Misi Ku Bersama Si Kecil

Misi Ku Bersama Si Kecil
Seoul Korsel


__ADS_3

Satu Tahun Kemudian


Setelah melalui banyak hal, Bella saat ini sedang ingin meliburkan diri dari kesibukan yang dimilikinya. Entah itu bekerja, kuliah, dan lain halnya.


Semenjak kejadian waktu di kafe tahun lalu, Lou Xi mulai terbiasa tinggal di dekat Bella. Bahkan kedekatan keduanya sangat diketahui jelas oleh Kal yang ternyata setuju dengan hubungan mereka. Walau Bella sebenarnya belum memberitahu Kal tentang Lou Xi, ia tak ingin menjelaskan hal yang mungkin sulit di pahami oleh Kal.


Hari ini tepatnya bulan Desember di hari pertama, Bella berniat untuk pergi keluar negeri dan kuliah S2 di Korea. Ia memilih negara itu sebab dia ingin mencoba dan merasakan kembali negara yang pernah ia kunjungi di salah satu misinya.


Ia ingat waktu dirinya menjadi anak orang kaya di sana, pengalaman itu tidak mudah ia lupakan.


Katanya Desember bulan yang menyenangkan, tidak hanya sebagai bulan terakhir di tahun itu akan tetapi banyak sekali hal-hal yang dirasakan di Desember. Natal, tahun baru, dan orang-orang bersiap membuka lembaran baru.


"Datanglah padaku jika urusanmu sudah selesai." Kata Bella sambil memeluk tubuh Lou Xi, gadis itu sudah bersiap dengan kopernya untuk pergi ke bandara.


Lou Xi tidak ikut, ada urusan penting yang harus ia selesaikan dan sebenarnya ia juga sedikit sedih karena harus meninggalkan Bella lagi. Hubungan mereka semakin dekat dan sudah seperti sebuah keluarga.


"Baiklah, aku menyuruh Meimei untuk ikut denganmu tapi aku juga mengubahnya menjadi robot. Agar kau tidak kesepian di sana." Tutur Lou Xi lemah lembut.


Meimei sudah ada di atas koper dengan bentuk robot persis seperti pokemon, melihat Meimei seperti itu Bella merasa senang ia bahagia karena kali ini Meimei bisa di sentuh olehnya.


"Terimakasih banyak Lou Xi, aku akan sangat merindukanmu jadi jangan pergi lama-lama." Ucap Bella dengan ekspresi lucunya.


Lou Xi tertawa kecil mendengarnya "Hahaha baiklah nona akan ku coba kembali pulang dengan cepat."


Lou Xi bahkan mengusap kepala Bella dengan sayang dan penuh perhatian, namun karena waktu mereka sedikit akhirnya dengan berat hati mereka berpisah saat itu juga.


Lou Xi menggunakan kekuatannya membuka sebuah portal dimana kalau Bella masuk ke dalam sana dirinya akan langsung berada di bandara dengan sihir di sekitarnya orang-orang tidak akan sadar Bella menggunakan portal.


Wush

__ADS_1


"Apa itu?" Tanya Bella sesaat sebuah cincin besar berada di samping mereka.


"Masuklah ke sana dan kau akan sampai di bandara." Lou Xi lalu membantu barang bawaan Bella ke dalam sana.


"Ayo masuk Bel." Ajak Lou Xi, walaupun awalnya Bella ragu namun gadis itu memberanikan diri masuk ke dalam portal.


Dan betapa terkejutnya ia saat masuk ke dalam sana, mereka berdua sudah berada di bandara. Kini mereka berada di ruang tunggu, di sana orang-orang berkeliaran ke sana kemari sesuai kesibukan mereka masing-masing.


Semua orang seperti tidak melihat Bella dan Lou Xi yang masuk lewat portal, karena kalau mereka tahu bisa heboh sedunia.


Lou Xi masih membantu Bella di sana, bahkan dirinya meminta Bella untuk duduk dan minum terlebih dulu.


"Tenang kan dirimu, aku tahu kau terkejut tapi setidaknya dengan itu kita bisa cepat sampai ke bandara." Jelas Lou Xi.


