Misi Ku Bersama Si Kecil

Misi Ku Bersama Si Kecil
Matahari Terbenam


__ADS_3

Esok harinya


Gilang membawanya ke suatu tempat sesuai janjinya kemarin. Dan kini Gilang sudah siap di depan rumahnya tentu saja dengan menaiki motor gedenya. Sekilas Bella melihat dari atas saat Gilang berkaca diri di spionnya dengan senyum di wajahnya.


Apaan itu! Ck.


Tak menunggu waktu yang lama, Bella turun dari lantai atas dan keluar sambil mengunci pintu rumah.


"Bel, cepetan nanti keburu lewat acaranya." Kata Gilang sembari menepuk jok belakang motornya.


"Iya sabar Gilang!" Karena Gilang Bella jadi terburu-buru memakai sepatu miliknya. Untung saja Bella tidak sampai terjatuh walau tadi hampir oleng.


Bella pun lalu naik ke belakang motor, dengan memakai celana jeans dan kaos sederhana namun masih terlihat stylish.


Gilang menjalankan motornya keluar dari pekarangan rumah dan menyusuri jalanan. Suasana di jalan raya ramai bukan karena tempat ini kota melainkan ada sebuah acara.


Orang-orang banyak berlalu lalang, dimulai dari yang berjalan kaki, naik motor, mobil maupun sepeda. Kemacetan sempat terjadi di sana, namun Gilang berhasil melewati macetnya jalan.


"Kita mau kemana sih Gilang?" Tanya Bella dari belakang.


"Katanya di sini bakal ada festival, belum tahu emang?"


Bella menggeleng seraya berkata "Tidak."


Ia mengingat kembali dengan beberapa panggilan tak terjawab dari beberapa pegawainya, dirinya memang tidak ke butik hari ini dikarenakan kesibukan dia pada beberapa usaha miliknya.


"Oke bentar lagi juga sampai."


Setelah itu Gilang segera melajukan kecepatan motornya sehingga cepat sampai di tujuan.


Sesampainya di sana Bella segera melihat-lihat tempat tersebut, ternyata banyak juga orang di sana.


Aku benci keramaian.


"Di sini terlalu ramai, aku tidak suka." Bisik Bella pada Gilang.


"Aku tahu, karena itu aku akan mengajakmu ke sana." Tunjuk Gilang pada sebuah pepohonan yang di sampingnya terdapat batu besar.


Di sana orang-orang terlihat sepi walaupun ada namun hanya beberapa orang saja. Bella setuju karena kalau banyak orang ia merasa sedikit tidak nyaman.


"Ya sudah ayo." Setelah berkata seperti itu Bella duluan pergi ke sana dengan Gilang yang tersenyum di belakangnya.


*Lihat itu dia sangat lucu....


Hoouh Gilang, kau pasti sudah gila karena terlalu cinta*.

__ADS_1


Batin Gilang dalam hati, memang benar entah sejak kapan perasaan itu muncul. Mungkinkah semenjak pertama kali ia melihat Bella waktu itu, penampilan menariknya membuat orang-orang selalu menatap dirinya. Perasaan itu menantang dirinya untuk lebih dekat dengan Bella tapi semakin dekat dengannya semakin kuat rasa sayang dan rindu setiap kali tidak melihatnya.


Setelah duduk dekat pohon tersebut sembari bersandar di batu besar sana, Bella segera menyimpan tasnya di samping. Isinya hanya HP dan beberapa uang lembar saja.


"Apa kau sibuk hari ini?" Tanya Gilang sebagai awal pembicaraan.


"Sangat sibuk." Jawab Bella dengan tatapannya yang tertuju pada langit-langit biru depan mereka.


Tempat itu adalah tempat paling cocok untuk melihat matahari tenggelam di atas langit, dengan pagar yang membatasi antara daratan dan lautan membuat suasana di sana terasa sejuk dengan angin sore yang berhembus.


"Kalau begitu anggap saja ini hari libur mu." Kata Gilang.


Namun Bella tetap terdiam, mungkinkah gadis itu sedang memikirkan hal lain ataukah memang tidak harus menjawabnya.


"Kenapa aku merasa orang-orang di sana sedang menatap kita dari tadi." Ujar Bella menatap ke tempat orang-orang ramai di arah sana.


