya di tempat tujuan, Yohan bergegas keluar mobil dan mempersilakan Bella masuk ke dalam perusahaan. Di sana ternyata ia sudah ditunggu oleh para pegawai perusahaan di sana. Semua pegawai yang dipilih untuk menyambut kedatangannya itu berbaris rapi sambil membungkuk padanya.
Bersambung
__ADS_1
Halo semuanya selamat siang🥰
Jangan Lupa Like, komen, Vote, Fav dan share ya