Bella mengangguk sambil meminum air yang diberikan Lou Xi padanya.


Setelah beberapa menit menunggu, tibalah waktunya untuk Bella naik pesawat. Gadis itu melambai tangannya dan wajahnya tersenyum manis pada Lou Xi.


Namun bagaimanapun Bella harus ke Korea, ia juga sudah mendaftar ke kampus ternama di sana karena nilai Bella yang sempurna sangat membantu masuk ke universitas dengan cepat.


Bella memesan tempat VIP yang sedikit mahal, entah kenapa dirinya sedang ingin sendirian untuk sementara waktu. Fasilitas yang diberikan cukup istimewa terutama hidangan makan, ia juga di beri kenyamanan untuk tidur di pesawat tersebut.


Karena merasa sangat lelah Bella langsung terlelap dan tertidur setelah memakan beberapa suap makanan.


Dua Setengah Jam Kemudian


Setelah menikmati perjalanan panjang di pesawat barulah ia sampai di Korea Selatan. Seoul adalah tempat ia kunjungi, bahkan ia juga membeli penthouse mewah di kota itu.


Sesampainya di bandara dan mendapat kembali barang-barangnya barulah Bella keluar menunggu taksi.

__ADS_1


"Permisi nona, anda memesan taksi saya bukan? Nona Bella?" Seorang pria tua menghampiri Bella dan memastikan gadis itu benar memesannya.


Bella mengangguk setelah itu bapak mempersilahkan Bella masuk ke dalam taksinya.


Pak taksi sangat ramah, dia merasa senang bisa mengantarkan pelanggannya. Ia bahkan berusaha agar suasana di dalam mobil tidak hening dan tidak ada obrolan apapun.


Pak sopir taksi mengawali pembicaraannya dengan mengagumi sosok Bella.


"Maaf jika saya lancang nona, tadi pas saya dapat pesanan saya lihat nama anda saya sedikit terkejut bahkan teman saya yang tahu pun mengagumi nona." Kata bapak itu, Bella melirik ke depan dan penasaran dengan kelanjutan si bapak tersebut.


"Teman saya bilang kalau anda sangat terkenal di China, berita tentang kecelakaan itu bahkan sampai ke Korea. Walaupun orang-orang melupakan kejadian itu tetapi semua orang bersimpati pada anda." Lanjut si bapak.


Mendengar itu Bella tersenyum ia lalu menjawab "Saya tidak tahu harus berkata apa, saya sendiri terkejut mendengar itu."


"Apakah anda tidak melihat beritanya?"


"Saya lihat akan tetapi setelah saya sadar dari koma saya lebih fokus pada kuliah dan pekerjaan saya." Jelas Bella membuat si bapak mengangguk paham.


Tak lama kemudian sampailah mereka di tempat tujuan, pak sopir taksi itu membantu Bella membawa barangnya sampai akhirnya barang-barang itu di ambil alih oleh para pegawai di sana.


"Terima kasih banyak pak, ini buat bapak." Ucap Bella sembari memberikan beberapa lembar uang won.


Bapak itu terkejut pasalnya ia hari ini sangat membutuhkan uang, awalnya menolak namun karena Bella sedikit memaksa lantas bapak itu menerimanya dengan senang hati. Uang itu berbeda dengan uang yang dibayar untuk taksi, karena Bella membayarnya lewat HP jadi tidak menggunakan uang cash.


"Saya sangat berterimakasih nona, semoga hari anda selalu bahagia."


Bella tersenyum ia lalu mengangguk dan pergi dari sana begitupun dengan si bapak taksi.


Sesampainya di lantai atas, ia lalu membuka pintu rumahnya dan barulah para pegawai memasukkan barang-barang nya ke dalam sana.

__ADS_1


"Terimakasih." Ucap Bella pada para pegawai tersebut.


Setelah mereka pergi barulah Bella bebas mengelilingi tempat barunya itu, ia mengecek ke sana-kemari melihat setiap ruangan mewah yang ada di sana.


__ADS_2