Misi Ku Bersama Si Kecil

Misi Ku Bersama Si Kecil
Berhutang Budi


__ADS_3

Sampailah Bella di butiknya, ia lalu masuk ke dalam sambil menyapa beberapa pegawai di sana. Walau tidak banyak namun mereka sangat giat dan telaten mengerjakan tugas mereka masing-masing.


"Halo semua selamat siang." Sapa Bella, jam masih menunjukkan pukul 13.15 hal itu berarti Bella masih banyak waktu untuk bekerja di butik tersebut.


Para pegawai di sana kebanyakan adalah seorang wanita muda yang masih lulusan yang tidak melanjutkan kuliah karena biaya. Mereka sangat ramah dan murah senyum kepribadian mereka humoris serta masih ada jiwa kekanak-kanakan. Namun Bella menyukai mereka dan kinerja mereka yang bagus selama bekerja di sana.


"Selamat siang juga Kak." Sapa mereka kembali, mereka memanggil kakak pada mereka toh Bella juga masih seumuran jadi agak sedikit terlambat.


Hanya ada empat orang pegawai di sana, namanya Feifei, Reina, Hyun Kim, dan Rosa. Mereka saling menatap satu sama lain yang artinya mereka belum makan siang.


"Seharusnya aku beli tadi, maafkan aku."


"Ah Aniyo, pesanannya juga pasti segera datang kami bisa menunggu." Ujar Hyun Kim mewakili teman-temannya.


"Baiklah, kalian bisa istirahat dulu. Untuk pesanannya biar aku yang selesaikan." Bella lalu pergi menaiki tangga menuju lantai atas tempat ia bekerja di sana.


"Baik kak." Serentak mereka semua.


Setelah itu mereka pun beristirahat dengan menunggu pesanan di depan butik tepatnya di kursi depan yang sangat teduh cocok untuk bersantai. Mereka lalu berbincang-bincang gembira sampai waktu terasa begitu cepat berlalu.


Dari atas terlihat Bella melihat mereka yang kesenangan mendapati pesanan mereka telah sampai. Kurir itu memberi beberapa kotak pizza dan minumannya.


Setelah kurir pergi barulah mereka berempat masuk ke dalam, dari tangga sudah ada Bella yang menuruni tangga.


"Onnie, pesanannya sudah datang."


"Kalau begitu mari kita makan bersama." Ucap Bella.


Mereka lalu berkumpul bersama di atas karpet, di sana mereka menghabiskan makanannya sembari mengobrol dengan berbagai bahasan yang menarik.


"Onnie, terimakasih ya makanannya." Kata Hyun sembari melahap pizza ke dalam mulutnya.


Lantas Reina berkomentar "Makan saja makananmu itu tidak baik bersikap seperti itu di depan kakak."


"We (Kenapa?)" Walaupun di lumutnya masih ada makanan Hyun Kim masih tetap berbicara, dia memang paling kocak di antara mereka.


"Tidak apa-apa santai saja." Ujar Bella yang juga melahap makanannya dengan santai, ia memang tidak terlalu banyak makan namun sekalinya ingin makan banyak Bella mampu menghabiskan beberapa macam makanan dalam satu hari.


"Tuh kan onnie tidak marah."


"Ck, kau ini!"


Tak


Satu pukulan kecil tepat mengenai sasaran, Reina mengetuk kepala Hyun dengan pelan namun tetap Hyun bertingkah seolah dirinya sudah dipukul keras oleh Reina.

__ADS_1


Melihat keduanya bertingkah seperti itu Bella dan teman-teman lainnya tertawa bersama.


Setelah makan siang selesai mereka lalu melanjutkan kembali pekerjaan mereka hingga malam hari. Tepatnya pukul 8 malam mereka pulang, namun Bella mampir ke supermarket sebelum pulang ke rumah.


Sesampainya di supermarket, ia masuk ke dalam dan mengambil beberapa cemilan untuk ia makan sambil bergadang nanti. Karena memang ia masih ada tugas kuliah yang harus di kerjakan.


Namun tiba-tiba....


"Bella!" Seseorang memanggil namanya dari samping, Bella menoleh melihat orang memanggilnya dan ternyata dia Gilang.


"Gilang?" Bella tak percaya bertemu Gilang di sana apalagi hari sudah malam.


Gilang lalu menjelaskan "Ah kebetulan sekali kita bertemu di sini, aku sedang membeli minuman di sini sangat menyenangkan bisa bertemu lagi denganmu hari ini."


"Oh baiklah." Bella lalu pergi ke meja kasir untuk membayar belanjanya dan ternyata Gilang mengikutinya dari belakang.