Mendengar itu tiba-tiba saja Gilang salah tingkah dan sikapnya menunjukkan agar Bella tidak fokus pada hal seperti itu.


"Ah haha mungkin saja mereka sedang menatap pohon ini, sudahlah jangan pikirkan yang tidak penting."


"Tidak mungkin mereka ingin bertemu denganku!" Pikir Bella yang membuat Gilang shock tak percaya.


"Apa?"


Gilang membuka mulutnya masih tak percaya dengan Bella yang tiba-tiba tersenyum sendirian.


"Oi, ada apa denganmu?"


"Sesenang itukah dirimu saat tahu kau ada penggemar?" Lanjut Gilang.


Bella lalu menjawab tanpa basa basi "Tentu saja, siapa coba yang tidak suka punya fans!"


"Katanya tidak suka keramaian!" Kata Gilang sembari mengalihkan pandangannya dengan cepat.


"Ck, dasar netizen!"


First Blood


"Oh My God, this Gilang Will never be a netizen!" Ucap Gilang dalam bahasa Inggrisnya.


(Mohon maaf ya teman-teman kalo bahasa Inggris nya jelek, huhu gak bisa bahasa Inggris 😭🙏)


"Pendusta!"


Double Kill

__ADS_1


"Hei, padahal aku...." Gilang tak melanjutkan ucapannya karena ia melanjutkannya dalam hati.


Padahal aku membawamu kesini untuk pdkt tapi kenapa jadi begini!


Sebenarnya juga Gilang sudah membayar tempat di sekitar pohon tersebut khusus untuk dirinya dan Bella menikmati pemandangan matahari terbenam di sana, tapi orang-orang di sebelah sana malah menatap mereka berdua, itu kan jadi tidak nyaman.


"Padahal apa?" Tanya Bella yang penasaran.


"Tidak jadi, Bella tunggu di sini ada telpon." Ujar Gilang seraya bangkit dan pergi dari sana.


Di belakang Gilang segera menelpon seseorang.


"Dengar! suruh semua orang bebas berkeliling di sini!" Titah Gilang pada seseorang di telpon tersebut.


"Tapi tuan kenapa??" Tanya orang itu.


"Ikuti saja perintah ku!"


Klik


Segera Gilang mematikan teleponnya sebelum pria di seberang sana menjawab, Gilang lalu kembali menghampiri Bella.


Barulah setelah ia duduk, orang-orang yang tadi banyak berkumpul di area sana kini berbondong-bondong ke tempat di mana mereka berdua duduk.


"Apa-apaan ini?" Bella kebingungan seketika saat melihat orang-orang ke arah mereka.


"Oi Gilang, apa mereka ingin menyerbuku! apa mereka Sasaeng? fans fanatik???" Bella ketakutan ia tanpa sadar memegang lengan Gilang berusaha untuk bersembunyi.


"Hei Bella tenanglah, mereka hanya ingin melihat langit di sana." Jelas Gilang berusaha agar Bella tidak lagi ketakutan.


Dan benar saja, orang-orang bukan ingin datang kepadanya melainkan hanya ingin berpindah tempat saja. Sadar akan hal yang telah ia lakukan, Bella segera melepaskan tangan Gilang yang sedari tadi ia genggam dengan kuat.


"Maaf." Ucap Bella setelahnya.


"It's oke."


Begitulah mereka berdua, kini suasana hening hanya keriuhan orang-orang di sekitar yang mengobrol, tertawa dan bahagia menunggu momen-momen matahari terbenam.


Dengan waktu yang terus berputar, terlihat matahari di atas langit mulai terbenam dan hilang secara perlahan. Gilang tak ingin membuang momen indah tersebut hanya dengan sebuah ingatan saja, ia lalu membuka tasnya dan mengambil kamera miliknya laku mulai memotret pemandangan tersebut.


Perlahan tatapannya melihat ke arah Bella yang fokus menatap ke depan sana, ia lalu mulai mencoba memotret pemandangan itu. Uraian rambut di kepala Bella yang tersapu oleh angin serta warna langit yang mulai terlihat oranye membuat foto tersebut terlihat sangat indah.


Di tambah rahang tegas yang dimiliki Bella mampu membuatnya bak seorang model ternama. Gilang sudah memutuskan akan menyimpan foto tersebut dan menjaganya sepenuh hati.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2