Dengan santainya Gilang meletakkan minumannya bersamaan dengan belanjaan Bella di sana.


"Boleh sekalian? Aku lupa membawa dompet." Ucapnya jelas itu hanya alasan.


Bella tak mempermasalahkannya toh harganya juga tidak terlalu mahal.


"Totalnya 48.400 (dalam rupiah)..." Kata kasir tersebut.


Gilang mengikutinya dari belakang dan berkata "Tunggu Bella."


Bella berbalik dengan menatap mata Gilang tanpa ekspresi apapun diwajahnya. Hanya datar dan sedang menunggu kelanjutan Gilang.


"Aku berhutang padamu karena itu kita harus bertemu lagi lain kali, bagaimana kalau besok?" Sarannya dengan penuh harapan diwajahnya.


"Kau tidak berhutang padaku anggap saja tadi aku mentraktir mu." Jawab Bella hendak membuka pintu mobil.


"Tidak..." Gilang tanpa sadar memegang pergelangan tangan Bella menghentikannya masuk ke dalam mobil.


"Aku tidak ingin berhutang Budi, karena itu aku akan mengajakmu ke suatu tempat besok. Tolong jangan menolaknya..." Lanjut Gilang.


Bella sebenarnya tidak mau namun Gilang sangat keras kepala, entah apa yang membuatnya begitu ingin membawanya pergi ke suatu tempat.


"Baiklah terserah mu."


Mendengar Bella menyetujuinya terlihat Gilang sangat bahagia, ia lalu mempersilahkan Bella masuk ke dalam mobil serta dirinya juga bersorak kegirangan.


"Aku akan menjemputmu nanti." Kata Gilang membuat Bella tersadar akan satu hal.


"Dimana kau akan menjemput ku?" Tanya Bella.

__ADS_1


"Di butik." Jawab Gilang dengan santai.


"Kau tahu tempatnya?" Lanjut Bella bertanya.


"Mm aku tahu." Polosnya Gilang dengan anggukan di kepalanya.


"Dari mana kau tahu?"


Seketika Gilang tersadar apa yang dirinya sedang lakukan, jika Bella tahu dirinya diam-diam mengikuti di belakang waktu tadi siang mungkinkah Bella akan marah padanya.


"Auh ini sudah malam, Bella aku harus pergi akan ku jelaskan nanti dikampus sekalian aku juga akan jelaskan bagaimana aku bisa mendapatkan nomormu dari seseorang." Gilang bergegas pergi menaiki motornya dan meninggalkan Bella yang terkejut dengan ucapannya.


"APA? Kau juga tahu nomorku!"


Bella dengan cepat keluar dari mobilnya, namun ternyata Gilang sudah mendorong motornya ke jalanan berusaha lari dari Bella yang menuntut sebuah penjelasan darinya.


"Bye Bella..." Seru Gilang sambil melesat pergi dari sana.


Melihat itu Bella hanya bisa menghela nafas dan kembali masuk ke dalam mobil, setelah itu ia langsung pergi dari sana dan kembali ke rumah.


Sesampainya di rumah, ia bergegas masuk ke dalam setelah memarkirkan mobilnya.


Ada dua penjaga di halaman rumahnya, mereka ditugaskan untuk berjaga-jaga di malam hari. Hal itu agar tidak terjadi yang yang tak di inginkan.


Namanya Pak Mino dan Pak Qin. Mereka sudah tua namun mereka tidak mempermasalahkan pekerjaan yang mereka lakukan sekarang. Mereka juga senang bisa bekerja untuk Bella dan menjaga rumahnya di malam hari.


Biasanya Pak Mino dan Pak Qin begadang sepanjang malam sembari menonton televisi dan meminum kopi sebagai obat bergadang.


"Selamat malam nona." Sapa mereka dengan tangannya yang membawa tongkat.


"Malam juga pak, terima kasih sudah mau menjaga rumah saya di malam hari."


"Tidak apa-apa nona kami tidak masalah tentang itu, lagi pun itu juga pekerjaan kami." Kata pak Mino dengan ramah.


"Kalau ada yang sesuatu yang di butuhkan bapak boleh panggil saya lewat telepon."


"Kami tidak akan merepotkan nona karena nona pasti butuh istirahat kan."


"Baiklah kalau begitu saya akan istirahat." Ucap Bella bersiap masuk ke dalam rumah.


"Silahkan nona."


Setelah masuk ke dalam, Bella bergegas naik ke lantai dua lalu pergi ke kamarnya. Di malam hari yang dingin, Bella mandi dengan air hangat agar saat ia mengerjakan tugas nanti Bella tidak mengantuk.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2